alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Perayaan Nyepi di Buleleng, Polisi Petakan 131 Titik Rawan

SINGARAJA – Polisi mulai mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941.

Polisi menyebut setidaknya ada 131 titik rawan di penjuru Buleleng. Aparat kepolisian pun mengklaim telah melakukan langkah-langkah strategis mengantisipasi gangguan keamanan pada hari raya Nyepi.

Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Gede Wali mengatakan, polisi telah melakukan pemetaan daerah rawan dan kebutuhan personil untuk menjamin keamanan masyarakat pada hari raya Nyepi.

Pengamanan yang dilakukan polisi, bukan hanya saat hari pengrupukan saja. “Pengamanan sudah kami lakukan sejak saat melasti. Pengamanan juga kami lakukan saat ngerupuk, sipeng, termasuk saat ngembak geni juga,” kata Wali.

Menurut Wali, aparat kepolisian mengerahkan sedikitnya 686 orang personel untuk mengamankan parade ogoh-ogoh.

Ratusan personel itu akan mengawal 911 buah ogoh-ogoh yang ada di seluruh Kabupaten Buleleng.

Ratusan personel itu belum termasuk pasukan cadangan yang disiapkan aparat kepolisian, apabila terjadi gesekan massa.

“Kami juga berharap pecalang di desa pakraman bisa membantu kami. Terutama saat mengarak ogoh-ogoh,

agar tidak melewati wewidangan desa adat masing-masing guna mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. 



SINGARAJA – Polisi mulai mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan pada perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941.

Polisi menyebut setidaknya ada 131 titik rawan di penjuru Buleleng. Aparat kepolisian pun mengklaim telah melakukan langkah-langkah strategis mengantisipasi gangguan keamanan pada hari raya Nyepi.

Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Gede Wali mengatakan, polisi telah melakukan pemetaan daerah rawan dan kebutuhan personil untuk menjamin keamanan masyarakat pada hari raya Nyepi.

Pengamanan yang dilakukan polisi, bukan hanya saat hari pengrupukan saja. “Pengamanan sudah kami lakukan sejak saat melasti. Pengamanan juga kami lakukan saat ngerupuk, sipeng, termasuk saat ngembak geni juga,” kata Wali.

Menurut Wali, aparat kepolisian mengerahkan sedikitnya 686 orang personel untuk mengamankan parade ogoh-ogoh.

Ratusan personel itu akan mengawal 911 buah ogoh-ogoh yang ada di seluruh Kabupaten Buleleng.

Ratusan personel itu belum termasuk pasukan cadangan yang disiapkan aparat kepolisian, apabila terjadi gesekan massa.

“Kami juga berharap pecalang di desa pakraman bisa membantu kami. Terutama saat mengarak ogoh-ogoh,

agar tidak melewati wewidangan desa adat masing-masing guna mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/