alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Kabut Tebal Tutup Selat Bali, Penyeberangan Gilimanuk – Ketapang Tutup

NEGARA – Hujan deras dan kabut kembali mengganggu penyeberangan di Selat Bali. Akibat cuaca buruk, pelayaran kapal yang melayani penyeberangan Jawa – Bali dihentikan.

Guyuran hujan deras dan angin kencang serta kabut Minggu (1/4) kemarin mulai terjadi sekitar pukul 15.35. Akibat hujan dan kabut tebal, jalur pelayaran kapal menjadi gelap.

Jarak pandang nakhoda kapal terbatas sehingga rawan terjadi tabrakan atau kapal salah arah.  Karena membahayakan pelayaran kapal, Syahbandar menutup penyeberangan mulai pukul 15.45.

Penutupan tersebut dilakukan karena jarak pandang nakhoda atau juru mudi kapal sangat terbatas dan beresiko bisa mengakibatkan terjadi tabrakan antar kapal.

“Penyeberangan di selat Bali di dihentikan sementara mengingat cuaca buruk yakni kabut dan hujan membuat jarak pandang terbatas,” ujar Syahbandar Gilimanuk I Nyoman Suyantha.

Baca Juga:  Ancam Petani Tembakau, Komunitas Kretek Demo Tolak Hasil APACT

Menurut Suyantha, penundaan itu dilakukan karena dari laporan nahkoda mereka ragu untuk melakukan pelayaran saat cuaca buruk itu.

“Untuk keselamatan pelayaran maka penyeberangan ditunda,” jelasnya. Selama hujan dan kabut tebal terjadi kapal-kapal semuanyanya mengapung di dekat pelabuhan atau di posisi yang aman.

Karena   penutupan cukup lama maka penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk tidak bisa dihindari.

Bahkan, antrean kendaraan terutama truk, bus dan mobil pribadi sampai di terminal manuver. Setelah sekitar 1,5 jam penyeberangan ditutup, cuaca mulai membaik dan pukul 17.15 penyeberangan dibuka lagi.



NEGARA – Hujan deras dan kabut kembali mengganggu penyeberangan di Selat Bali. Akibat cuaca buruk, pelayaran kapal yang melayani penyeberangan Jawa – Bali dihentikan.

Guyuran hujan deras dan angin kencang serta kabut Minggu (1/4) kemarin mulai terjadi sekitar pukul 15.35. Akibat hujan dan kabut tebal, jalur pelayaran kapal menjadi gelap.

Jarak pandang nakhoda kapal terbatas sehingga rawan terjadi tabrakan atau kapal salah arah.  Karena membahayakan pelayaran kapal, Syahbandar menutup penyeberangan mulai pukul 15.45.

Penutupan tersebut dilakukan karena jarak pandang nakhoda atau juru mudi kapal sangat terbatas dan beresiko bisa mengakibatkan terjadi tabrakan antar kapal.

“Penyeberangan di selat Bali di dihentikan sementara mengingat cuaca buruk yakni kabut dan hujan membuat jarak pandang terbatas,” ujar Syahbandar Gilimanuk I Nyoman Suyantha.

Baca Juga:  Waspada, Ini Jejak Kasus Rabies di Desa Panji Sebelum Muliasih Tewas…

Menurut Suyantha, penundaan itu dilakukan karena dari laporan nahkoda mereka ragu untuk melakukan pelayaran saat cuaca buruk itu.

“Untuk keselamatan pelayaran maka penyeberangan ditunda,” jelasnya. Selama hujan dan kabut tebal terjadi kapal-kapal semuanyanya mengapung di dekat pelabuhan atau di posisi yang aman.

Karena   penutupan cukup lama maka penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk tidak bisa dihindari.

Bahkan, antrean kendaraan terutama truk, bus dan mobil pribadi sampai di terminal manuver. Setelah sekitar 1,5 jam penyeberangan ditutup, cuaca mulai membaik dan pukul 17.15 penyeberangan dibuka lagi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/