alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Diduga Konsleting, Atap Toko Mebel dan Elektronik Terbakar

GIANYAR – Diduga akibat konsleting listrik, lantai 3 Toko Mebel dan Elektronik Wali di Jalan Mahendradata, 80 A, Banjar Tegalinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, dilalap si jago merah, Selasa (1/5) kemarin.

Kepulan asap terlihat membumbung tinggi di kawasan tersebut sekitar pukul 14.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Menurut Ketua Pecalang Desa Pakraman Tegallinggah, I Ketut Wiarsana, saat musibah terjadi toko milik Wito warga Lingkungan Candibaru, Gianyar itu sedang tutup.

“Paginya sempat buka, tapi jam 12 sudah tutup. Mungkin karyawannya lupa mematikan listrik sehingga terjadi konslet,” ujarnya.

Wiarsana langsung bergegas mengontak Damkar Kabupaten Gianyar. “Sebelum damkar tiba, warga setempat melakukan upaya pemadaman secara manual. Tapi api semakin besar sehingga pilih selamatkan diri,” terangnya.

Baca Juga:  Menolak Ditangkap, Pria di Gianyar Bali Nekat Terjun Ke Sungai

Beberapa menit kemudian, tiga unit Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba untuk memadamkan api. Kasatpol PPp yang menaungi Damkar Kabupaten Gianyar, Cokorda Agusnawa mengatakan pihaknya perlu waktu sekitar 1 jam.

“Pukul 15.00 wita api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa,” tukasnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 15.000.000.

Adapun benda yang terbakar 2 unit AC, 1 unit laptop, almari arsip dan bangunan pada atap. 



GIANYAR – Diduga akibat konsleting listrik, lantai 3 Toko Mebel dan Elektronik Wali di Jalan Mahendradata, 80 A, Banjar Tegalinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, dilalap si jago merah, Selasa (1/5) kemarin.

Kepulan asap terlihat membumbung tinggi di kawasan tersebut sekitar pukul 14.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Menurut Ketua Pecalang Desa Pakraman Tegallinggah, I Ketut Wiarsana, saat musibah terjadi toko milik Wito warga Lingkungan Candibaru, Gianyar itu sedang tutup.

“Paginya sempat buka, tapi jam 12 sudah tutup. Mungkin karyawannya lupa mematikan listrik sehingga terjadi konslet,” ujarnya.

Wiarsana langsung bergegas mengontak Damkar Kabupaten Gianyar. “Sebelum damkar tiba, warga setempat melakukan upaya pemadaman secara manual. Tapi api semakin besar sehingga pilih selamatkan diri,” terangnya.

Baca Juga:  Tersambung, Warga Bukit Galah Berharap Jalan Diaspal

Beberapa menit kemudian, tiga unit Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba untuk memadamkan api. Kasatpol PPp yang menaungi Damkar Kabupaten Gianyar, Cokorda Agusnawa mengatakan pihaknya perlu waktu sekitar 1 jam.

“Pukul 15.00 wita api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa,” tukasnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 15.000.000.

Adapun benda yang terbakar 2 unit AC, 1 unit laptop, almari arsip dan bangunan pada atap. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/