alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Perbaikan Jembatan Bungkulan Tak Jelas, Ini Dalih BPBD Buleleng

BUNGKULAN – Perbaikan jembatan penghubung antara pusat Desa Bungkulan dengan Banjar Dinas Kubu Kelod, hingga kini tak jelas alias gabeng.

Perbaikan jembatan yang diharapkan dilangsungkan pada tahun 2018 ini, tak kunjung teralisasi. Pemerintah berdalih perbaikan masih menunggu bantuan dana dari pemerintah pusat.

Jembatan penghubung di Desa Bungkulan itu, merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat vital. Setidaknya ada 120 kepala keluarga yang bermukim di Banjar Dinas Kubu Kelod.

Kini badan jembatan yang hanyut diterjang banjir bandang, disulap menjadi jembatan darurat. Badan jembatan diurug menggunakan tanah beserta pasir dan batu, agar bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun bila air bah tiba, jembatan darurat itu tak bisa digunakan lagi. Warga pun harus beralih menggunakan jalan setapak di pematang sawah warga.

Baca Juga:  Usir Depresi, Ini yang Dilakukan Kak Seto ke Anak-anak Pengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengklaim telah mengajukan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada 2017 lalu.

Faktanya hingga kini perbaikan jembatan di Desa Bungkulan, tak kunjung terealisasi. “Kami sudah ajukan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB. Itu nilainya sekitar Rp 74 miliar.

Bukan hanya perbaikan jembatan di Bungkulan saja. Tapi juga perbaikan fasum di Pakisan, Galungan, dan Banyuning juga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur.

Subur tak menampik proses perbaikan jembatan di Desa Bungkulan, tak bisa dilakukan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Alasannya, tim dari BNPB biasanya baru melakukan verifikasi usulan pada bulan Agustus hingga September mendatang.

Sehingga perbaikan jembatan pun diperkirakan baru bisa terealisasi paling cepat pada 2019 nanti.

Baca Juga:  Keluarga Korban Terseret Arus di Segra Rupek Minta Petunjuk Balian

“Realisasi bantuan pasca-bencana dari pusat itu maksmal dua tahun. Biasanya mengutamakan skala prioritas. Jumlahnya pun tidak selalu sama. Bisa saja kurang dari jumlah yang diusulkan dalam proposal,” imbuhnya.

Asal tahu saja, jembatan di Desa Bungkulan roboh akibat diterjang banjir bandang pada tahun 2017 lalu. Robohnya jembatan itu mengakibatkan warga di Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan, terisolir.

Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif di pematang sawah warga. Itu pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Setahun pasca-bencana terjadi, jembatan itu tak kunjung diperbaiki. Alih-alih diperbaiki, kini jembatan hanya diurug dan dijadikan jembatan darurat oleh warga.

Tatkala air bah datang, jembatan pun tak bisa dilalui kendaraan bermotor



BUNGKULAN – Perbaikan jembatan penghubung antara pusat Desa Bungkulan dengan Banjar Dinas Kubu Kelod, hingga kini tak jelas alias gabeng.

Perbaikan jembatan yang diharapkan dilangsungkan pada tahun 2018 ini, tak kunjung teralisasi. Pemerintah berdalih perbaikan masih menunggu bantuan dana dari pemerintah pusat.

Jembatan penghubung di Desa Bungkulan itu, merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat vital. Setidaknya ada 120 kepala keluarga yang bermukim di Banjar Dinas Kubu Kelod.

Kini badan jembatan yang hanyut diterjang banjir bandang, disulap menjadi jembatan darurat. Badan jembatan diurug menggunakan tanah beserta pasir dan batu, agar bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun bila air bah tiba, jembatan darurat itu tak bisa digunakan lagi. Warga pun harus beralih menggunakan jalan setapak di pematang sawah warga.

Baca Juga:  Hii…Hii…Ngeri…Dikira Boneka, Ternyata Potongan Kaki Bayi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengklaim telah mengajukan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada 2017 lalu.

Faktanya hingga kini perbaikan jembatan di Desa Bungkulan, tak kunjung terealisasi. “Kami sudah ajukan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB. Itu nilainya sekitar Rp 74 miliar.

Bukan hanya perbaikan jembatan di Bungkulan saja. Tapi juga perbaikan fasum di Pakisan, Galungan, dan Banyuning juga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur.

Subur tak menampik proses perbaikan jembatan di Desa Bungkulan, tak bisa dilakukan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Alasannya, tim dari BNPB biasanya baru melakukan verifikasi usulan pada bulan Agustus hingga September mendatang.

Sehingga perbaikan jembatan pun diperkirakan baru bisa terealisasi paling cepat pada 2019 nanti.

Baca Juga:  Usir Depresi, Ini yang Dilakukan Kak Seto ke Anak-anak Pengungsi

“Realisasi bantuan pasca-bencana dari pusat itu maksmal dua tahun. Biasanya mengutamakan skala prioritas. Jumlahnya pun tidak selalu sama. Bisa saja kurang dari jumlah yang diusulkan dalam proposal,” imbuhnya.

Asal tahu saja, jembatan di Desa Bungkulan roboh akibat diterjang banjir bandang pada tahun 2017 lalu. Robohnya jembatan itu mengakibatkan warga di Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan, terisolir.

Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif di pematang sawah warga. Itu pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Setahun pasca-bencana terjadi, jembatan itu tak kunjung diperbaiki. Alih-alih diperbaiki, kini jembatan hanya diurug dan dijadikan jembatan darurat oleh warga.

Tatkala air bah datang, jembatan pun tak bisa dilalui kendaraan bermotor


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/