alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Gaji THL di Satpol PP Nunggak Empat Bulan

GIANYAR – Kabar miris datang dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Gianyar.

 

Kabar buruk itu menyusul dengan nunggaknya gaji para tenaga harian lepas (THL) di Satpol PP dan Damkar Gianyar.

 

Bahkan para THL makin dibuat bingung karena Kepala Satuan mereka, Cokorda Agusnawa digantikan oleh pejabat baru, Made Watha.

 

 

Seperti dibenarkan salah satu THL Satpol PP dan Damkar Gianyar, Ayu. Ditemui Jawa Pos Radar Bali, ia menyatakan jika gaji yang belum dibayar selama 4 bulan, itu yakni sejak Januari-April 2019.

 

“Saya sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya perempuan, tidak saja butuh makan, tapi untuk beli pembalut kalau datang bulan bagaimana?,” ujarnya penuh tanya, kemarin (2/5).

Baca Juga:  Dimakan Usia dan Kerap Rusak, Tiga Mobil Damkar Pemkab Gianyar Pensiun

 

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itu, perempuan asal Kecamatan Gianyar itu terpaksa meminjam uang ke kerabatnya. “Dua bulan pertama, saya sedikit sabar, karena kondisi yang sama juga terjadi di OPD lain. Ternyata sampai bulan ini, cuma di Satpol PP dan Damkar tidak ada kepastian,” jelasnya.

 

THL lainnya yang bertugas di Bidang Damkar, Made, mengaku sempat diberi harapan oleh pimpinanya, jika gajinya selama empat bulan dipastikan akan segara cair dengan cara rapel.

 

“Kenyataannya,  sampai bulan Mei ini belum juga ada tanda-tanda gaji kami turun,” jelasnya. 

 

Kegelisahan para THL itu menyusul munculnya isu gaji mereka dalam tri wulan pertama sulit dicairkan karena kepala Dinas yang lama sudah dimutasi.

Baca Juga:  Sepanjang 2020, Pemkab Gianyar Bagikan 69.972 Paket Sembako Covid-19

 

THL mendapat isu jika pimpinan lama tidak mungkin untuk memproses gaji karena sudah digantikan oleh pimpinan baru.

 

“Selama ini kami tetap bekerja dengan resiko yang kami hadapi. Kami hanya berharap bapak bupati memberikan jalan keluar,  agar gaji kami segera dibayarkan dalam waktu dekat ini,” pintanya.

 

Pihkanya berharap, masalah ini segera ditangani.

“Kami tidak banyak tuntutan kecuali gaji empat bulan belum dibayar agar diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga biaya kebutuhan keluarga sehari-hari bisa diatasi,” tukasnya.

 



GIANYAR – Kabar miris datang dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Gianyar.

 

Kabar buruk itu menyusul dengan nunggaknya gaji para tenaga harian lepas (THL) di Satpol PP dan Damkar Gianyar.

 

Bahkan para THL makin dibuat bingung karena Kepala Satuan mereka, Cokorda Agusnawa digantikan oleh pejabat baru, Made Watha.

 

 

Seperti dibenarkan salah satu THL Satpol PP dan Damkar Gianyar, Ayu. Ditemui Jawa Pos Radar Bali, ia menyatakan jika gaji yang belum dibayar selama 4 bulan, itu yakni sejak Januari-April 2019.

 

“Saya sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya perempuan, tidak saja butuh makan, tapi untuk beli pembalut kalau datang bulan bagaimana?,” ujarnya penuh tanya, kemarin (2/5).

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Corona di Sekolah di Buleleng, Wajib Ukur Suhu Tubuh

 

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itu, perempuan asal Kecamatan Gianyar itu terpaksa meminjam uang ke kerabatnya. “Dua bulan pertama, saya sedikit sabar, karena kondisi yang sama juga terjadi di OPD lain. Ternyata sampai bulan ini, cuma di Satpol PP dan Damkar tidak ada kepastian,” jelasnya.

 

THL lainnya yang bertugas di Bidang Damkar, Made, mengaku sempat diberi harapan oleh pimpinanya, jika gajinya selama empat bulan dipastikan akan segara cair dengan cara rapel.

 

“Kenyataannya,  sampai bulan Mei ini belum juga ada tanda-tanda gaji kami turun,” jelasnya. 

 

Kegelisahan para THL itu menyusul munculnya isu gaji mereka dalam tri wulan pertama sulit dicairkan karena kepala Dinas yang lama sudah dimutasi.

Baca Juga:  Insentif Tenaga Kesehatan di Karangasem Siap Dicairkan, Ini Angkanya

 

THL mendapat isu jika pimpinan lama tidak mungkin untuk memproses gaji karena sudah digantikan oleh pimpinan baru.

 

“Selama ini kami tetap bekerja dengan resiko yang kami hadapi. Kami hanya berharap bapak bupati memberikan jalan keluar,  agar gaji kami segera dibayarkan dalam waktu dekat ini,” pintanya.

 

Pihkanya berharap, masalah ini segera ditangani.

“Kami tidak banyak tuntutan kecuali gaji empat bulan belum dibayar agar diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga biaya kebutuhan keluarga sehari-hari bisa diatasi,” tukasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/