alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

37 Pekerja Migran Dipulangkan, Diingatkan Tak Gelar Pesta di Rumah

SEMARAPURA – Setelah menjalani masa karantina selama 14 hari, 37 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Mereka dilepas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan Kalak BPBD Putu Widiada di GOR Swecapura kemarin.

Sebelum kembali ke keluarga, para PMI ini kembali menjalani rapid test dengan hasil negatif. Hasil ini langsung direspons Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

“Hasil ini menunjukkan proses karantina sudah dijalani dengan baik dan disiplin oleh teman-teman PMI,” ujar Bupati Suwirta.

Proses karantina di hotel merupakan bentuk penghargaan Pemkab Klungkung kepada para PMI yang telah berjuang diluar negeri untuk

mencari devisa sebagai wujud keikutsertaaan dalam membangun daerah khususnya membangun keluarga masing masing.

Baca Juga:  Stok Menipis, Harga Daging Ayam di Tabanan Tembus 40 Ribu per Kilogram

Walaupun telah melakukan karantina dan lolos test rapid, Bupati Suwirta tetap menyarankan untuk tetap melakukan karantina mandiri dirumah minimal 14 hari.

Hal ini berkaca kepada kejadian dilapangan dimana Covid-19 yang mengalami evolusi dan berkembang pada hari ke 18 dan bahkan pada hari ke 20 dan hari ke 30.

“Setelah sampai di keluarga dan dilingkungan, jadilah contoh yang baik dalam memutus penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. Jangan ngumpul-ngumpul dan berpesta

ditengah pandemi Covid-19 ini. Lebih baik uang yang dimiliki disimpan dengan baik untuk bertahan hidup selama pandemi,” ujar Bupati Suwirta.

Salah seorang PMI Gusti Ngurah Alit asal Desa Manduang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bupati beserta jajarannya, karena telah memfasilitasi kepulangan para PMI.

Baca Juga:  Transmisi Lokal di Klungkung Terus Bertambah, Ini Kata Bupati Suwirta

Mulai dari penjemputan di bandara hingga sampai tempat karantina. Dirinya mengaku bersyukur karena telah mendapatkan tempat yang baik untuk menjalani karantina.

Gusti Ngurah Alit mengaku akan berupaya mengikuti semua arahan dan anjuran dari bupati setelah sampai dirumah. Usai pelepasan, tampak tiga orang PMI asal Nusa Penida kebingungan untuk pulang menyebrang ke Nusa Penida.

Pasalnya seluruh penyebrangan menggunakan boat cepat telah tutup. Sebelum beranjak dari tempat acara, ketiga PMI asal Nusa Penida ini pun menemui Bupati Suwirta untuk dicarikan solusi.

Mendapati keadaan itu, Bupati Suwirta langsung perintahkan Kalak BPBD untuk mengantarkan ketiga PMI ini menuju Pelabuhan Padangbai, supaya bisa menumpang di Kapal Roro Nusa Jaya Abadi menuju Nusa Penida. 



SEMARAPURA – Setelah menjalani masa karantina selama 14 hari, 37 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Mereka dilepas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan Kalak BPBD Putu Widiada di GOR Swecapura kemarin.

Sebelum kembali ke keluarga, para PMI ini kembali menjalani rapid test dengan hasil negatif. Hasil ini langsung direspons Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

“Hasil ini menunjukkan proses karantina sudah dijalani dengan baik dan disiplin oleh teman-teman PMI,” ujar Bupati Suwirta.

Proses karantina di hotel merupakan bentuk penghargaan Pemkab Klungkung kepada para PMI yang telah berjuang diluar negeri untuk

mencari devisa sebagai wujud keikutsertaaan dalam membangun daerah khususnya membangun keluarga masing masing.

Baca Juga:  Mumpung Turis Sepi,Bupati Suwirta Dorong Pengusaha Urus Izin Bersyarat

Walaupun telah melakukan karantina dan lolos test rapid, Bupati Suwirta tetap menyarankan untuk tetap melakukan karantina mandiri dirumah minimal 14 hari.

Hal ini berkaca kepada kejadian dilapangan dimana Covid-19 yang mengalami evolusi dan berkembang pada hari ke 18 dan bahkan pada hari ke 20 dan hari ke 30.

“Setelah sampai di keluarga dan dilingkungan, jadilah contoh yang baik dalam memutus penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. Jangan ngumpul-ngumpul dan berpesta

ditengah pandemi Covid-19 ini. Lebih baik uang yang dimiliki disimpan dengan baik untuk bertahan hidup selama pandemi,” ujar Bupati Suwirta.

Salah seorang PMI Gusti Ngurah Alit asal Desa Manduang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bupati beserta jajarannya, karena telah memfasilitasi kepulangan para PMI.

Baca Juga:  Hindari Karantina, Sembunyi di Desa Lain, Warga Munduk Dijemput Paksa

Mulai dari penjemputan di bandara hingga sampai tempat karantina. Dirinya mengaku bersyukur karena telah mendapatkan tempat yang baik untuk menjalani karantina.

Gusti Ngurah Alit mengaku akan berupaya mengikuti semua arahan dan anjuran dari bupati setelah sampai dirumah. Usai pelepasan, tampak tiga orang PMI asal Nusa Penida kebingungan untuk pulang menyebrang ke Nusa Penida.

Pasalnya seluruh penyebrangan menggunakan boat cepat telah tutup. Sebelum beranjak dari tempat acara, ketiga PMI asal Nusa Penida ini pun menemui Bupati Suwirta untuk dicarikan solusi.

Mendapati keadaan itu, Bupati Suwirta langsung perintahkan Kalak BPBD untuk mengantarkan ketiga PMI ini menuju Pelabuhan Padangbai, supaya bisa menumpang di Kapal Roro Nusa Jaya Abadi menuju Nusa Penida. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/