alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kendalikan Covid-19, 4 Desa di Buleleng Larang Warga Luar Berkunjung

BUSUNGBIU – Sejumlah desa di Buleleng mulai memperketat keamanan di desa setelah beberapa desa di Buleleng sudah adanya penyebaran virus corona.

Seperti yang terjadi di Desa Bondalem, Tejakula. Di Kecamatan Busungbiu, setidaknya ada empat desa yang membuat kesepakatan Bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Yakni Desa Bengkel, Desa Pelapuan, Desa Kedis dan Desa Umejero. Keempat desa tersebut bersepakat melarang kunjungan warga dari luar desa yang tidak berkepentingan masuk wilayah empat desa.

Bagi warga dari luar desa yang berkepentingan bisa menunjukkan surat keterangan sehat. Kemudian bagi suplaiyer kebutuhan pokok boleh masuk desa asalkan mendapat surat keterangan dari desa.

Poin lainnya yang dibuat kesepakatan empat desa tersebut, khusus bagi warga desa yang berkepentingan keluar desa harus menunjukkan surat keterangan pas jalan dari desa setempat.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Satria Klungkung Meluber hingga Badan Jalan

Selain itu pada saat musim panen cengkeh pemilik kebun atau tukang pajeglebih mengutamakan tenaga lokal empat desa.

Kalau menggunakan tenaga luar desa harus menunjukkan surat keterangan sehat dan harus menetap ditempat mereka bekerja sampai selesai.

Semua surat-surat tersebut tertanda perbekel empat desa dan bendesa adat empat desa. Perbekel Bengkel Putu Artana tak menampik ada kesepakatan yang dibuat oleh empat desa tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan Covid-19 masuk desa. Selain itu verifikasi pembatasan orang luar masuk ke empat desa.

“Kesepakatan yang kami buat bukan masuk dalam karantina wilayah, hanya membatasi aktivitas keluar dan masuk desa bagi yang tidak ada kepentingan khusus atau mendesak. Karena anjuran pemerintah stay at home atau di rumah saja,” kata Artana.

Baca Juga:  Dampak Corona, Jumlah Wisatawan Tiongkok ke Bali Menurun

Selain itu, kata Artana, pertimbangan empat desa membuat kesepatan tersebut karena penyebaran virus corona yang semakin meluas ke desa-desa.

Apalagi empat desa ini sangat dekat jaraknya dengan wilayah Seririt dan Desa Banyuastis yang sudah ada warga terjangkit positif Covid-19.

Mengingat orang dari luar desa sangat beresiko melakukan penularan Covid-19 di desa sehingga perlu adanya pembatasan.

“Kami buat kesepakatan dengan tujuan utama mampu mengendalikan aktivitas masyarakat. Kemudian terpenting membentuk kesadaran masyarakat untuk disiplin berada di rumah,” ujarnya. 

Artana menambahkan, kesepakatan tersebut dibuat sejak 29 April dengan batasan waktu selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung dan sewaktu-waktu bisa dilakukan evaluasi kembali. 

“Kami tekankan bagi orang luar masuk desa boleh masuk ke empat desa. Dengan syarat harus membawa surat keterangan sehat,” pungkasnya.



BUSUNGBIU – Sejumlah desa di Buleleng mulai memperketat keamanan di desa setelah beberapa desa di Buleleng sudah adanya penyebaran virus corona.

Seperti yang terjadi di Desa Bondalem, Tejakula. Di Kecamatan Busungbiu, setidaknya ada empat desa yang membuat kesepakatan Bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Yakni Desa Bengkel, Desa Pelapuan, Desa Kedis dan Desa Umejero. Keempat desa tersebut bersepakat melarang kunjungan warga dari luar desa yang tidak berkepentingan masuk wilayah empat desa.

Bagi warga dari luar desa yang berkepentingan bisa menunjukkan surat keterangan sehat. Kemudian bagi suplaiyer kebutuhan pokok boleh masuk desa asalkan mendapat surat keterangan dari desa.

Poin lainnya yang dibuat kesepakatan empat desa tersebut, khusus bagi warga desa yang berkepentingan keluar desa harus menunjukkan surat keterangan pas jalan dari desa setempat.

Baca Juga:  AMD Lancarkan Serangan di Basis Jaya Negara

Selain itu pada saat musim panen cengkeh pemilik kebun atau tukang pajeglebih mengutamakan tenaga lokal empat desa.

Kalau menggunakan tenaga luar desa harus menunjukkan surat keterangan sehat dan harus menetap ditempat mereka bekerja sampai selesai.

Semua surat-surat tersebut tertanda perbekel empat desa dan bendesa adat empat desa. Perbekel Bengkel Putu Artana tak menampik ada kesepakatan yang dibuat oleh empat desa tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan Covid-19 masuk desa. Selain itu verifikasi pembatasan orang luar masuk ke empat desa.

“Kesepakatan yang kami buat bukan masuk dalam karantina wilayah, hanya membatasi aktivitas keluar dan masuk desa bagi yang tidak ada kepentingan khusus atau mendesak. Karena anjuran pemerintah stay at home atau di rumah saja,” kata Artana.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Pelabuhan Gilimanuk Diserbu Penumpang Sejak Pagi

Selain itu, kata Artana, pertimbangan empat desa membuat kesepatan tersebut karena penyebaran virus corona yang semakin meluas ke desa-desa.

Apalagi empat desa ini sangat dekat jaraknya dengan wilayah Seririt dan Desa Banyuastis yang sudah ada warga terjangkit positif Covid-19.

Mengingat orang dari luar desa sangat beresiko melakukan penularan Covid-19 di desa sehingga perlu adanya pembatasan.

“Kami buat kesepakatan dengan tujuan utama mampu mengendalikan aktivitas masyarakat. Kemudian terpenting membentuk kesadaran masyarakat untuk disiplin berada di rumah,” ujarnya. 

Artana menambahkan, kesepakatan tersebut dibuat sejak 29 April dengan batasan waktu selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung dan sewaktu-waktu bisa dilakukan evaluasi kembali. 

“Kami tekankan bagi orang luar masuk desa boleh masuk ke empat desa. Dengan syarat harus membawa surat keterangan sehat,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/