alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Klaster Pasar Picu Penularan Covid-19, 6 Warga Buleleng Positif Corona

SINGARAJA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Terutama saat beraktifitas di tempat yang ramai dan padat. Seperti di pasar tradisional. Hal ini dianggap penting, guna mencegah potensi munculnya klaster penularan covid-19 di pasar tradisional.

Hal itu diungkapkan Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, saat memberikan keterangan pers melalui telekonferensi.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Suyasa menyatakan, dari delapan pasien yang masih dirawat di RS Pratama Giri Emas, enam orang diantaranya berasal dari Kecamatan Buleleng.

Pasien-pasien itu diidentifikasi dengan kode PDP-98, PDP-100, PDP-101, PDP-107, PDP-115, dan PDP-116.

“Dengan adanya 6 kasus terkonfirmasi di beberapa kelurahan, kami mohon dengan sangat pada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Pastikan Keamanan Hewan Kurban, Pemkab Sidak Pengepul dan Tukang Jagal

Masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker dan menjaga jarak saat beraktifitas.

Terutama saat beraktifitas di pasar tradisional. Gugus tugas juga akan melakukan langkah finalisasi terkait aktifitas di pasar tradisional. Sehingga potensi penularan dapat ditekan.

“Kami berusaha agar pasar tidak jadi  klaster baru di Buleleng. Ketika pasar menjadi klaster, ini akan menjadi perhatian dan butuh penanganan yang sangat berat.

Bila masyarakat taat terhadap protokol kesehatan dan menjaga jarak, kami optimistis kasus akan terkendali,” ungkapnya.



SINGARAJA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Terutama saat beraktifitas di tempat yang ramai dan padat. Seperti di pasar tradisional. Hal ini dianggap penting, guna mencegah potensi munculnya klaster penularan covid-19 di pasar tradisional.

Hal itu diungkapkan Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, saat memberikan keterangan pers melalui telekonferensi.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Suyasa menyatakan, dari delapan pasien yang masih dirawat di RS Pratama Giri Emas, enam orang diantaranya berasal dari Kecamatan Buleleng.

Pasien-pasien itu diidentifikasi dengan kode PDP-98, PDP-100, PDP-101, PDP-107, PDP-115, dan PDP-116.

“Dengan adanya 6 kasus terkonfirmasi di beberapa kelurahan, kami mohon dengan sangat pada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Atasi Kemacetan di Ubud, Dishub Gianyar Perlu 30 Shuttle Bus

Masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker dan menjaga jarak saat beraktifitas.

Terutama saat beraktifitas di pasar tradisional. Gugus tugas juga akan melakukan langkah finalisasi terkait aktifitas di pasar tradisional. Sehingga potensi penularan dapat ditekan.

“Kami berusaha agar pasar tidak jadi  klaster baru di Buleleng. Ketika pasar menjadi klaster, ini akan menjadi perhatian dan butuh penanganan yang sangat berat.

Bila masyarakat taat terhadap protokol kesehatan dan menjaga jarak, kami optimistis kasus akan terkendali,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/