alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Tempuh Upaya Niskala, Berharap Anak Semata Wayangnya Bisa Ditemukan

SUASANA duka dan harap-harap cemas masih menyelimuti para keluarga korban karamnya KMP Yunicee di Perairan Selat Bali, Selasa malam (29/6) lalu.

Salah satunya seperti yang dirasakan keluarga Korban I Wayan Wira Sentana, 36. Sentana yang dikabarkan ikut dalam musibah karamnya kapal Ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali ini juga sampai sekarang belum ditemukan.

M.BASIR, Negara

KESEDIHAN bercampur rasa was-was dirasakan I Made Wartana, 65.

Bahkan wajah pria asal Surabrata, Tabanan, ini tampah sangat layu. Guratan otot di pelipis Wartana menjadi bukti bahwa ia sangat terlihat lelah.

Maklum, saat ditemui di Dermaga LCT Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (2/7), ia mengaku kurang tidur.

Pria ini berada di Pelabuhan Gilimanuk dari sejak Selasa (29/6) atau tepatnya sesaat setelah ia mendapat kabar jika putranya Wira Sentana ikut menjadi korban dalam musibah karamnya KMP Yunicee di Selat Bali.  

Baca Juga:  Jasa Raharja Santuni Korban KMP Yunicee Rp 862 Juta

Wira putranya dikabarkan ikut menjadi salah satu korban tenggelam saat hendak kembali ke Bali usai membawa truk dengan muatan kelapa ke Tuban, Jawa Timur.

Namun, karena dalam perjalanan pulang kosong, anaknya (Korban Wira) membawa muatan pakan ternak dari Surabaya. Hingga akhirnya, keluarganya dikabarkan bahwa KMP Yunicee yang ditumpangi korban dinyatakan tenggalam di Selat Bali.

Nama korban, dalam manifes penyeberangan nama Wayan Wira pada nomor urut pertama. Petugas Sar Gabungan juga sudah mencatat sebagai salah satu korban yang dinyatakan masih hilang dan masih dalam proses pencarian.

“Saya tahu kabar (tenggelamnya kapal) dari teman anak saya (Korban Wira) sesama sopir.

Bahkan usai mendapat kabar, tampa pikir panjang, Made Wartana langsung berangkat ke Pelabuhan Gilimanuk. Ia pergi ke Gilimanuk untuk mencari tahun keberadaan anak semata wayangnya.

Baca Juga:  Masuk Usia Rentan, Lolos Skrining, Wabup Sutjindra Suntik Vaksin Lagi

Namun, meski sudah berada di Pelabuhan Gilimanuk sejak tiga hari lalu, Wartana mengaku masih menunggu kabar anaknya. Ia berharap anak laki-laki semata wayangnya bisa pulang dengan selamat. “Sampai sekarang tidak ada kabar,” ujarnya dengan raut sedih.

Untuk itu, ditengah proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan dari unsur TNI dan Polri serta instansi terkait, dirinya dan keluarga menggelar upacara.

Upaya niskala dengan menggelar upacara di Dermaga LCT Pelabuhan Gilimanukdigelar dengan harapan agar korban segera ditemukan.

“Mudah-mudahan bisa segera ditemukan, sehingga keluarga bisa lebih lega,”tukas Wartana.

SUASANA duka dan harap-harap cemas masih menyelimuti para keluarga korban karamnya KMP Yunicee di Perairan Selat Bali, Selasa malam (29/6) lalu.

Salah satunya seperti yang dirasakan keluarga Korban I Wayan Wira Sentana, 36. Sentana yang dikabarkan ikut dalam musibah karamnya kapal Ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali ini juga sampai sekarang belum ditemukan.

M.BASIR, Negara

KESEDIHAN bercampur rasa was-was dirasakan I Made Wartana, 65.

Bahkan wajah pria asal Surabrata, Tabanan, ini tampah sangat layu. Guratan otot di pelipis Wartana menjadi bukti bahwa ia sangat terlihat lelah.

Maklum, saat ditemui di Dermaga LCT Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (2/7), ia mengaku kurang tidur.

Pria ini berada di Pelabuhan Gilimanuk dari sejak Selasa (29/6) atau tepatnya sesaat setelah ia mendapat kabar jika putranya Wira Sentana ikut menjadi korban dalam musibah karamnya KMP Yunicee di Selat Bali.  

Baca Juga:  176 Pejabat Struktural di Pemkab Jembrana Dilantik Jadi Fungsional

Wira putranya dikabarkan ikut menjadi salah satu korban tenggelam saat hendak kembali ke Bali usai membawa truk dengan muatan kelapa ke Tuban, Jawa Timur.

Namun, karena dalam perjalanan pulang kosong, anaknya (Korban Wira) membawa muatan pakan ternak dari Surabaya. Hingga akhirnya, keluarganya dikabarkan bahwa KMP Yunicee yang ditumpangi korban dinyatakan tenggalam di Selat Bali.

Nama korban, dalam manifes penyeberangan nama Wayan Wira pada nomor urut pertama. Petugas Sar Gabungan juga sudah mencatat sebagai salah satu korban yang dinyatakan masih hilang dan masih dalam proses pencarian.

“Saya tahu kabar (tenggelamnya kapal) dari teman anak saya (Korban Wira) sesama sopir.

Bahkan usai mendapat kabar, tampa pikir panjang, Made Wartana langsung berangkat ke Pelabuhan Gilimanuk. Ia pergi ke Gilimanuk untuk mencari tahun keberadaan anak semata wayangnya.

Baca Juga:  TNI AL Kerahkan Dua KRI untuk Evakuasi Korban KMP Yunicee

Namun, meski sudah berada di Pelabuhan Gilimanuk sejak tiga hari lalu, Wartana mengaku masih menunggu kabar anaknya. Ia berharap anak laki-laki semata wayangnya bisa pulang dengan selamat. “Sampai sekarang tidak ada kabar,” ujarnya dengan raut sedih.

Untuk itu, ditengah proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan dari unsur TNI dan Polri serta instansi terkait, dirinya dan keluarga menggelar upacara.

Upaya niskala dengan menggelar upacara di Dermaga LCT Pelabuhan Gilimanukdigelar dengan harapan agar korban segera ditemukan.

“Mudah-mudahan bisa segera ditemukan, sehingga keluarga bisa lebih lega,”tukas Wartana.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/