alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Kuning dan Pecah-pecah, Kualitas Beras Bantuan Kemensos Dikeluhkan

NEGARA – Beras bantuan seberat 5 kilogram dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dikomplain warga atau penerima bantuan di Jembrana, Bali.

Munculnya protes dari para penerima bantuan beras, ini karena kualitas beras bantuan buruk.

Warga mengeluhkan dengan warna beras bantuan Kemensos yang dibungkus dengan karung berlogo merah putih.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, bantuan beras dari Kemensos sebanyak 5 kilogram yang didistribusikan kepada 3000 keluarga penerima manfaat yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) itu berwarna kuning.

Bahkan akibat temuan itu, banyak desa yang belum menyalurkan bantuan beras karena banyaknya keluhan warga yang memprotes kualitas beras.

Bahkan selain berwarna kuning, beras yang sudah terbungkus karung dengan berat masing-masing 5 kilogram juga tampak pecah-pecah pada bulir beras.

Baca Juga:  Parah, Abrasi Pantai Pebuahan Meluas, Dua Tahun Tanpa Ada Penanganan

Sehingga akibat bentuk fisik beras bantuan Kemensos, banyak para penerima ragu menerima dan mengkonsumsi beras.

Terkait munculnya keluhan dan protes warga, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana I Made Dwipayana mengaku telah menerima informasi mengenai beras bantuan dari kementerian social.

Untuk itu, sebagai tindak lanjut, pasca mendapat informasi, pihaknya langsung melakukan pengecekan bersama penyalur beras ke sejumlah desa.

“Sudah cek. Ada beberapa kemasan yang agak kekuningan, tapi baunya biasa,” jelas Dwipayana

Menurut Dwipayana, beras bantuan dari Kemensos yang dibagikan kepada 3.000 KPM tersebut merupakan beras dengan kualitas standar medium.

“Penerimanya 3000 KPM yang masuk dalam DTKS tetapi belum menerima bansos untuk mengurangi dampak sosial bagi keluarga kurang mampu masing-masing 5 kilogram,”tukas Dwipayana.

Baca Juga:  Sinergi Atasi Sampah Plastik, Pemkab Jembrana Galakkan Program STOP

NEGARA – Beras bantuan seberat 5 kilogram dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dikomplain warga atau penerima bantuan di Jembrana, Bali.

Munculnya protes dari para penerima bantuan beras, ini karena kualitas beras bantuan buruk.

Warga mengeluhkan dengan warna beras bantuan Kemensos yang dibungkus dengan karung berlogo merah putih.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, bantuan beras dari Kemensos sebanyak 5 kilogram yang didistribusikan kepada 3000 keluarga penerima manfaat yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) itu berwarna kuning.

Bahkan akibat temuan itu, banyak desa yang belum menyalurkan bantuan beras karena banyaknya keluhan warga yang memprotes kualitas beras.

Bahkan selain berwarna kuning, beras yang sudah terbungkus karung dengan berat masing-masing 5 kilogram juga tampak pecah-pecah pada bulir beras.

Baca Juga:  Sinergi Atasi Sampah Plastik, Pemkab Jembrana Galakkan Program STOP

Sehingga akibat bentuk fisik beras bantuan Kemensos, banyak para penerima ragu menerima dan mengkonsumsi beras.

Terkait munculnya keluhan dan protes warga, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana I Made Dwipayana mengaku telah menerima informasi mengenai beras bantuan dari kementerian social.

Untuk itu, sebagai tindak lanjut, pasca mendapat informasi, pihaknya langsung melakukan pengecekan bersama penyalur beras ke sejumlah desa.

“Sudah cek. Ada beberapa kemasan yang agak kekuningan, tapi baunya biasa,” jelas Dwipayana

Menurut Dwipayana, beras bantuan dari Kemensos yang dibagikan kepada 3.000 KPM tersebut merupakan beras dengan kualitas standar medium.

“Penerimanya 3000 KPM yang masuk dalam DTKS tetapi belum menerima bansos untuk mengurangi dampak sosial bagi keluarga kurang mampu masing-masing 5 kilogram,”tukas Dwipayana.

Baca Juga:  Proyek Kampus Menteri Susi Ngadat, Pendaftaran Taruna Baru Jalan Terus

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/