alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Sempat Diprotes, Warga Pancasari Mendadak Dukung Pengurugan Lahan

SUKASADA – Proses pengurugan di sekitar Danau Buyan, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Dasong, Desa Pancasari, kini didukung oleh warga.

Padahal, pekan lalu warga sempat mempertanyakan proses penanganan usai pengurugan. Terutama penanganan saluran air, agar warga yang tak melakukan pengurugan, tak lagi kebanjiran.

Dukungan itu muncul, setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengumpulkan warga terdampak di Balai Desa Pancasari, Sabtu (31/8) lalu.

Dalam pertemuan itu turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariadi Pribadi, dan Perbekel Pancasari Wayan Darsana.

Salah seorang warga, I Wayan Komiarsa mengatakan, pengurugan itu memang sangat diharapkan oleh warga.

Baca Juga:  Sebulan Lebih Jalani Perawatan di RS, Pasien Corona Akhirnya Sembuh

Terutama pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan Danau Buyan. Sebab lahan tersebut sudah tidak produktif selama bertahun-tahun.

“Setiap musim hujan itu tenggelam. Itu sudah bertahun-tahun tenggelam. Solusinya tanah yang tenggelam itu memang harus diurug. Kalau nggak diurug, sama saja dengan tidak punya tanah,” kata Komiarsa.

Pria yang juga Kelian Banjar Adat Yeh Mas itu juga tak menampik bahwa pengurugan akan menimbulkan dampak negatif.

Salah satunya, warga yang tak melakukan pengurugan, berpotensi kebanjiran pada musim penghujan nanti.

“Makanya kami harap pemerintah cari solusi. Jadi bukannya warga itu menolak. Logika saja, kalau warga tidak mau tanahnya diurug, masa mengajukan permohonan,” imbuhnya.

Bupati Agus Surandyana mengaku mengumpulkan warga untuk membicarakan pembangunan Desa Pancasari secara komprehensif. Mengingat desa itu menjadi daerah resapan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Duh, Ratusan Lampu LED Belum Terpasang

“Membangun Pancasari itu tidak bisa parsial. Tidak bisa bicara stroberi saja, tidak bisa bicara danau saja, tidak bisa bicara hutan saja, harus terintegrasi semua,” kata Agus.

Agus mengaku menyatakan pemerintah tengah menyusun rencana untuk menangani potensi banjir di Desa Pancasari pada musim penghujan nanti. Terutama setelah pengurugan dilakukan.

“Kalau ada (potensi) terendam, kami akan buatkan salurannya. Kita bicarakan bersama dan kita desain bersama,” tegasnya.



SUKASADA – Proses pengurugan di sekitar Danau Buyan, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Dasong, Desa Pancasari, kini didukung oleh warga.

Padahal, pekan lalu warga sempat mempertanyakan proses penanganan usai pengurugan. Terutama penanganan saluran air, agar warga yang tak melakukan pengurugan, tak lagi kebanjiran.

Dukungan itu muncul, setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengumpulkan warga terdampak di Balai Desa Pancasari, Sabtu (31/8) lalu.

Dalam pertemuan itu turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariadi Pribadi, dan Perbekel Pancasari Wayan Darsana.

Salah seorang warga, I Wayan Komiarsa mengatakan, pengurugan itu memang sangat diharapkan oleh warga.

Baca Juga:  Didesak Siapkan Rumah Aman, Pemerintah Buleleng Lempar Handuk

Terutama pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan Danau Buyan. Sebab lahan tersebut sudah tidak produktif selama bertahun-tahun.

“Setiap musim hujan itu tenggelam. Itu sudah bertahun-tahun tenggelam. Solusinya tanah yang tenggelam itu memang harus diurug. Kalau nggak diurug, sama saja dengan tidak punya tanah,” kata Komiarsa.

Pria yang juga Kelian Banjar Adat Yeh Mas itu juga tak menampik bahwa pengurugan akan menimbulkan dampak negatif.

Salah satunya, warga yang tak melakukan pengurugan, berpotensi kebanjiran pada musim penghujan nanti.

“Makanya kami harap pemerintah cari solusi. Jadi bukannya warga itu menolak. Logika saja, kalau warga tidak mau tanahnya diurug, masa mengajukan permohonan,” imbuhnya.

Bupati Agus Surandyana mengaku mengumpulkan warga untuk membicarakan pembangunan Desa Pancasari secara komprehensif. Mengingat desa itu menjadi daerah resapan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Dikontrak BIFA, Status Sewa Lapter Letkol Wisnu Segera Ditinjau Ulang

“Membangun Pancasari itu tidak bisa parsial. Tidak bisa bicara stroberi saja, tidak bisa bicara danau saja, tidak bisa bicara hutan saja, harus terintegrasi semua,” kata Agus.

Agus mengaku menyatakan pemerintah tengah menyusun rencana untuk menangani potensi banjir di Desa Pancasari pada musim penghujan nanti. Terutama setelah pengurugan dilakukan.

“Kalau ada (potensi) terendam, kami akan buatkan salurannya. Kita bicarakan bersama dan kita desain bersama,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/