alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Akui Zona Merah, Koster Tetap Siap Jadi Host Pertemuan Internasional

DENPASAR – Meski mengakui Bali masih masuk zona merah Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster terus berupaya untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan internasional.

 

Salah satu pertemuan internasional itu, yakni menjadi host atau tuan rumah kegiatan Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) atau program pengurangan risiko bencana yang akan dihelat pada tahun 2022 mendatang di Bali. 

 

Dalam upaya itu, Koster menjelaskan bahwa Bali terus berupaya menerapkan apa yang menjadi rekomendasi dari pemerintah pusat, terkait pariwisata aman bencana termasuk dalam menghadapi kondisi terkini Provinsi Bali di tengah pandemi COVID-19.

 

“Saat ini Bali masih berada dalam kawasan zona merah. Namun kami terus memperketat peraturan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelas Koster.

 

Koster berharap, dengan bentuk sinergi dari pemerintah daerah dan kedisiplinan masyarakat, Provinsi Bali dapat terus menekan potensi penularan COVID-19.

 

Sehingga Bali dapat siap dan aman dalam menyelenggarakan kegiatan GPDRR tahun 2022 mendatang.

 

Adapun terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara GPDRR 2022 tersebut, sekaligus menjadi salah satu ruang bagi pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi Bali untuk lebih mempromosikan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana di kancah internasional.

 

“Menjadi suatu kehormatan bagi Indonesia, terutama Bali sebagai tuan rumah kegiatan GPDRR pada tahun 2022 mendatang.

Kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi pariwisata Bali di kancah internasional,” ungkap Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja dalam kegiatan audiensi dengan Gubernur Provinsi Bali di Kediaman Gubernur Provinsi Bali, Denpasar, Bali.

 

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah menunggu keputusan dan kesepakatan dari hasil pengkajian yang menyeluruh, sebab banyak aspek yang harus ditinjau terkait kelayakan penyelenggaraan event berskala internasional ini.

 

Adapun GPDRR merupakan forum multi-pemangku kepentingan dua tahunan yang dibentuk oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam pengurangan risiko bencana.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang ini diperkirakan akan dihadiri oleh 182 negara yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, lembaga non pemerintah, akademisi, sektor wisata dan media.

 

Kegiatan audiensi juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Kepala Biro Hukum Organisasi dan Kerja Sama, Kasubdit Tata Kelola, Kepala Bagian Kerja Sama, Kepala Sub Bagian Kerjasama Internasional dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.



DENPASAR – Meski mengakui Bali masih masuk zona merah Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster terus berupaya untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan internasional.

 

Salah satu pertemuan internasional itu, yakni menjadi host atau tuan rumah kegiatan Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) atau program pengurangan risiko bencana yang akan dihelat pada tahun 2022 mendatang di Bali. 

 

Dalam upaya itu, Koster menjelaskan bahwa Bali terus berupaya menerapkan apa yang menjadi rekomendasi dari pemerintah pusat, terkait pariwisata aman bencana termasuk dalam menghadapi kondisi terkini Provinsi Bali di tengah pandemi COVID-19.

 

“Saat ini Bali masih berada dalam kawasan zona merah. Namun kami terus memperketat peraturan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelas Koster.

 

Koster berharap, dengan bentuk sinergi dari pemerintah daerah dan kedisiplinan masyarakat, Provinsi Bali dapat terus menekan potensi penularan COVID-19.

 

Sehingga Bali dapat siap dan aman dalam menyelenggarakan kegiatan GPDRR tahun 2022 mendatang.

 

Adapun terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara GPDRR 2022 tersebut, sekaligus menjadi salah satu ruang bagi pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi Bali untuk lebih mempromosikan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana di kancah internasional.

 

“Menjadi suatu kehormatan bagi Indonesia, terutama Bali sebagai tuan rumah kegiatan GPDRR pada tahun 2022 mendatang.

Kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi pariwisata Bali di kancah internasional,” ungkap Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja dalam kegiatan audiensi dengan Gubernur Provinsi Bali di Kediaman Gubernur Provinsi Bali, Denpasar, Bali.

 

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah menunggu keputusan dan kesepakatan dari hasil pengkajian yang menyeluruh, sebab banyak aspek yang harus ditinjau terkait kelayakan penyelenggaraan event berskala internasional ini.

 

Adapun GPDRR merupakan forum multi-pemangku kepentingan dua tahunan yang dibentuk oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam pengurangan risiko bencana.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang ini diperkirakan akan dihadiri oleh 182 negara yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, lembaga non pemerintah, akademisi, sektor wisata dan media.

 

Kegiatan audiensi juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Kepala Biro Hukum Organisasi dan Kerja Sama, Kasubdit Tata Kelola, Kepala Bagian Kerja Sama, Kepala Sub Bagian Kerjasama Internasional dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/