alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Kekeringan Makin Meluas, DPRD Jembrana Usulkan Pembuatan Bendungan

NEGARA – Krisis air bersih dan musibah kekeringan yang terjadi di Jembrana  akibat musim kemarau panjang menuai perhatian dari DPRD Jembrana.

Pihak dewan meminta agar musibah kekerigan terparah ini bisa segera dicarikan solusi.

Seperti disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama. Menurutnya, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kekeringan di Jembrana kali ini merupakan kekeringan terparah.

Pasalnya, selain menyebabkan krisis air bersih, pengairan untuk pertanian juga mengalami penurunan sehingga banyak petani yang mengeluh karena terancam gagal panen.

“Untuk solusi kedepan, perlu kajian mendalam penanggulangan air bersih ini,” ujarnya kemarin (1/11).

Sebagai salah satu upaya jangka pendek mengatasi krisis air ini, terutama untuk air bersih mendorong eksekutif memberikan pelayanan maksimal menyalurkan air bersih. Semua sumberdaya dikerahkan, mulai dari BPBD, PDAM dan Satpol PP dikerahkan untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih.

Namun untuk solusi jangka panjangnya, dari kajian DPRD perlu ada tempat untuk menampung air baku dengan membuat bendung-bendung lain dan memperbaiki bendung lain yang sedimentasinya sudah parah pengerukan. Karena selain untuk mengantisipasi banjir, bendung ini untuk mencukupi kebutuhan air baku.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Bali Penida.

Hasilnya, untuk penyediaan air baku perlu dibuat model bendung-bendung kecil untuk sumber-sumber mata air kecil. “Terakhir dibuat bak reservoar di hilir yang bisa digunakan untuk pengairan dan air baku, sehingga ketika air melimpah tidak terbuang,” ujarnya.

Disamping itu, upaya untuk reboisasi perlu digalakkan. Ini karena, hutan di utara Jembrana sudah gundul, sehingga harus dilakukan penanaman kembali hutan dengan tanaman yang kuat dan mampu menyerap air.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi yang menyiapkan penanaman kembali hutan yang gundul. ”Kalau membutuhkan tanaman untuk reboisasi hutan, kabupaten membuat usulan pada kehutanan provinsi untuk menanam pohon,” ungkapnya.

Susrama berharap masyarakat juga bersama-sama menjaga hutan agar tetap asri. Penebangan hutan atau illegal logging harus segera dihentikan, masyarakat juga harus ikut mengawasi. 



NEGARA – Krisis air bersih dan musibah kekeringan yang terjadi di Jembrana  akibat musim kemarau panjang menuai perhatian dari DPRD Jembrana.

Pihak dewan meminta agar musibah kekerigan terparah ini bisa segera dicarikan solusi.

Seperti disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama. Menurutnya, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kekeringan di Jembrana kali ini merupakan kekeringan terparah.

Pasalnya, selain menyebabkan krisis air bersih, pengairan untuk pertanian juga mengalami penurunan sehingga banyak petani yang mengeluh karena terancam gagal panen.

“Untuk solusi kedepan, perlu kajian mendalam penanggulangan air bersih ini,” ujarnya kemarin (1/11).

Sebagai salah satu upaya jangka pendek mengatasi krisis air ini, terutama untuk air bersih mendorong eksekutif memberikan pelayanan maksimal menyalurkan air bersih. Semua sumberdaya dikerahkan, mulai dari BPBD, PDAM dan Satpol PP dikerahkan untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih.

Namun untuk solusi jangka panjangnya, dari kajian DPRD perlu ada tempat untuk menampung air baku dengan membuat bendung-bendung lain dan memperbaiki bendung lain yang sedimentasinya sudah parah pengerukan. Karena selain untuk mengantisipasi banjir, bendung ini untuk mencukupi kebutuhan air baku.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Bali Penida.

Hasilnya, untuk penyediaan air baku perlu dibuat model bendung-bendung kecil untuk sumber-sumber mata air kecil. “Terakhir dibuat bak reservoar di hilir yang bisa digunakan untuk pengairan dan air baku, sehingga ketika air melimpah tidak terbuang,” ujarnya.

Disamping itu, upaya untuk reboisasi perlu digalakkan. Ini karena, hutan di utara Jembrana sudah gundul, sehingga harus dilakukan penanaman kembali hutan dengan tanaman yang kuat dan mampu menyerap air.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi yang menyiapkan penanaman kembali hutan yang gundul. ”Kalau membutuhkan tanaman untuk reboisasi hutan, kabupaten membuat usulan pada kehutanan provinsi untuk menanam pohon,” ungkapnya.

Susrama berharap masyarakat juga bersama-sama menjaga hutan agar tetap asri. Penebangan hutan atau illegal logging harus segera dihentikan, masyarakat juga harus ikut mengawasi. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/