alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Dewan Badung Minta Proyek Jalan Lingkar Selatan Diminta Dilanjutkan

MANGUPURA – Proyek Jalan Lingkar Selatan, Badung belakangan mandek.

 

Atas mandeknya proyek jalan lingkar, kalangan DPRD Badung meminta untuk kembali melanjutkan proyek tersebut.

 

Sebab, dewan Badung berkeyakinan, kehadiran jalan lingkar tersebut nantinya bisa berdampak untuk lebih menggeliatkan perekonomian masyarakat di Badung.

 

Hal itu seperti disampaikan Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, Selasa (2/11).

 

Menurutnya Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) merupakan solusi yang dapat ditempuh dalam mewujudkan proyek tersebut.

 

“Jika proyek ini (jalan lingkar) jalan, otomatis ekonomi juga bergerak, karena menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Kami mendorong proyek ini dilanjutkan jangan ditunda-tunda,” ujar terang politisi asal Dalung, Kuta Utara ini. 

Baca Juga:  Badung Segera Salurkan BST Bagi Masyarakatnya yang Paling Terdampak

 

Kata dia, terkait kendala pembebasan lahan dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan dana KPBU.

 

Selain itu juga tetap fokus pada penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

 

“Saya sebagai Ketua DPRD terus mendorong pemerintah agar proyek ini bisa terwujud.

 

Pada 8 Agustus 2021 lalu kami telah menandatangi MoU terkait KPBU. Kami sudah menyetujui yang mana proyek-proyek yang akan menggunakan KPBU.

 

Silahkan segera digarap jangan ditunda, kalau ada persoalan segera selesaikan,” tegas Sekretaris DPC PDIP Badung ini.

 

Pihaknya optimistis kehadiran jalan lingkar tersebut. Karena menurutnya, akses jalan lingkar ini akan menjadi salah satu daya tarik wisata baru. Sehingga nantinya dapat mengeliatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Tak Lagi Sejalan, Caleg Terpilih Dapil Klungkung Digugat Cerai Suami

 

“Kami berharap segara difollow up,” tegasnya.

 

Seperti diketahui anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp 700 miliar, dalam perencanaannya masuk dalam APBD tahun 2022.

 

Namun, sebelumnya Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan Badung belum bisa direalisasikan pada APBD tahun 2022.

 

“Yang jelas proyek Jalan Lingkar Selatan Badung tidak berhenti, hanya tertunda hingga kondisi anggaran memungkinkan. Bapak bupati juga sudah terus mencari terobosan dan solusi terkait pembebasan lahan,” pungkasnya.



MANGUPURA – Proyek Jalan Lingkar Selatan, Badung belakangan mandek.

 

Atas mandeknya proyek jalan lingkar, kalangan DPRD Badung meminta untuk kembali melanjutkan proyek tersebut.

 

Sebab, dewan Badung berkeyakinan, kehadiran jalan lingkar tersebut nantinya bisa berdampak untuk lebih menggeliatkan perekonomian masyarakat di Badung.

 

Hal itu seperti disampaikan Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, Selasa (2/11).

 

Menurutnya Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) merupakan solusi yang dapat ditempuh dalam mewujudkan proyek tersebut.

 

“Jika proyek ini (jalan lingkar) jalan, otomatis ekonomi juga bergerak, karena menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Kami mendorong proyek ini dilanjutkan jangan ditunda-tunda,” ujar terang politisi asal Dalung, Kuta Utara ini. 

Baca Juga:  CATAT! Proyek Jalan Lingkar tetap Dibutuhkan

 

Kata dia, terkait kendala pembebasan lahan dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan dana KPBU.

 

Selain itu juga tetap fokus pada penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

 

“Saya sebagai Ketua DPRD terus mendorong pemerintah agar proyek ini bisa terwujud.

 

Pada 8 Agustus 2021 lalu kami telah menandatangi MoU terkait KPBU. Kami sudah menyetujui yang mana proyek-proyek yang akan menggunakan KPBU.

 

Silahkan segera digarap jangan ditunda, kalau ada persoalan segera selesaikan,” tegas Sekretaris DPC PDIP Badung ini.

 

Pihaknya optimistis kehadiran jalan lingkar tersebut. Karena menurutnya, akses jalan lingkar ini akan menjadi salah satu daya tarik wisata baru. Sehingga nantinya dapat mengeliatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Sampah di TPS Liar Makin Menggunung, DLH Buleleng Sewot Bukan Main

 

“Kami berharap segara difollow up,” tegasnya.

 

Seperti diketahui anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp 700 miliar, dalam perencanaannya masuk dalam APBD tahun 2022.

 

Namun, sebelumnya Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan anggaran pembebasan lahan proyek Jalan Lingkar Selatan Badung belum bisa direalisasikan pada APBD tahun 2022.

 

“Yang jelas proyek Jalan Lingkar Selatan Badung tidak berhenti, hanya tertunda hingga kondisi anggaran memungkinkan. Bapak bupati juga sudah terus mencari terobosan dan solusi terkait pembebasan lahan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/