alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Pedagang Terminal Seraya Direlokasi, Lahan Parkir Jadi Persoalan Baru

AMLAPURA- Ratusan pedagang di bekas terminal Seraya dipindahkan di areal Pasar Amlapura Barat pada Senin (1/11). Ratusan pedagang tersebut memadati kawasan basement.

 

Pantauan di lapangan pada Senin kemarin, ratusan pedagang pasar pagi yang didominasi pedagang sayur dan bahan dapur masih kelimpungan. Mengingat Senin kemarin menjadi awal bagi para pedagang untuk menyesuaikan diri dan tempat di lokasi yang baru. Sebelumnya mereka berjualan di areal terminal Seraya yang ada di Jalan Kesatrian.

 

Sementara di Jalan Kesatrian yang biasanya pada dini hari hingga pagi cukup krodit dan kerap menimbulkan kemacetan, kini mulai lengang. Sejumlah petugas Satpol PP, Dishub dan Disperindag Karangasem terlihat ikut melihat proses awal relokasi para pedagang ke Pasar Amlapura Barat.

 

Hanya saja, persoalan parkir menjadi masalah baru. Lahan yang tersedia tak mampu menampung jumlah kendaraan antara pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan sejumlahkendaraan terlihat parkir di badan jalan. Terlebih dengan keberadaan pedagang bermobil pada waktu-waktu tertentu. Tak sedikit pengunjung dan pedagang yang mengeluhkan hal tersebut.

 

Salah seorang pedagang sayur yakni Dayu, mengaku cukup senang dengan tempat baru. Karena dari segi kebersihan dan terakomodir menjadi satu. “Di sini (Pasar Amlapura Barat) itu tidak becek. Lebih nyaman, ketimbang di Terminal Seraya. Tapi parkirnya susah,” tuturnya.

 

Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, I Gede Loka Santika mengungkapkan pertimbangan relokasi pedagang pasar di terminal Seraya itu untuk menjaga ketertiban arus lalu lintas di Jalan Kesatrian. Selain itu, pertimbanga lainnya, ketika para pedagang yang dipindah ke Pasar Amlapura Barat itu bisa dipungut retribusi, sehingga ada pemasukan ke daerah. “Kalau selama ini mereka berjualan di terminal Seraya tidak berani kami memungut retribusi. Kalau sekarang baru bisa dipungut,” jelasnya.

 

Namun, sejumlah pedagang yang berjualan di terminal Seraya selama ini mengaku tetap dipungut retribusi sebesar Rp 2.000 per pedagang. “Untuk itu kami tidak tahu. Yang jelas selama ini kami dari Pemkab tidak ada pungutan retribusi selama mereka berjualan di terminal Seraya itu,” akunya.

 

Disinggung soal lahan parkir, Loka mengatakan secara kajian yang dilakukan antara pihaknya dengan Dishub, areal parkir di Pasar Amlapura Barat cukup menampung kendaraan. “Itu karena ada pedagang bermobil. Tapi keberadaan pedagang bermodil ini kan tentatif. Karena kan pas lagi beteng (pasaran) itu meningkat. Kalau tidak beteng, itu cukup,” katanya.

  

Dari pendataan Disperindag Karangasem, total pedagang yang direlokasi sebanyak 126 orang. Mereka disediakan tempat sesuai komoditi yang dijual. “Meraka sudah memiliki tempat masing-masing,” imbuh Loka.

 

Dengan adanya relokasi pedagang terminal Seraya ke pasar Amlapura Barat itu, pihaknya optimis target retribusi 16 pasar sebesar Rp 3,6 miliar di tahun ini bisa tercapai. “Kemungkinan bisa melampaui. Sehingga tahun depan kami bisa memasang target lebih besar,” tandasnya.

 



AMLAPURA- Ratusan pedagang di bekas terminal Seraya dipindahkan di areal Pasar Amlapura Barat pada Senin (1/11). Ratusan pedagang tersebut memadati kawasan basement.

 

Pantauan di lapangan pada Senin kemarin, ratusan pedagang pasar pagi yang didominasi pedagang sayur dan bahan dapur masih kelimpungan. Mengingat Senin kemarin menjadi awal bagi para pedagang untuk menyesuaikan diri dan tempat di lokasi yang baru. Sebelumnya mereka berjualan di areal terminal Seraya yang ada di Jalan Kesatrian.

 

Sementara di Jalan Kesatrian yang biasanya pada dini hari hingga pagi cukup krodit dan kerap menimbulkan kemacetan, kini mulai lengang. Sejumlah petugas Satpol PP, Dishub dan Disperindag Karangasem terlihat ikut melihat proses awal relokasi para pedagang ke Pasar Amlapura Barat.

 

Hanya saja, persoalan parkir menjadi masalah baru. Lahan yang tersedia tak mampu menampung jumlah kendaraan antara pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan sejumlahkendaraan terlihat parkir di badan jalan. Terlebih dengan keberadaan pedagang bermobil pada waktu-waktu tertentu. Tak sedikit pengunjung dan pedagang yang mengeluhkan hal tersebut.

 

Salah seorang pedagang sayur yakni Dayu, mengaku cukup senang dengan tempat baru. Karena dari segi kebersihan dan terakomodir menjadi satu. “Di sini (Pasar Amlapura Barat) itu tidak becek. Lebih nyaman, ketimbang di Terminal Seraya. Tapi parkirnya susah,” tuturnya.

 

Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, I Gede Loka Santika mengungkapkan pertimbangan relokasi pedagang pasar di terminal Seraya itu untuk menjaga ketertiban arus lalu lintas di Jalan Kesatrian. Selain itu, pertimbanga lainnya, ketika para pedagang yang dipindah ke Pasar Amlapura Barat itu bisa dipungut retribusi, sehingga ada pemasukan ke daerah. “Kalau selama ini mereka berjualan di terminal Seraya tidak berani kami memungut retribusi. Kalau sekarang baru bisa dipungut,” jelasnya.

 

Namun, sejumlah pedagang yang berjualan di terminal Seraya selama ini mengaku tetap dipungut retribusi sebesar Rp 2.000 per pedagang. “Untuk itu kami tidak tahu. Yang jelas selama ini kami dari Pemkab tidak ada pungutan retribusi selama mereka berjualan di terminal Seraya itu,” akunya.

 

Disinggung soal lahan parkir, Loka mengatakan secara kajian yang dilakukan antara pihaknya dengan Dishub, areal parkir di Pasar Amlapura Barat cukup menampung kendaraan. “Itu karena ada pedagang bermobil. Tapi keberadaan pedagang bermodil ini kan tentatif. Karena kan pas lagi beteng (pasaran) itu meningkat. Kalau tidak beteng, itu cukup,” katanya.

  

Dari pendataan Disperindag Karangasem, total pedagang yang direlokasi sebanyak 126 orang. Mereka disediakan tempat sesuai komoditi yang dijual. “Meraka sudah memiliki tempat masing-masing,” imbuh Loka.

 

Dengan adanya relokasi pedagang terminal Seraya ke pasar Amlapura Barat itu, pihaknya optimis target retribusi 16 pasar sebesar Rp 3,6 miliar di tahun ini bisa tercapai. “Kemungkinan bisa melampaui. Sehingga tahun depan kami bisa memasang target lebih besar,” tandasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/