alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Material Lava Vulkanik Penuhi Sepertiga Kawah Pemicu Cahaya Merah

RadarBali.com – Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengestimasi sepertiga kawah Gunung Agung berdiameter 900 meter dengan kedalaman 200 meter sudah terisi material lava vulkanik.

Penegasan tersebut disampaikan berdasarkan citra Satelit Himawari serta rekaman seismik, deformasi, dan geokimia.

Saat ini, jelasnya, magma dalam proses keluar memenuhi lantai kawah Gunung Agung. Cahaya merah (glow) yang terpancar di puncak gunung setinggi 3.142 mdpl itu, ungkapnya, mengindikasikan magma di dalam kawah sangat panas.

Terkait kondisi Gunung Agung yang Jumat (1/12) tampak tenang, Suantika menyatakan tidak setuju. Dirinya bahkan menekankan kondisi Gunung Agung saat ini masih dalam fase kritis.

Baca Juga:  Usir Stres dan Rasa Bosan, Pengungsi Asal Kubu Bikin Kerajinan Perasok

Salah satu indikasinya adalah tremor besar dengan amplitudo 2-23 mm (dominan 21 mm) pada pukul 16.42 hingga 17.16.

Tremor terus-menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).  Menurutnya, status awas (level IV) masih melekat pada Gunung Agung yang kemarin teramati dihiasi awan putih dengan intensitas tebal setinggi 2.000 meter di puncak kawah dan condong ke arah timur-tenggara tersebut.

Oleh karena itu, tetap tidak boleh ada aktivitas apapun di radius 8 km perluasan sektoral 10 km di sisi utara-timur laut dan tenggara selatan-barat daya itu.

“Kita pantau terus perkembangnya. Walau sekarang relatif menurun, kita tidak bisa menilai Gunung Agung mereda sepenuhnya. Harus diikuti dengan data-data lain secara berlahan,” tegasnya.

Baca Juga:  Keterlaluan, Tanaman Hias di RTH Bung Karno Digondol Maling


RadarBali.com – Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengestimasi sepertiga kawah Gunung Agung berdiameter 900 meter dengan kedalaman 200 meter sudah terisi material lava vulkanik.

Penegasan tersebut disampaikan berdasarkan citra Satelit Himawari serta rekaman seismik, deformasi, dan geokimia.

Saat ini, jelasnya, magma dalam proses keluar memenuhi lantai kawah Gunung Agung. Cahaya merah (glow) yang terpancar di puncak gunung setinggi 3.142 mdpl itu, ungkapnya, mengindikasikan magma di dalam kawah sangat panas.

Terkait kondisi Gunung Agung yang Jumat (1/12) tampak tenang, Suantika menyatakan tidak setuju. Dirinya bahkan menekankan kondisi Gunung Agung saat ini masih dalam fase kritis.

Baca Juga:  6 Pura Kuno di Tabanan Kini Berstatus Situs Cagar Budaya

Salah satu indikasinya adalah tremor besar dengan amplitudo 2-23 mm (dominan 21 mm) pada pukul 16.42 hingga 17.16.

Tremor terus-menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).  Menurutnya, status awas (level IV) masih melekat pada Gunung Agung yang kemarin teramati dihiasi awan putih dengan intensitas tebal setinggi 2.000 meter di puncak kawah dan condong ke arah timur-tenggara tersebut.

Oleh karena itu, tetap tidak boleh ada aktivitas apapun di radius 8 km perluasan sektoral 10 km di sisi utara-timur laut dan tenggara selatan-barat daya itu.

“Kita pantau terus perkembangnya. Walau sekarang relatif menurun, kita tidak bisa menilai Gunung Agung mereda sepenuhnya. Harus diikuti dengan data-data lain secara berlahan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tarif PBB P2 Berubah, Desakan Tinjau Ulang NJOP Mencuat

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/