alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Undiksha Ambil Alih Akbid, Jadi Embrio Prodi Kedokteran

RadarBali.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja akan mengambil alih pengelolaan UPT. Akademi Kebidanan (Akbid) Pemprov Bali.

Undiksha melakukan ambil alih, karena Pemprov Bali tak boleh lagi mengelola pendidikan tinggi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Proses integrasi Akbid Pemprov Bali dengan Undiksha pun disambut baik civitas akademika Undiksha.

Mereka optimistis Akbid akan menjadi embrio program studi pendidikan kedokteran yang dicanangkan sejak lama.

Sesuai undang-undang, seluruh lembaga pendidikan tinggi yang dikelola pemerintah daerah, wajib diserahkan pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan (Kemenristek Dikti).

Selanjutnya lembaga pendidikan tinggi itu akan dikelola oleh lembaga pendidikan tinggi terdekat. Akbid yang berada di Singaraja, otomatis akan dikelola Undiksha

Baca Juga:  Izin Lengkap, Karantina Izinkan Sapi Bali Menyeberang ke Pulau Jawa

Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel mengatakan, proses integrasi Akbid sudah disepakati dengan Pemprov Bali.

Rencananya seluruh aset akbid akan diserahkan pada Kamis (7/12) pekan depan. Sehingga pada pengujung tahun, Akbid sudah dikelola secara penuh oleh Undiksha.

“Itu semuanya diintegrasikan. Bukan hanya izin, mahasiswa, dosen atau tenaga pengajar, administrasi, gedung, mobil, semua sak kecoaknya. Istilah overhaul lah itu. Semua diserahkan ke kami,” kata Dr Jampel.

Begitu dikelola Undiksha, Akbid akan menjadi salah satu program studi yang bernaung di bawah Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK).

Rektorat tidak membentuk fakultas baru, karena memandang FOK sudah cukup linier dengan program studi kebidanan.

Pada awal 2018 mendatang, rektorat menargetkan agar Akbid – yang nantinya menjadi prodi kebidanan – melakukan akreditasi ulang.

Baca Juga:  Covid di Jembrana Tak Kunjung Turun, Mayoritas Hasil Pelacakan Kontak

Saat ini statusnya masih akreditasi C, sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas agar mendapat status akreditas yang lebh baik.

Lebih lanjut Jampel mengatakan, seluruh proses perkuliahan akan tetap dilakukan di Kampus Akbid Kelurahan Banjar Tegal.

Rektorat hanya tinggal menyiapkan susunan kepala program studi, sekretaris, pengelola lab, serta sejumlah pejabat structural lainnya. Termasuk kesiapan dana.

“Nanti masalah dana, kebidanan langsung di bawah rektorat. Pengelolaan secara akademik di bawah FOK. Kalau pengelolaan dana langsung di fakultas, bisa jadi beban,” imbuhnya.

Terintegrasinya Akbid ke Undiksha Singaraja, diyakini akan memuluskan langkah Undiksha membentuk program studi pendidikan kedokteran.

 “Setelah integrasi, ini akan jadi embrio pendidikan kedokteran di Undiksha. Kemenristek juga sudah mendukung agar program pendidikan kedokteran ini dibuka kembali,” tandasnya



RadarBali.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja akan mengambil alih pengelolaan UPT. Akademi Kebidanan (Akbid) Pemprov Bali.

Undiksha melakukan ambil alih, karena Pemprov Bali tak boleh lagi mengelola pendidikan tinggi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Proses integrasi Akbid Pemprov Bali dengan Undiksha pun disambut baik civitas akademika Undiksha.

Mereka optimistis Akbid akan menjadi embrio program studi pendidikan kedokteran yang dicanangkan sejak lama.

Sesuai undang-undang, seluruh lembaga pendidikan tinggi yang dikelola pemerintah daerah, wajib diserahkan pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan (Kemenristek Dikti).

Selanjutnya lembaga pendidikan tinggi itu akan dikelola oleh lembaga pendidikan tinggi terdekat. Akbid yang berada di Singaraja, otomatis akan dikelola Undiksha

Baca Juga:  Undiksha Kukuhkan Tiga Guru Besar, Begini Pesan Khusus Prof Jampel…

Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel mengatakan, proses integrasi Akbid sudah disepakati dengan Pemprov Bali.

Rencananya seluruh aset akbid akan diserahkan pada Kamis (7/12) pekan depan. Sehingga pada pengujung tahun, Akbid sudah dikelola secara penuh oleh Undiksha.

“Itu semuanya diintegrasikan. Bukan hanya izin, mahasiswa, dosen atau tenaga pengajar, administrasi, gedung, mobil, semua sak kecoaknya. Istilah overhaul lah itu. Semua diserahkan ke kami,” kata Dr Jampel.

Begitu dikelola Undiksha, Akbid akan menjadi salah satu program studi yang bernaung di bawah Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK).

Rektorat tidak membentuk fakultas baru, karena memandang FOK sudah cukup linier dengan program studi kebidanan.

Pada awal 2018 mendatang, rektorat menargetkan agar Akbid – yang nantinya menjadi prodi kebidanan – melakukan akreditasi ulang.

Baca Juga:  DPP LDII: Sejarah Besar Mochtar Kusumaatmadja Ubah Sejarah Laut Dunia

Saat ini statusnya masih akreditasi C, sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas agar mendapat status akreditas yang lebh baik.

Lebih lanjut Jampel mengatakan, seluruh proses perkuliahan akan tetap dilakukan di Kampus Akbid Kelurahan Banjar Tegal.

Rektorat hanya tinggal menyiapkan susunan kepala program studi, sekretaris, pengelola lab, serta sejumlah pejabat structural lainnya. Termasuk kesiapan dana.

“Nanti masalah dana, kebidanan langsung di bawah rektorat. Pengelolaan secara akademik di bawah FOK. Kalau pengelolaan dana langsung di fakultas, bisa jadi beban,” imbuhnya.

Terintegrasinya Akbid ke Undiksha Singaraja, diyakini akan memuluskan langkah Undiksha membentuk program studi pendidikan kedokteran.

 “Setelah integrasi, ini akan jadi embrio pendidikan kedokteran di Undiksha. Kemenristek juga sudah mendukung agar program pendidikan kedokteran ini dibuka kembali,” tandasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/