alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Fakta Baru! Dokter di RSUD Gema Santi Bukan Mundur, Tapi Diberhentikan

DENPASAR-Kabar heboh pengunduran dokter spesialis kandungan dan kebidanan di RS Pratama (RSUD Gema Santi) di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali menuai reaksi dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali.    

Pihak Pemprov Bali melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali akhirnya angkat bicara terkait mundurnya dokter spesialis kandungan dan kebidanan karena alasan digaji kecil.

Pengunduran diri dokter spesialis tersebut secara resmi dilayangkan yang bersangkutan pada tanggal 1 Desember 2021 kemarin ke pihak RSUD Gema Santi, Nusa Penida.

Menyikapi kabar dan simpang siur alasan pengunduran dokter di RSUD Gema Santi, Kepala Diskes Bali dr Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi mengaku sangat heran.

Dr Suarjaya heran karena antara fakta dan kabar yang beredar sangat berbeda jauh.

Baca Juga:  Ribuan Ortu di Klungkung Tak Beri Izin Pembelajaran Tatap Muka

Menurutnya, dokter spesialis kandungan dan kebidanan tersebut dikatakan bukan mengundurkan diri karena gaji kecil. Melainkan dokter tersebut tidak lagi bertugas di RS Pratama Nusa Penida karena diberhentikan.

“Jadi, dia mundur bukan karena gaji kecil, tetapi karena tidak displin,”tegas kadiskes saat dikonfirmasi radarbali.id pada Kamis (2/12/2021).

Lantaran tidak disiplin, imbuh dr Suarjaya, selaku pimpinan RS, Direktur RSUD Gema Santi kemudian meminta yang bersangkutan untuk diberhentikan.

“Karena tidak disiplin Direktur Rumah Sakit meminta untuk diberhentikan,” tukas dr Suarjaya


DENPASAR-Kabar heboh pengunduran dokter spesialis kandungan dan kebidanan di RS Pratama (RSUD Gema Santi) di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali menuai reaksi dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali.    

Pihak Pemprov Bali melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali akhirnya angkat bicara terkait mundurnya dokter spesialis kandungan dan kebidanan karena alasan digaji kecil.

Pengunduran diri dokter spesialis tersebut secara resmi dilayangkan yang bersangkutan pada tanggal 1 Desember 2021 kemarin ke pihak RSUD Gema Santi, Nusa Penida.

Menyikapi kabar dan simpang siur alasan pengunduran dokter di RSUD Gema Santi, Kepala Diskes Bali dr Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi mengaku sangat heran.

Dr Suarjaya heran karena antara fakta dan kabar yang beredar sangat berbeda jauh.

Baca Juga:  Ubah Ukuran Bak, Belasan Truk di Buleleng Langsung Kena Semprit

Menurutnya, dokter spesialis kandungan dan kebidanan tersebut dikatakan bukan mengundurkan diri karena gaji kecil. Melainkan dokter tersebut tidak lagi bertugas di RS Pratama Nusa Penida karena diberhentikan.

“Jadi, dia mundur bukan karena gaji kecil, tetapi karena tidak displin,”tegas kadiskes saat dikonfirmasi radarbali.id pada Kamis (2/12/2021).

Lantaran tidak disiplin, imbuh dr Suarjaya, selaku pimpinan RS, Direktur RSUD Gema Santi kemudian meminta yang bersangkutan untuk diberhentikan.

“Karena tidak disiplin Direktur Rumah Sakit meminta untuk diberhentikan,” tukas dr Suarjaya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/