alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pabrik Porang di Tabanan akan Dibangun di Batungsel Pupuan

Setelah adanya permintaan dari kalangan petani porang di Tabanan, Pemkab Tabanan akan membangun pabrik pengolahan porang di Pupuan, Tabanan.

JULIADI, Tabanan

KABUPATEN Tabanan rencananya akan mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp23 miliar untuk membangunn pabrik pengolahan porang. Belum dipastikan pengolahan yang dimaksud apakah hanya dalam bentuk chips (keripik) atau sampai pada pembuatan tepung glukomanan.

 

Terlepas dari itu, rencananya pabrik porang itu akan dibangun di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan pada tahun 2022.

 

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan I Gede Urip Gunawan, dikonfirmasi Rabu (1/12) menjelaskan, dari Rp23 miliar, untuk bangun fisik sekitar Rp20 miliar dan nonfisiknya Rp3 miliar.

Baca Juga:  Dua Ranperda Disahkan Menjadi Perda

 

Kepala Disperindag Tabanan I Nyoman Santika menegaskan, tahapan pembangunan pabrik porang ini masih berproses di pusat. Santika mengatakan, lokasi pembangunan pabrik porang ini berada di daerah Desa Batungsel, Pupuan Tabanan yang menggunakan lahan milik Pemkab Tabanan. Luas areal itu sekitar 50 hektare.

 

“Kalau untuk pembangunannya tahun 2022,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menambahkan, Pemkab Tabanan sebelumnya melalui Dinas Perindsutrian dan Perdagangan bersama dengan Kementerian Perindustian dan Perdagangan sejauh ini menyusun soal pembangunan pabrik porang tersebut.

 

“Harapan kami hasil porang dari Tabanan dan Bali umumnya dapat diolah di pabrik ini. Dan bisa langsung diekspor,” kata Budana.

 

Budana juga menyebut sebelum disetujui usulan pembangunan pabrik porang tersebut pihaknya bersama dengan tim Pemkab Tabanan dan Disperindag telah melakukan survey soal pabrik porang di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Nelayan di Tukadmungga, Buleleng Dapat Bantuan Perahu

 

Survey di sini dimaksud untuk mengetahui jelas bagaimana proses pengolahn pabrik porang hingga berapa jumlah porang yang bisa diserap dan diolah.

Untuk Tabanan sendiri secara keseluruhan luas areal tanaman porang di Tabanan mencapai 939 hektare. Namun budidaya tanaman porang terbesar berada di daerah Selemadeg Barat termasuk Pupuan dengan luas areal tanam 439 hektare.

 

“Petani di Tabanan mengembangkan tanaman porang dengan pola tanam tumpang sari. Menanam tanaman porang disela-sela tanaman kopi dan coklat. Kalau pola tanam monokultur hanya beberapa hektare saja,” ungkap Budana dihubungi via sambungan telepon.

- Advertisement -

- Advertisement -

Setelah adanya permintaan dari kalangan petani porang di Tabanan, Pemkab Tabanan akan membangun pabrik pengolahan porang di Pupuan, Tabanan.

JULIADI, Tabanan


KABUPATEN Tabanan rencananya akan mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp23 miliar untuk membangunn pabrik pengolahan porang. Belum dipastikan pengolahan yang dimaksud apakah hanya dalam bentuk chips (keripik) atau sampai pada pembuatan tepung glukomanan.

 

Terlepas dari itu, rencananya pabrik porang itu akan dibangun di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan pada tahun 2022.

 

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan I Gede Urip Gunawan, dikonfirmasi Rabu (1/12) menjelaskan, dari Rp23 miliar, untuk bangun fisik sekitar Rp20 miliar dan nonfisiknya Rp3 miliar.

Baca Juga:  Digerojok Rp10 M dari Provinsi, Proyek GOR Debes Tabanan Digas Lagi

 

Kepala Disperindag Tabanan I Nyoman Santika menegaskan, tahapan pembangunan pabrik porang ini masih berproses di pusat. Santika mengatakan, lokasi pembangunan pabrik porang ini berada di daerah Desa Batungsel, Pupuan Tabanan yang menggunakan lahan milik Pemkab Tabanan. Luas areal itu sekitar 50 hektare.

 

“Kalau untuk pembangunannya tahun 2022,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menambahkan, Pemkab Tabanan sebelumnya melalui Dinas Perindsutrian dan Perdagangan bersama dengan Kementerian Perindustian dan Perdagangan sejauh ini menyusun soal pembangunan pabrik porang tersebut.

 

“Harapan kami hasil porang dari Tabanan dan Bali umumnya dapat diolah di pabrik ini. Dan bisa langsung diekspor,” kata Budana.

 

Budana juga menyebut sebelum disetujui usulan pembangunan pabrik porang tersebut pihaknya bersama dengan tim Pemkab Tabanan dan Disperindag telah melakukan survey soal pabrik porang di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  Nelayan di Tukadmungga, Buleleng Dapat Bantuan Perahu

 

Survey di sini dimaksud untuk mengetahui jelas bagaimana proses pengolahn pabrik porang hingga berapa jumlah porang yang bisa diserap dan diolah.

Untuk Tabanan sendiri secara keseluruhan luas areal tanaman porang di Tabanan mencapai 939 hektare. Namun budidaya tanaman porang terbesar berada di daerah Selemadeg Barat termasuk Pupuan dengan luas areal tanam 439 hektare.

 

“Petani di Tabanan mengembangkan tanaman porang dengan pola tanam tumpang sari. Menanam tanaman porang disela-sela tanaman kopi dan coklat. Kalau pola tanam monokultur hanya beberapa hektare saja,” ungkap Budana dihubungi via sambungan telepon.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/