alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ternyata Dokter yang Diberhentikan di RSUD Gema Santi Tukang Bolos

SEMPAT mengundang simpati banyak pihak, kedok dokter spesialis obgyn (obsteri dan gynekologi) di RSUD Gema Santi Nusa Penida yang sebelumnya mengaku mengundurkan diri karena alasan mendapat gaji kecil berbalik jadi bahan bully-an.

Tak hanya tidak disiplin dengan melayani pasien via on call atau sambungan telepon dan jarang berada di RS saat jaga sore dan malam. Namun fakta baru, dokter ini juga dikatakan jarang masuk alias tukang bolos. Benarkah?

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

SEPERTI TERUNGKAP dalam surat bernomor 800/911/RSUD.GSNP/2021.

Sesuai surat dokter Dokter tersebut dianggap tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kerja non PNS di UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida.

Baca Juga:  Jembrana Kembali Raih WTP

Ada dua hal yang terungkap dalam surat tersebut.

Salah satunya, dokter spesialis tersebut tidak berada dalam wilayah Nusa Penida saat jaga sore maupun jaga malam.

Sehingga pelayanan hanya dilaksanakan on call atau via telepon yang mengakibatkan pasien dirujuk bilamana memerlukan tindakan spesialistik

Maka, untuk menjaga mutu pelayanan, kejelasan pelayanan dan citra UPTD. RSUD Gema Santi Nusa Penida di masyarakat, pihaknya merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi untuk memberhentikan dokter spesialis tersebut.

Sedangkan yang tak kalah mengejutkan lagi, yakni terkait alasan kedua hingga dokter tersebut direkomendasikan untuk diberhentikan.

Alasan kedua itu, yakni selama bulan November 2021,atau tepatnya dari awal sampai dengan tanggal 24 November 2021, dokter tersebut bertugas atau masuk cuma sehari.

Baca Juga:  Koster Minta BPOM Perketat Pengawasan Obat dan Makanan di Bali

Selebihnya tanpa keterangan.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya membantah bahwa ada seorang dokter spesialis di RSUD Gema Santi, Nusa Penida yang mundur dengan alasan gaji kecil.

Melainkan, dokter di RS Pratama Nusa Penida itu mundur karena memang tidak displin. Sehingga karena alasan itulah Direktur RSUD Gema Santi meminta untuk diberhentikan.

“Karena tidak disiplin Direktur Rumah Sakit meminta untuk diberhentikan,” ujar dr Suarjaya saat dikonfirmasi radarbali.id pada Kamis (2/12/2021).


SEMPAT mengundang simpati banyak pihak, kedok dokter spesialis obgyn (obsteri dan gynekologi) di RSUD Gema Santi Nusa Penida yang sebelumnya mengaku mengundurkan diri karena alasan mendapat gaji kecil berbalik jadi bahan bully-an.

Tak hanya tidak disiplin dengan melayani pasien via on call atau sambungan telepon dan jarang berada di RS saat jaga sore dan malam. Namun fakta baru, dokter ini juga dikatakan jarang masuk alias tukang bolos. Benarkah?

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

SEPERTI TERUNGKAP dalam surat bernomor 800/911/RSUD.GSNP/2021.

Sesuai surat dokter Dokter tersebut dianggap tidak disiplin dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kerja non PNS di UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida.

Baca Juga:  Klaim Sudah New Normal, Pemilik Warung Marah-Marah Saat Diminta Tutup

Ada dua hal yang terungkap dalam surat tersebut.

Salah satunya, dokter spesialis tersebut tidak berada dalam wilayah Nusa Penida saat jaga sore maupun jaga malam.

Sehingga pelayanan hanya dilaksanakan on call atau via telepon yang mengakibatkan pasien dirujuk bilamana memerlukan tindakan spesialistik

Maka, untuk menjaga mutu pelayanan, kejelasan pelayanan dan citra UPTD. RSUD Gema Santi Nusa Penida di masyarakat, pihaknya merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi untuk memberhentikan dokter spesialis tersebut.

Sedangkan yang tak kalah mengejutkan lagi, yakni terkait alasan kedua hingga dokter tersebut direkomendasikan untuk diberhentikan.

Alasan kedua itu, yakni selama bulan November 2021,atau tepatnya dari awal sampai dengan tanggal 24 November 2021, dokter tersebut bertugas atau masuk cuma sehari.

Baca Juga:  Mudahkan Layanan Cuci Darah, RSU Kertha Usada Sediakan Fingerprint

Selebihnya tanpa keterangan.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya membantah bahwa ada seorang dokter spesialis di RSUD Gema Santi, Nusa Penida yang mundur dengan alasan gaji kecil.

Melainkan, dokter di RS Pratama Nusa Penida itu mundur karena memang tidak displin. Sehingga karena alasan itulah Direktur RSUD Gema Santi meminta untuk diberhentikan.

“Karena tidak disiplin Direktur Rumah Sakit meminta untuk diberhentikan,” ujar dr Suarjaya saat dikonfirmasi radarbali.id pada Kamis (2/12/2021).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/