alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Padi Beras Merah Cendana Tabanan Diuji Coba di Dataran Rendah

TABANAN– Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian terus membina hubungan kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Kerjasama itu selain untuk melakukan uji coba penelitian terhadap plasma nutfah varietas padi lokal Tabanan, kerjasama juga diharapkan mampu menghasilkan perbaikan kualitas varietas padi lokal yang kini dikembangkan oleh petani dan Pemkab Tabanan.

Salah satu varietas padi lokal Tabanan yang dilakukan uji coba penelitian oleh Batan dengan Dinas Pertanian Tabanan. Yakni padi beras merah cendana (Barak Cendana).

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengatakan kerjasama penelitian dengan Batan diakui telah berlangsung terus menerus dan sudah berjalan lebih dari 5 tahun lalu.

 “Bahkan tahun ini ada tiga ujicoba dilakukan Batan di Tabanan. Diantaranya berada di Desa Bangah, Desa Tajen dan Desa Timpag, Kerambitan,” kata Budana, Minggu (2/1).

Budana menjelaskan, sejatinya banyak kerjasama penelitian varietas padi beras lokal yang ditawarkan kerjasama oleh Batan. Akan tetapi pihak di Dinas Pertanian Tabanan lebih memilih padi beras merah untuk dilakukan uji coba berulang kali.

Baca Juga:  Miris, Atap Gedung Nyaris Ambruk, Pegawai LLAJ Ngantor di Garasi

Alasannya, selain memang padi lokal asli Tabanan. Tujuan lainnya, yakni untuk melestarikan plasma nutfah varietas padi lokal Tabanan.

- Advertisement -

“Artinya apa kita punya plasma nutfah padi lokal asli. Ini yang kita amankan dulu, baru ke varietas lokal lainnya,” tutur Budana.

Selama ini, imbuhnya, perjalanan uji coba penelitian padi beras merah cendana dengan Batan.

Sudah beberapa kali melakukan penanaman padi beras merah cendana (deplot). Biasanya padi beras merah hanya diketahui petani hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Seperti daerah Jatiluwih dan Wangaya Gede.

Namun dengan penelitian ini, padi merah cendara mulai ditanam di dataran sedang dan rendah. Dan hasilnya bisa tumbuh namun terus dilakukan perbaikan varietas dan generasi oleh Batan.

Baca Juga:  Berhenti dari Pekerja Travel, Astiti Sukses jadi Pengusaha Beras Merah

Budana menambahkan, batan yang melakukan uji coba penelitian agar muncul suatu galur.

Sehingga generasi atau bibit yang mana cocok ditanam di dataran sedang dan rendah. Kemudian bibit tersebut tahan terhadap serangan hama penyakit dan tahan lama faktor cuaca.

“Yang menarik juga padi beras merah diteliti Batan bagaimana umur dari padi ini lebih pendek produksinya lebih banyak. Karena kita ketahui sendiri padi beras merah baru bisa dipanen 6 bulan sekali,” terang Budana.

Lalu apakah ada rencana menghakpatenkan varietas padi beras merah cendana Tabanan? Ditanya demikian, Budana mengaku jika rencana tersebut ada.

Hanya saja, hal itu harus ada hasil penelitian terlebih dahulu.

“Hak paten plasma nutfah padi varietas lokal ada mekanisme. Terpenting kami saat ini masih fokus untuk uji coba multilokasi. Bagaimana padi beras merah bisa ditanam di dataran tinggi, sedang dan rendah,” tukasnya.

- Advertisement -

TABANAN– Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian terus membina hubungan kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Kerjasama itu selain untuk melakukan uji coba penelitian terhadap plasma nutfah varietas padi lokal Tabanan, kerjasama juga diharapkan mampu menghasilkan perbaikan kualitas varietas padi lokal yang kini dikembangkan oleh petani dan Pemkab Tabanan.

Salah satu varietas padi lokal Tabanan yang dilakukan uji coba penelitian oleh Batan dengan Dinas Pertanian Tabanan. Yakni padi beras merah cendana (Barak Cendana).

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengatakan kerjasama penelitian dengan Batan diakui telah berlangsung terus menerus dan sudah berjalan lebih dari 5 tahun lalu.

 “Bahkan tahun ini ada tiga ujicoba dilakukan Batan di Tabanan. Diantaranya berada di Desa Bangah, Desa Tajen dan Desa Timpag, Kerambitan,” kata Budana, Minggu (2/1).

Budana menjelaskan, sejatinya banyak kerjasama penelitian varietas padi beras lokal yang ditawarkan kerjasama oleh Batan. Akan tetapi pihak di Dinas Pertanian Tabanan lebih memilih padi beras merah untuk dilakukan uji coba berulang kali.

Baca Juga:  Pertanian Hortikultura Menggeliat, Distan Tabanan Minta 5 Ton Bibit

Alasannya, selain memang padi lokal asli Tabanan. Tujuan lainnya, yakni untuk melestarikan plasma nutfah varietas padi lokal Tabanan.

“Artinya apa kita punya plasma nutfah padi lokal asli. Ini yang kita amankan dulu, baru ke varietas lokal lainnya,” tutur Budana.

Selama ini, imbuhnya, perjalanan uji coba penelitian padi beras merah cendana dengan Batan.

Sudah beberapa kali melakukan penanaman padi beras merah cendana (deplot). Biasanya padi beras merah hanya diketahui petani hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Seperti daerah Jatiluwih dan Wangaya Gede.

Namun dengan penelitian ini, padi merah cendara mulai ditanam di dataran sedang dan rendah. Dan hasilnya bisa tumbuh namun terus dilakukan perbaikan varietas dan generasi oleh Batan.

Baca Juga:  Genset Telkom Terbakar, Layanan Internet di Singaraja Lumpuh

Budana menambahkan, batan yang melakukan uji coba penelitian agar muncul suatu galur.

Sehingga generasi atau bibit yang mana cocok ditanam di dataran sedang dan rendah. Kemudian bibit tersebut tahan terhadap serangan hama penyakit dan tahan lama faktor cuaca.

“Yang menarik juga padi beras merah diteliti Batan bagaimana umur dari padi ini lebih pendek produksinya lebih banyak. Karena kita ketahui sendiri padi beras merah baru bisa dipanen 6 bulan sekali,” terang Budana.

Lalu apakah ada rencana menghakpatenkan varietas padi beras merah cendana Tabanan? Ditanya demikian, Budana mengaku jika rencana tersebut ada.

Hanya saja, hal itu harus ada hasil penelitian terlebih dahulu.

“Hak paten plasma nutfah padi varietas lokal ada mekanisme. Terpenting kami saat ini masih fokus untuk uji coba multilokasi. Bagaimana padi beras merah bisa ditanam di dataran tinggi, sedang dan rendah,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/