alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Pemedek Padati Pura Agung Jagatnatha, Satgas Lakukan Tes Acak

SINGARAJA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan tes acak dengan menggunakan alat rapid tes antigen.

Tes acak itu dilakukan untuk memastikan kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng benar-benar terkendali. Tes acak itu dilakukan di Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Rabu (3/2) pagi. 

Pemedek pura akan dipilih secara acak guna menjalani rapid tes antigen itu. Satgas sengaja menyasar pemedek, karena tak ingin ada klaster upacara agama di Buleleng.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto mengatakan, tes acak itu akan menyasar 150 orang pemedek serta pengempon di Pura Agung Jagatnatha.

Satgas telah menyiapkan tenaga kesehatan, guna melancarkan proses tes acak itu. “Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Sanksi Warga Jembrana yang Tolak Vaksin, Ini yang Akhirnya Terjadi

Sudah disiapkan 100 kit rapid test antigen dan 50 kit rapid test antibody. Siapa yang dites, nanti akan kami pilih secara acak. Tidak semua pemedek akan kami tes,” kata Windra.

Windra mengatakan, hari raya Pagerwesi dirayakan dengan cukup meriah di Kabupaten Buleleng. Sehingga kemunculan klaster penularan dari kegiatan upacara agama maupun upacara adat harus dicegah.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, seluruh tim satgas akan dikerahkan melakukan pemantauan jalannya persembahyangan Pagerwesi yang dilakukan pada Rabu (3/2) hari ini.

Suyasa menegaskan pemerintah tak melarang masyarakat melakukan persembahyangan. “Hanya kami ingatkan agar pengempon pura dan Satgas Gotong Royong di desa adat, benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Kalau memang di dalam areal pura sudah penuh, jangan ditambah lagi pemedek-nya. Bisa dilakukan secara bergelombang persembahyangannya, biar tidak menumpuk,” tegas Suyasa.

Baca Juga:  Tekan Penularan Covid-19, Rapid Antigen Pengunjung Pusat Keramaian

Sekadar diketahui, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng hingga kemarin mencapai 1.797 kasus. Kasus itu merupakan kumulatif sejak dari awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu, hingga kemarin.

Dari seribuan kasus, sebanyak 1.552 orang telah dinyatakan sembuh dan 80 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini kasus aktif tercatat sebanyak 165 kasus. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 123 orang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Buleleng.

Sementara 42 orang lainnya menjalani masa karantina pada fasilitas yang telah disiapkan Pemprov Bali. 



SINGARAJA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan tes acak dengan menggunakan alat rapid tes antigen.

Tes acak itu dilakukan untuk memastikan kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng benar-benar terkendali. Tes acak itu dilakukan di Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Rabu (3/2) pagi. 

Pemedek pura akan dipilih secara acak guna menjalani rapid tes antigen itu. Satgas sengaja menyasar pemedek, karena tak ingin ada klaster upacara agama di Buleleng.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto mengatakan, tes acak itu akan menyasar 150 orang pemedek serta pengempon di Pura Agung Jagatnatha.

Satgas telah menyiapkan tenaga kesehatan, guna melancarkan proses tes acak itu. “Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Dramatis, Terseret Arus Pantai Delodberawah, Evakuasi 4 Korban Tegang

Sudah disiapkan 100 kit rapid test antigen dan 50 kit rapid test antibody. Siapa yang dites, nanti akan kami pilih secara acak. Tidak semua pemedek akan kami tes,” kata Windra.

Windra mengatakan, hari raya Pagerwesi dirayakan dengan cukup meriah di Kabupaten Buleleng. Sehingga kemunculan klaster penularan dari kegiatan upacara agama maupun upacara adat harus dicegah.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, seluruh tim satgas akan dikerahkan melakukan pemantauan jalannya persembahyangan Pagerwesi yang dilakukan pada Rabu (3/2) hari ini.

Suyasa menegaskan pemerintah tak melarang masyarakat melakukan persembahyangan. “Hanya kami ingatkan agar pengempon pura dan Satgas Gotong Royong di desa adat, benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Kalau memang di dalam areal pura sudah penuh, jangan ditambah lagi pemedek-nya. Bisa dilakukan secara bergelombang persembahyangannya, biar tidak menumpuk,” tegas Suyasa.

Baca Juga:  Angka Sembuh Tinggi Saat Kunker, Netizen Minta Luhut Ngantor di Bali

Sekadar diketahui, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng hingga kemarin mencapai 1.797 kasus. Kasus itu merupakan kumulatif sejak dari awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu, hingga kemarin.

Dari seribuan kasus, sebanyak 1.552 orang telah dinyatakan sembuh dan 80 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini kasus aktif tercatat sebanyak 165 kasus. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 123 orang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Buleleng.

Sementara 42 orang lainnya menjalani masa karantina pada fasilitas yang telah disiapkan Pemprov Bali. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/