alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Sekolah Penggerak Dimulai, Sekolah di Buleleng Diminta Bersiap

SINGARAJA – Para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Buleleng diminta mempersiapkan diri menghadapi program sekolah penggerak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kementerian disebut baru akan membuka masa pendaftaran pada bulan Maret mendatang. Semua sekolah pun berpeluang mengikuti program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, setiap sekolah berpeluang mengikuti program dari kementerian itu.

Nantinya kementerian akan membuka masa pendaftaran pada bulan Maret 2021. Sekolah yang merasa memenuhi kriteria, diizinkan melakukan pendaftaran.

“Pendaftarannya sampai akhir maret. Nanti akan dipilih berdasarkan passing grade setelah indikator-indikator dalam kolom pendaftaran itu diisi.

Selain sekolah, guru juga boleh ikut. Karena ada program guru penggerak juga,” kata Astika kemarin.

Baca Juga:  Duh, 32 Warga Asing Gelar Baksos Ilegal, Dinkes Buleleng Tutup Mata

Astika menjelaskan, sekolah yang terpilih menjadi sekolah penggerak, diharapkan bisa melakukan tranformasi digitalisasi pendidikan.

Sehingga sekolah memiliki platform yang sesuai untuk proses pembelajaran, pendidikan, penilaian, hingga platform untuk perpustakaan digital.

“Untuk tahun ajaran ini kuotanya sangat terbatas. Kementerian hanya memberikan kuota 2.500 sekolah di 110 kabupaten/kota yang terpilih mengikuti program ini,” jelas Astika

Sementara itu Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, Pemkab Buleleng sangat berkomitmen mengikuti program tersebut.

Terlebih di Provinsi Bali hanya ada dua daerah yang mendapat izin mengikuti program sekolah penggerak. Yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.

Kedepannya, sekolah penggerak diharapkan menjadi contoh dalam penyelenggaraan pendidikan pada era digital.

Baca Juga:  Rencana Buleleng Buka Sekolah Tatap Muka Batal, Ternyata Ini Alasanya

Proses belajar dapat dilakukan secara digital, sehingga terjadi perubahan kebiasaan belajar. “Kalau dulu 100 persen tatap muka, nanti dengan digitalisasi pendidikan ini bisa berubah.

Berapa persen dilakukan secara digital, berapa persen tatap muka. Sehingga ini akan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” demikian Suyasa



SINGARAJA – Para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Buleleng diminta mempersiapkan diri menghadapi program sekolah penggerak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kementerian disebut baru akan membuka masa pendaftaran pada bulan Maret mendatang. Semua sekolah pun berpeluang mengikuti program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, setiap sekolah berpeluang mengikuti program dari kementerian itu.

Nantinya kementerian akan membuka masa pendaftaran pada bulan Maret 2021. Sekolah yang merasa memenuhi kriteria, diizinkan melakukan pendaftaran.

“Pendaftarannya sampai akhir maret. Nanti akan dipilih berdasarkan passing grade setelah indikator-indikator dalam kolom pendaftaran itu diisi.

Selain sekolah, guru juga boleh ikut. Karena ada program guru penggerak juga,” kata Astika kemarin.

Baca Juga:  Soal Sampah di Kuta, Badung Disarankan Bantu Daerah Lain

Astika menjelaskan, sekolah yang terpilih menjadi sekolah penggerak, diharapkan bisa melakukan tranformasi digitalisasi pendidikan.

Sehingga sekolah memiliki platform yang sesuai untuk proses pembelajaran, pendidikan, penilaian, hingga platform untuk perpustakaan digital.

“Untuk tahun ajaran ini kuotanya sangat terbatas. Kementerian hanya memberikan kuota 2.500 sekolah di 110 kabupaten/kota yang terpilih mengikuti program ini,” jelas Astika

Sementara itu Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, Pemkab Buleleng sangat berkomitmen mengikuti program tersebut.

Terlebih di Provinsi Bali hanya ada dua daerah yang mendapat izin mengikuti program sekolah penggerak. Yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.

Kedepannya, sekolah penggerak diharapkan menjadi contoh dalam penyelenggaraan pendidikan pada era digital.

Baca Juga:  Diduga WikWik Empat Siswa Gilir Satu Siswi Terjadi Di Luar Jam Sekolah

Proses belajar dapat dilakukan secara digital, sehingga terjadi perubahan kebiasaan belajar. “Kalau dulu 100 persen tatap muka, nanti dengan digitalisasi pendidikan ini bisa berubah.

Berapa persen dilakukan secara digital, berapa persen tatap muka. Sehingga ini akan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” demikian Suyasa


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/