alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Anak Muda Doyan Mikol Impor, PDIP Gianyar Bikin Lomba Oplos Arak

GIANYAR – Ketua Fraksi PDIP DPRD Gianyar, Ketut Sudarsana, menyebut selama ini minuman import selalu diagungkan. Bahkan oleh anak muda Gianyar sendiri.

 

“Selama ini agungkan produk luar dengan brand luar, padahal kami punya produk lokal dengan arak Bali, dikelola industri kecil,” jelasnya.

 

Karena itu, PDIP perlu membuat lomba mixologi arak. Alias oplos arak dengan bahan lain.

 

Dia menekankan, lomba mixologi arak yang digelar PDIP Gianyar ini untuk mengangkat kearifan lokal di Bali.

 

“Dulu tetua kita minum arak satu sloki. Makanya ada di rumah saya pekak yang usianya 110 tahun, rutin satu sloki,” jelasnya.

 

Akan tetapi, diakui, pergaulan pemuda saat ini sedikit berbeda. “Sekarang karena dampak global, anak muda memanfaatkan arak berbeda,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Buka Lowongan Sekkab, Ada yang Tertarik?

 

Lomba mixologi ini diharapkan membuka peluang baru di dunia minuman beralkohol. Terlebih gubernur telah memberikan ruang bagi arak dengan membuat payung hukum.

 

“Manfaat bagi wisata, sangat bermanfaat. Wisatawan sudah terbiasa dengan minuman, itu dibawa ke Indonesia. Kenapa gak suguhkan di sini. Kalau soal mutu, kerja sama dengan perguruan tinggi,” jelasnya.

 

Sementara itu, lomba mixologi yang digelar PDIP ini diikuti 15 peserta dari berbagai desa di Gianyar. Sebagian besar dari mereka adalah bartender.


GIANYAR – Ketua Fraksi PDIP DPRD Gianyar, Ketut Sudarsana, menyebut selama ini minuman import selalu diagungkan. Bahkan oleh anak muda Gianyar sendiri.

 

“Selama ini agungkan produk luar dengan brand luar, padahal kami punya produk lokal dengan arak Bali, dikelola industri kecil,” jelasnya.

 

Karena itu, PDIP perlu membuat lomba mixologi arak. Alias oplos arak dengan bahan lain.

 

Dia menekankan, lomba mixologi arak yang digelar PDIP Gianyar ini untuk mengangkat kearifan lokal di Bali.

 

“Dulu tetua kita minum arak satu sloki. Makanya ada di rumah saya pekak yang usianya 110 tahun, rutin satu sloki,” jelasnya.

 

Akan tetapi, diakui, pergaulan pemuda saat ini sedikit berbeda. “Sekarang karena dampak global, anak muda memanfaatkan arak berbeda,” terangnya.

Baca Juga:  Buleleng Minta Hak Eksklusif, Bisa Kelola Sempadan Pantai Sendiri

 

Lomba mixologi ini diharapkan membuka peluang baru di dunia minuman beralkohol. Terlebih gubernur telah memberikan ruang bagi arak dengan membuat payung hukum.

 

“Manfaat bagi wisata, sangat bermanfaat. Wisatawan sudah terbiasa dengan minuman, itu dibawa ke Indonesia. Kenapa gak suguhkan di sini. Kalau soal mutu, kerja sama dengan perguruan tinggi,” jelasnya.

 

Sementara itu, lomba mixologi yang digelar PDIP ini diikuti 15 peserta dari berbagai desa di Gianyar. Sebagian besar dari mereka adalah bartender.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/