alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Setahun Covid di Bali, Begini Siasat Kebun Binatang Beri Makan Satwa

GIANYAR– Selama pandemi covid-19 yang berlangsung setahun, pihak kebun binatang mengklaim satwa yang dikoleksi aman dan tidak terlantar. Pemasukan untuk pakan satwa dihasilkan dari kunjungan lokal pada Sabtu dan Minggu.

 

Hal itu diungkapkan Operasional Manager kebun binatang Bali Safari dan Marine Park, Ketut Suardana. “Dalam situasi Covid-19 dan minimnya kunjungan, pihak Bali Safari menyiasatinya dengan memperdayakan sejumlah karyawannya untuk mencari pakan binatang, mereka terjun langsung ke petani,” ujarnya, di sela vaksinasi Covid-19 terhadap ratusan karyawan, pada Sabtu (3/4).

 

Pihaknya mencontohkan, apabila ada petani panen jagung, karyawan menemui petani untuk mencari batang jagungnya untuk diberikan binatang. Untuk makanan Gajah seperti rumput, pelepah kelapa dan batang pisang. Demikian juga binatang pemakan daging dan burung makan buah-buahan harus beli di tempat-tempat tertentu.

Baca Juga:  Bukan Kejadian Pertama Kali, Dulu Motor Korban Sampai Berantakan

 

“Binatang, satwa, burung koleksi tidak ada yang terlantar, sehat dan cukup makan,” jelas Suardana.

 

Dengan menyiasati hal itu, cara membeli pahan, maka kebun binatang mampu memberi pakan ribuan binatang. Adapun koleksi binatang mencapai 120 spesies.

 

Sementara itu untuk memastikan keamanan pengunjung dan satwa di kebun binatang, sebanyak 300 karyawan menjalani vaksinasi masal dari petugas Dinas Kesehatan Gianyar. Vaksinasi tahap pertama berlangsung di halaman parkir. Pihaknya juga sudah buka sejak diberlakukan new normal oleh pemerintah.

 

“Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala,” terangnya.

 

Baca Juga:  Para Istri Dibekali Belajar Buat Banten Biukukung

 

Untuk kunjungan wisata, peningkatan kunjungan terjadi saat hari libur perayaan keagamaan. Dan saat weekend, Sabtu dan Minggu.

 

“Kunjungan meningkat terutama liburan hari raya keagamaan. Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

 

Untuk wisatawan yang berkunjungan kebanyakan domestik dan lokal. Namun ada pula pengunjung wisatawan asing yang masih tertahan di Bali. Sementara dari luar negeri yang baru belum ada karena sampai kunjungan luar negeri belum dibuka.

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR– Selama pandemi covid-19 yang berlangsung setahun, pihak kebun binatang mengklaim satwa yang dikoleksi aman dan tidak terlantar. Pemasukan untuk pakan satwa dihasilkan dari kunjungan lokal pada Sabtu dan Minggu.

 

Hal itu diungkapkan Operasional Manager kebun binatang Bali Safari dan Marine Park, Ketut Suardana. “Dalam situasi Covid-19 dan minimnya kunjungan, pihak Bali Safari menyiasatinya dengan memperdayakan sejumlah karyawannya untuk mencari pakan binatang, mereka terjun langsung ke petani,” ujarnya, di sela vaksinasi Covid-19 terhadap ratusan karyawan, pada Sabtu (3/4).


 

Pihaknya mencontohkan, apabila ada petani panen jagung, karyawan menemui petani untuk mencari batang jagungnya untuk diberikan binatang. Untuk makanan Gajah seperti rumput, pelepah kelapa dan batang pisang. Demikian juga binatang pemakan daging dan burung makan buah-buahan harus beli di tempat-tempat tertentu.

Baca Juga:  Para Istri Dibekali Belajar Buat Banten Biukukung

 

“Binatang, satwa, burung koleksi tidak ada yang terlantar, sehat dan cukup makan,” jelas Suardana.

 

Dengan menyiasati hal itu, cara membeli pahan, maka kebun binatang mampu memberi pakan ribuan binatang. Adapun koleksi binatang mencapai 120 spesies.

 

Sementara itu untuk memastikan keamanan pengunjung dan satwa di kebun binatang, sebanyak 300 karyawan menjalani vaksinasi masal dari petugas Dinas Kesehatan Gianyar. Vaksinasi tahap pertama berlangsung di halaman parkir. Pihaknya juga sudah buka sejak diberlakukan new normal oleh pemerintah.

 

“Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala,” terangnya.

 

Baca Juga:  Sadis, Diserang Lebah Hutan, Empat Warga Dukuh Bukit Tumbang

 

Untuk kunjungan wisata, peningkatan kunjungan terjadi saat hari libur perayaan keagamaan. Dan saat weekend, Sabtu dan Minggu.

 

“Kunjungan meningkat terutama liburan hari raya keagamaan. Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

 

Untuk wisatawan yang berkunjungan kebanyakan domestik dan lokal. Namun ada pula pengunjung wisatawan asing yang masih tertahan di Bali. Sementara dari luar negeri yang baru belum ada karena sampai kunjungan luar negeri belum dibuka.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/