alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Oleng, Serempet Dua Pelajar, Pikap Maut Seruduk Pemotor, Ngeri Jadinya

BANGLI – Tabrakan karambol terjadi di Jalan Jurusan Susut-Gianyar di Banjar Pengiyangan Kawan, Desa Pengiyangan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli.

Tabrakan pada Sabtu (2/6) pukul 09.30 itu dipicu dari mobil pikap yang oleng menyeruduk dua pejalan kaki dan pemotor.

Menurut informasi dari Polres Bangli, tabrakan karambol itu bermula ketika pikap merek Suzuki warna hitam DK 8410 LM yang dikemudikan Komang Wijaya meluncur dari arah utara menuju selatan.

Tiba-tiba saja pikap oleng kemudian menyerempet pejalan kaki yang berjalan di bahu jalan. Dua pejalan kaki yang menjadi korban

di antaranya, I Gede Sura Arsana, pelajar 14 tahun, dan I Ketut Agus Wahyu Diatmika, pelajar SMP berusia 15 tahun.

Baca Juga:  Tokoh dan Komponen Masyarakat Bangli Tolak Demo Anarkis UU Ciptaker

Usai diserempet, dua pejalan kaki itu terjatuh dan mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya, mulai dahi, tangan dan kaki lecet.

Tak berhenti di sana, pikap kembali meluncur dengan menerjang sepeda motor Honda Supra warna hitam DK 3957 PD yang dikendarai oleh I Wayan Neraka.

Motor Supra itu hancur, sedangkan si pengendara motor, I Wayan Neraka terpental. Pria 55 tahun itu juga mengalami sejumlah luka lecet.

Setelah menabrak motor, laju pikap pembawa maut itu langsung terhenti karena posisi mobil terbalik. Usai tabrakan karambol itu, suasana tampak tegang.

Korban luka bergelimpangan di jalanan. Tak berselang lama, warga membantu evakuasi bersama petugas kepolisian.

Para korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke RSUD Bangli. Sedangkan, pengemudi pikap hanya terdiam karena shock.

Baca Juga:  Cabut Perpres Miras, Jokowi Dituding Mencla-Mencle dan Takut Ormas

Si pengemudi pikap langsung diamankan oleh Satuan Lantas Polres Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menyatakan polisi langsung melakukan olah TKP usai tabrakan.

“Pengemudi lalai, terjadi karena out of control (OC),” ujar AKP Sulhadi. Dari hasil olah TKP dinyatakan pengemudi bersalah, karena hilang konsentrasi.

“Saat itu ada penumpang pikap menaruh botol di depan kemudi, jadi tiba-tiba oleng,” jelasnya. Adapun kerugian materiil mencapai kurang lebih Rp 4 juta. 



BANGLI – Tabrakan karambol terjadi di Jalan Jurusan Susut-Gianyar di Banjar Pengiyangan Kawan, Desa Pengiyangan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli.

Tabrakan pada Sabtu (2/6) pukul 09.30 itu dipicu dari mobil pikap yang oleng menyeruduk dua pejalan kaki dan pemotor.

Menurut informasi dari Polres Bangli, tabrakan karambol itu bermula ketika pikap merek Suzuki warna hitam DK 8410 LM yang dikemudikan Komang Wijaya meluncur dari arah utara menuju selatan.

Tiba-tiba saja pikap oleng kemudian menyerempet pejalan kaki yang berjalan di bahu jalan. Dua pejalan kaki yang menjadi korban

di antaranya, I Gede Sura Arsana, pelajar 14 tahun, dan I Ketut Agus Wahyu Diatmika, pelajar SMP berusia 15 tahun.

Baca Juga:  Tak Hati-Hati, Nabrak Siwft, Pasutri Asal Bangli Luka-Luka

Usai diserempet, dua pejalan kaki itu terjatuh dan mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya, mulai dahi, tangan dan kaki lecet.

Tak berhenti di sana, pikap kembali meluncur dengan menerjang sepeda motor Honda Supra warna hitam DK 3957 PD yang dikendarai oleh I Wayan Neraka.

Motor Supra itu hancur, sedangkan si pengendara motor, I Wayan Neraka terpental. Pria 55 tahun itu juga mengalami sejumlah luka lecet.

Setelah menabrak motor, laju pikap pembawa maut itu langsung terhenti karena posisi mobil terbalik. Usai tabrakan karambol itu, suasana tampak tegang.

Korban luka bergelimpangan di jalanan. Tak berselang lama, warga membantu evakuasi bersama petugas kepolisian.

Para korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke RSUD Bangli. Sedangkan, pengemudi pikap hanya terdiam karena shock.

Baca Juga:  Posisi Strategis, Polda Bali Rolling Kapolsek Kampung Turis

Si pengemudi pikap langsung diamankan oleh Satuan Lantas Polres Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menyatakan polisi langsung melakukan olah TKP usai tabrakan.

“Pengemudi lalai, terjadi karena out of control (OC),” ujar AKP Sulhadi. Dari hasil olah TKP dinyatakan pengemudi bersalah, karena hilang konsentrasi.

“Saat itu ada penumpang pikap menaruh botol di depan kemudi, jadi tiba-tiba oleng,” jelasnya. Adapun kerugian materiil mencapai kurang lebih Rp 4 juta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/