alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Sudirta Bergotong Royong ’Blusukan’’ Sambangi Warga Cacat dan Miskin

ABANG-Memperingati Bulan Bung Karno dan hari kelahiran Pancasila 1 Juni, Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Sudirta SH, turun terus ke desa, membagi beras, masker untuk warga yang cacat dan tidak beruntung di Kecamatan Abang, Karangasem. 

Selanjutnya, esok harinya (Selasa, (2/6), Sudirta turun langsung menyambangi kediaman 3 warga yang benar-benar miskin dan cacat. 

Di kediamanya di Desa Pidpid, Sudirta didampingi ketua KORdEM, ketua PAC dan para ketua ranting PDI Perjuangan juga menyerahkan 3,05 ton beras bagi warga di 12 desa di Kecamatan Abang.

Bantuan beras diterima dan dititip melalui para kepala Desa masing-masing. 

Sebelumnya, Sudirta dibantu relawan, para pengurus anak cabang dan pengurus ranting PDI Perjuangan, camat, kepala Desa, dan bendesa adat, juga telah menyerahkan sumbangan beras untuk warga di Kabupaten Badung, Tabanan dan Jembrana.

Program bantuan itu juga untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid, melengkapi bantuan pemerintah yang lainnya.

Pertama dijenguk adalah I Nengah Rangki (62), seorang pria yang membujang dan menumpang tidur di rumah adik iparnya di Desa Abang. Karena tidak ada lagi kamar tidur, Rangki dibuatkan ‘’kamar darurat’’ sederhana, dari bambu, dindingnya hanya karung-karung bekas yang tidak kuat menahan terpaan angin dingin, atapnya terpal yang kelihatan lusuh dan bocor kalau hujan lebat. 

Baca Juga:  Tak Setuju Bali Lockdown, PHRI Usulkan Swab PCR Gratis Bagi Wisatawan

Tak ada kasur dan bantal di situ. Untuk makan sehari-hari, ia menumpang di iparnya. 

Yang menyedihkan, Rangki sudah dua tahun ini mengidap kesulitan ureter, hingga harus memakai selang pembantu yang selalu menempel ditubuhnya untuk saluran ureternya.

Usai mengunjungi Rangki, Sudirta berlanjut ke Banjar Dalem, menjenguk Ni Nyoman Bonyok, 40, perempuan yang sejak lahir sudah cacat, pertumbuhan fisiknya tidak normal, tubuhnya tidak bisa tegak dan tidak mampu berjalan sendiri. 

Ia tinggal bersama saudara laki-lakinya, I Nyoman Kari, yang bekerja sebagai petani. 

Terakhir, Sudirta menyambangi Ni Wayan Golek, 45, di Banjar Bau Kawan, seorang perempuan yang kaki dan tangannya cacat, yang masih membujang. 

Ia hidup bersama saudaranya lakinya, di rumah yang berlantai tanah, berdinding bambu, dan sangat sederhana.

Untuk tiga warga miskin dan cacat tersebut, Sudirta menyerahkan bingkisan beras, masker dan sedikit dana. 
‘’Yang saya bawa ini tidak seberapa, kemampuan saya terbatas, yang menjadi kewajiban saya untuk dibantu, sangat banyak dan tersebar di seluruh Bali. 
Jadi, mohon diterima dengan baik semata-mata sebagai wujud kegotongroyongan dan solidaritas sosial antar sesama, seperti yang selalu diinstruksikan Ibu Megawati Soekarno Putri” katanya.

Baca Juga:  Atap Rumah Ambruk, Kakek Renta di Sukawati Nyaris Tertimbun

Sementara Perbekel Desa Abang, Nyoman Sutirtayana, yang mendampingi kunjungan Sudirta di kediaman I Rangki, kelihatan terharu atas perhatian Sudirta pada warganya. 
‘’Pak Rangki ini memang sebatangkara, tidak kawin, tidak punya pekerjaan, setelah tempat kerjanya sebagai waker,  ditutup. Dulu dia tidur di gudang sebagai waker, sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi, dan ditampung iparnya,’’ ujar Sutirtayana.

Membantu warga miskin serta yang cacat, memang merupakan programnya sejak tahun 2003, ketika Sudirta dkk mendirikan LSM KORdEM. 

Puluhan warga miskin dan cacat waktu itu di Karangasem, Bangli, Klungkung, Tabanan dan Buleleng, dengan berbagai penyakit bawaan, seperti lumpuh layu di Kitamani Bangli, kulit bersisik di Karangasem, Buleleng dan Tabanan telah dibantunya. 

Saat Sudirta duduk sebagai Anggota DPD RI selama dua periode 2004-2014, ratusan warga miskin di Bali berhasil dibantu atas perjuangannya bersama KORdEM, membebaskan warga miskin pemegang SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), mendapat pengobatan gratis di rumah sakit pemerintah.



ABANG-Memperingati Bulan Bung Karno dan hari kelahiran Pancasila 1 Juni, Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Sudirta SH, turun terus ke desa, membagi beras, masker untuk warga yang cacat dan tidak beruntung di Kecamatan Abang, Karangasem. 

Selanjutnya, esok harinya (Selasa, (2/6), Sudirta turun langsung menyambangi kediaman 3 warga yang benar-benar miskin dan cacat. 

Di kediamanya di Desa Pidpid, Sudirta didampingi ketua KORdEM, ketua PAC dan para ketua ranting PDI Perjuangan juga menyerahkan 3,05 ton beras bagi warga di 12 desa di Kecamatan Abang.

Bantuan beras diterima dan dititip melalui para kepala Desa masing-masing. 

Sebelumnya, Sudirta dibantu relawan, para pengurus anak cabang dan pengurus ranting PDI Perjuangan, camat, kepala Desa, dan bendesa adat, juga telah menyerahkan sumbangan beras untuk warga di Kabupaten Badung, Tabanan dan Jembrana.

Program bantuan itu juga untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid, melengkapi bantuan pemerintah yang lainnya.

Pertama dijenguk adalah I Nengah Rangki (62), seorang pria yang membujang dan menumpang tidur di rumah adik iparnya di Desa Abang. Karena tidak ada lagi kamar tidur, Rangki dibuatkan ‘’kamar darurat’’ sederhana, dari bambu, dindingnya hanya karung-karung bekas yang tidak kuat menahan terpaan angin dingin, atapnya terpal yang kelihatan lusuh dan bocor kalau hujan lebat. 

Baca Juga:  CATAT! Kadiskes: Tabanan Belum Bisa Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Tak ada kasur dan bantal di situ. Untuk makan sehari-hari, ia menumpang di iparnya. 

Yang menyedihkan, Rangki sudah dua tahun ini mengidap kesulitan ureter, hingga harus memakai selang pembantu yang selalu menempel ditubuhnya untuk saluran ureternya.

Usai mengunjungi Rangki, Sudirta berlanjut ke Banjar Dalem, menjenguk Ni Nyoman Bonyok, 40, perempuan yang sejak lahir sudah cacat, pertumbuhan fisiknya tidak normal, tubuhnya tidak bisa tegak dan tidak mampu berjalan sendiri. 

Ia tinggal bersama saudara laki-lakinya, I Nyoman Kari, yang bekerja sebagai petani. 

Terakhir, Sudirta menyambangi Ni Wayan Golek, 45, di Banjar Bau Kawan, seorang perempuan yang kaki dan tangannya cacat, yang masih membujang. 

Ia hidup bersama saudaranya lakinya, di rumah yang berlantai tanah, berdinding bambu, dan sangat sederhana.

Untuk tiga warga miskin dan cacat tersebut, Sudirta menyerahkan bingkisan beras, masker dan sedikit dana. 
‘’Yang saya bawa ini tidak seberapa, kemampuan saya terbatas, yang menjadi kewajiban saya untuk dibantu, sangat banyak dan tersebar di seluruh Bali. 
Jadi, mohon diterima dengan baik semata-mata sebagai wujud kegotongroyongan dan solidaritas sosial antar sesama, seperti yang selalu diinstruksikan Ibu Megawati Soekarno Putri” katanya.

Baca Juga:  Pedagang Jamu Ilegal yang Jadi TSK Ternyata Binaan Diskop Jembrana

Sementara Perbekel Desa Abang, Nyoman Sutirtayana, yang mendampingi kunjungan Sudirta di kediaman I Rangki, kelihatan terharu atas perhatian Sudirta pada warganya. 
‘’Pak Rangki ini memang sebatangkara, tidak kawin, tidak punya pekerjaan, setelah tempat kerjanya sebagai waker,  ditutup. Dulu dia tidur di gudang sebagai waker, sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi, dan ditampung iparnya,’’ ujar Sutirtayana.

Membantu warga miskin serta yang cacat, memang merupakan programnya sejak tahun 2003, ketika Sudirta dkk mendirikan LSM KORdEM. 

Puluhan warga miskin dan cacat waktu itu di Karangasem, Bangli, Klungkung, Tabanan dan Buleleng, dengan berbagai penyakit bawaan, seperti lumpuh layu di Kitamani Bangli, kulit bersisik di Karangasem, Buleleng dan Tabanan telah dibantunya. 

Saat Sudirta duduk sebagai Anggota DPD RI selama dua periode 2004-2014, ratusan warga miskin di Bali berhasil dibantu atas perjuangannya bersama KORdEM, membebaskan warga miskin pemegang SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), mendapat pengobatan gratis di rumah sakit pemerintah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/