alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Pedagang di Pasar Padangsambian dan Ibu Hamil Positif Covid-19

NEGARA – Sempat melandai tiga hari berturut-turut, kasus positif Covid-19 di Jembrana karena transmisi lokal sejak kemarin terus bertambah.

Terbaru salah seorang pedagang asal Desa Candikusuma dilaporkan positif Covid-19. Pedagang ini sehari-hari berjualan di pasar Padangsambian Denpasar, sehingga dipastikan tertular saat di Denpasar.

Tambahan pasien positif Covid-19 tersebut menambah pasien positif Covid-19 di Jembrana. Sehingga total kasus di Jembrana sebanyak 42 orang.

Sebanyak 30 orang sudah sembuh dan 11 orang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Sebagian besar yang menjalani perawatan adalah pasien kasus transmisi lokal.

Berdasar hasil penelusuran kontak sejumlah pasien positif Covid-19 di Jembrana, sebagian sudah terlacak dugaan awal penularan.

Namun, masih ada yang belum terlacak awal penularan virusnya. Seperti pasien positif asal Desa Yehsumbul.

Baca Juga:  Tiga Calon Perwira Polisi Asal Gianyar Terjangkit Covid-19

Pasien positif yang merupakan hasil screening di Puskesmas tersebut harus menjalani rapid test. Setelah dilakukan swab hasilnya positif.

Namun penularan virus terhadap ibu hamil tersebut masih ditelusuri. Pasalnya, ibu hamil tersebut tidak pernah kontak dengan pasien positif maupun keluar daerah yang masuk zona merah.

Keluarga inti dari pasien tersebut tidak ada yang terjangkit virus. “Pekerjaan suami juga tidak keluar daerah, buruh serabutan. Hasil rapid test non-reaktif. Karena itu, kasus ini masih kami telusuri,” lanjutnya.

Sedangkan kasus positif dari Desa Yehembang Kauh, diduga tertular dari salah satu kerabatnya yang sering melakukan perjalanan keluar daerah.

Sedangkan pasien asal Desa Dangin Tukadaya, diduga tertular dari Denpasar, karena pekerjaanya sebagai pegawai swasta di Denpasar dan sering pulang ke Jembrana.

Meningkatnya kasus transmisi lokal di Jembrana ini, Bupati Jembrana I Putu Artha menekankan agar Satgas Gotong Royong Desa untuk melakukan penjagaan di masing-masing desa secara ketat.

Baca Juga:  PKM Picu Antrean di Pintu Masuk Kota Denpasar, Netizen Bali Geram

Warga dari luar Jembrana yang masuk desa supaya membawa hasil rapid test non reaktif, tidak hanya warga yang datang dari luar Bali, tetapi juga dari kabupaten/kota di Bali.

“Karena kasus Covid-19 ini sudah menyebar ke semua kabupaten/kota di Bali,” kata Ketua GTPP Covid-19 Jembrana ini.

Tidak hanya pedagang dari luar Jembrana, tetapi juga warga Jembrana yang tinggal di luar Jembrana dan akan pulang ke Jembrana harus menunjukkan surat rapid test non-reaktif, terutama jika datang dari zona merah.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kasus transmisi lokal di Jembrana, karena dalam beberapa hari terakhir kasus transmisi lokal melonjak. 



NEGARA – Sempat melandai tiga hari berturut-turut, kasus positif Covid-19 di Jembrana karena transmisi lokal sejak kemarin terus bertambah.

Terbaru salah seorang pedagang asal Desa Candikusuma dilaporkan positif Covid-19. Pedagang ini sehari-hari berjualan di pasar Padangsambian Denpasar, sehingga dipastikan tertular saat di Denpasar.

Tambahan pasien positif Covid-19 tersebut menambah pasien positif Covid-19 di Jembrana. Sehingga total kasus di Jembrana sebanyak 42 orang.

Sebanyak 30 orang sudah sembuh dan 11 orang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Sebagian besar yang menjalani perawatan adalah pasien kasus transmisi lokal.

Berdasar hasil penelusuran kontak sejumlah pasien positif Covid-19 di Jembrana, sebagian sudah terlacak dugaan awal penularan.

Namun, masih ada yang belum terlacak awal penularan virusnya. Seperti pasien positif asal Desa Yehsumbul.

Baca Juga:  Diterpa Wabah Corona, Stok Pangan di Bali Dipastikan Aman

Pasien positif yang merupakan hasil screening di Puskesmas tersebut harus menjalani rapid test. Setelah dilakukan swab hasilnya positif.

Namun penularan virus terhadap ibu hamil tersebut masih ditelusuri. Pasalnya, ibu hamil tersebut tidak pernah kontak dengan pasien positif maupun keluar daerah yang masuk zona merah.

Keluarga inti dari pasien tersebut tidak ada yang terjangkit virus. “Pekerjaan suami juga tidak keluar daerah, buruh serabutan. Hasil rapid test non-reaktif. Karena itu, kasus ini masih kami telusuri,” lanjutnya.

Sedangkan kasus positif dari Desa Yehembang Kauh, diduga tertular dari salah satu kerabatnya yang sering melakukan perjalanan keluar daerah.

Sedangkan pasien asal Desa Dangin Tukadaya, diduga tertular dari Denpasar, karena pekerjaanya sebagai pegawai swasta di Denpasar dan sering pulang ke Jembrana.

Meningkatnya kasus transmisi lokal di Jembrana ini, Bupati Jembrana I Putu Artha menekankan agar Satgas Gotong Royong Desa untuk melakukan penjagaan di masing-masing desa secara ketat.

Baca Juga:  AWAS! Suara Gemuruh dan Lontaran Lava Pijar Awali Erupsi Gunung Agung

Warga dari luar Jembrana yang masuk desa supaya membawa hasil rapid test non reaktif, tidak hanya warga yang datang dari luar Bali, tetapi juga dari kabupaten/kota di Bali.

“Karena kasus Covid-19 ini sudah menyebar ke semua kabupaten/kota di Bali,” kata Ketua GTPP Covid-19 Jembrana ini.

Tidak hanya pedagang dari luar Jembrana, tetapi juga warga Jembrana yang tinggal di luar Jembrana dan akan pulang ke Jembrana harus menunjukkan surat rapid test non-reaktif, terutama jika datang dari zona merah.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kasus transmisi lokal di Jembrana, karena dalam beberapa hari terakhir kasus transmisi lokal melonjak. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/