alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Kabar Duka! Dua Nelayan Buleleng Dilaporkan Hilang

RadarBali.com – Dua orang nelayan asal Banjar Dinas Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, dilaporkan hilang sejak Senin (31/7) lalu.

Aparat gabungan dari Pos SAR Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, serta kepolisian, dikerahkan melakukan pencarian.

Rekan-rekan korban yang tergabung dalam KUB Sinar Bahari juga melaut membantu melakukan penyisiran.

Kedua korban hilang adalah Husni, 32, dan rekannya Abdul Wahid, 25. Mereka berdua dilaporkan berangkat melaut pada pukul 04.00, Senin (31/7) lalu.

Biasanya nelayan datang pada tengah malam. Namun, kedua rekan seperahu ini tak juga kembali. Semula mereka diduga akan kembali keesokan harinya.

Tapi, hingga pukul 14.00 Selasa (1/8) siang, mereka tak juga kembali. Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke polisi dan diteruskan ke Badan SAR Nasional.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Kurban, Arus Keluar Bali Melalui Gilimanuk Naik Tajam

Tim SAR kemudian mulai melakukan pencarian sekitar pukul 17.00 sore dengan menyusuri wilayah perairan Desa Kaliasem.

Keduanya dilaporkan melaut menggunakan kapal bernama lambung Peterpan. Kapal jenis fiberglass itu disebut memiliki panjang sembilan meter dan lebar 70 cm, dengan badan perahu berwarna hijau muda.

Perahu ini juga menggunakan mesin tempel dengan kekuatan 15 PK. Terakhir kali mereka dilaporkan terlihat pada koordinat 07051.253 Lintang Selatan-11504.814 Bujur Timur.

Salah satu korban, yakni Husni, dikenal sebagai nelayan tangkap. Ia sudah melaut sejak remaja. Kemampuan itu ia warisi turun temurun.

Sebelum melaut dan akhirnya dinyatakan hilang, Husni pun tetap beraktivitas seperti biasa. Keluarga juga tak pernah mendapat firasat apa pun.

Tim SAR siang kemarin kembali melakukan pencarian. Mereka dibantu enam perahu nelayan dan satu perahu karet dari kepolisian.

Baca Juga:  Gamangnya Proyek Bandara Bali Utara, Ini Pandangan Terbuka DPR RI

Tim SAR melakukan penyisiran dari Pelabuhan Celukan Bawang menuju arah timur, sementara nelayan dan kepolisian mencari dari Kaliasem menuju ke barat.

Kepala Pos SAR Buleleng, Made Neksen mengatakan, tim SAR sudah menyusuri 19 rumpon yang ada di tengah laut.

Belasan rumpon itu ada di perairan Bali yang berbatasan langsung dengan Madura. Tim SAR menjelajah 26 mil laut ke arah utara, dan menyisir ke arah timur sejauh 16 mil.

“Cuacanya cerah, tapi angin di tengah lumayan kencang. Gelombangnya juga cukup mengganggu, dua sampai empat meter. Kami masih koordinasi lagi dengan rekan-rekan lain yang membantu pencarian. Sementara ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” kata Neksen.



RadarBali.com – Dua orang nelayan asal Banjar Dinas Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, dilaporkan hilang sejak Senin (31/7) lalu.

Aparat gabungan dari Pos SAR Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, serta kepolisian, dikerahkan melakukan pencarian.

Rekan-rekan korban yang tergabung dalam KUB Sinar Bahari juga melaut membantu melakukan penyisiran.

Kedua korban hilang adalah Husni, 32, dan rekannya Abdul Wahid, 25. Mereka berdua dilaporkan berangkat melaut pada pukul 04.00, Senin (31/7) lalu.

Biasanya nelayan datang pada tengah malam. Namun, kedua rekan seperahu ini tak juga kembali. Semula mereka diduga akan kembali keesokan harinya.

Tapi, hingga pukul 14.00 Selasa (1/8) siang, mereka tak juga kembali. Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke polisi dan diteruskan ke Badan SAR Nasional.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Kurban, Arus Keluar Bali Melalui Gilimanuk Naik Tajam

Tim SAR kemudian mulai melakukan pencarian sekitar pukul 17.00 sore dengan menyusuri wilayah perairan Desa Kaliasem.

Keduanya dilaporkan melaut menggunakan kapal bernama lambung Peterpan. Kapal jenis fiberglass itu disebut memiliki panjang sembilan meter dan lebar 70 cm, dengan badan perahu berwarna hijau muda.

Perahu ini juga menggunakan mesin tempel dengan kekuatan 15 PK. Terakhir kali mereka dilaporkan terlihat pada koordinat 07051.253 Lintang Selatan-11504.814 Bujur Timur.

Salah satu korban, yakni Husni, dikenal sebagai nelayan tangkap. Ia sudah melaut sejak remaja. Kemampuan itu ia warisi turun temurun.

Sebelum melaut dan akhirnya dinyatakan hilang, Husni pun tetap beraktivitas seperti biasa. Keluarga juga tak pernah mendapat firasat apa pun.

Tim SAR siang kemarin kembali melakukan pencarian. Mereka dibantu enam perahu nelayan dan satu perahu karet dari kepolisian.

Baca Juga:  BAHAYA! Pantai Air Kuning Miliki Arus Rip Current, Ini Ciri-cirinya

Tim SAR melakukan penyisiran dari Pelabuhan Celukan Bawang menuju arah timur, sementara nelayan dan kepolisian mencari dari Kaliasem menuju ke barat.

Kepala Pos SAR Buleleng, Made Neksen mengatakan, tim SAR sudah menyusuri 19 rumpon yang ada di tengah laut.

Belasan rumpon itu ada di perairan Bali yang berbatasan langsung dengan Madura. Tim SAR menjelajah 26 mil laut ke arah utara, dan menyisir ke arah timur sejauh 16 mil.

“Cuacanya cerah, tapi angin di tengah lumayan kencang. Gelombangnya juga cukup mengganggu, dua sampai empat meter. Kami masih koordinasi lagi dengan rekan-rekan lain yang membantu pencarian. Sementara ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” kata Neksen.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/