alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Hilang dari Rumah Dini Hari, Lansia Lumpuh Ditemukan di Dasar Jurang

SINGARAJA – Peristiwa aneh bin ajaib terjadi di Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng.

Seorang lansia bernama Nyoman Gede Widana, 75, hilang dari rumahnya dini hari kemarin (2/8). Belakangan korban ditemukan berada di dasar jurang.

Anehnya, Widana sudah 6 tahun terakhir dalam kondisi lumpuh. Gede Widana dilaporkan hilang sekitar pukul 03.30 dini hari kemarin.

Setiap dini hari ia memang biasa terbangun dan keluar rumah untuk buang air kecil. Biasanya ia berupaya berjalan sendiri, dengan dibantu tongkat.

Setelah buang air kecil, ia selalu memanggil istrinya, Ketut Suwati, 73, agar dibantu kembali masuk kedalam rumah.

Namun dini hari kemarin, Widana tak kembali ke dalam rumah. Suwati pun merasa curiga, khawatir suaminya terjatuh di halaman rumah.

Baca Juga:  Penyewa Pulang ke Jawa, Bengkel Terbakar, Tiga Motor Ludes

Namun begitu keluar, ternyata suaminya tidak ada di halaman. “Saya pikir buang air besar. Saya cari ke kamar mandi, tidak ada orang. Di dapur juga kosong. Langsung saya bangunkan seisi rumah,” kata Suwati.

Saat itu Suwati benar-benar bingung kemana suaminya pergi. Sebab suaminya sudah lama sakit-sakitan. Bahkan 6 tahun terakhir sudah tak bisa berjalan dengan baik. Tiap ingin jalan, harus ditopang sebatang tongkat.

Dini hari itu, pihak keluarga langsung mencari korban di sekitar perkebunan yang ada di dekat rumah korban.

Saat fajar menyingsing, keluarga juga sempat mencari korban di Tukad Tangis, yang berada tak jauh dari rumah korban.

Hingga pagi, korban tak juga ditemukan. Akhirnya ratusan warga di Banjar Kawan ikut membantu mencari korban.

Baca Juga:  Jembrana Target Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Selesai Besok

Seluruh areal perkebunan disisir. Termasuk aliran Tukad Tangis. Beberapa orang mencari korban ke arah Kelurahan Penarukan, Desa Nagasepaha, dan Desa Sari Mekar.

Keluarga pun sempat meminta petunjuk pada balian. Hasilnya, korban disebut masih berada di sekitar rumah.

Keluarga kemudian berinisiatif mencari korban menggunakan gong bonangan. Akhirnya pada pukul 10.30 pagi, korban ditemukan berada pada dasar jurang sedalam 20 meter, tepatnya di wilayah Desa Nagasepaha.

Korban saat itu berada dalam kondisi terlentang di sebuah batu padas, dan terlihat seperti orang linglung.



SINGARAJA – Peristiwa aneh bin ajaib terjadi di Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng.

Seorang lansia bernama Nyoman Gede Widana, 75, hilang dari rumahnya dini hari kemarin (2/8). Belakangan korban ditemukan berada di dasar jurang.

Anehnya, Widana sudah 6 tahun terakhir dalam kondisi lumpuh. Gede Widana dilaporkan hilang sekitar pukul 03.30 dini hari kemarin.

Setiap dini hari ia memang biasa terbangun dan keluar rumah untuk buang air kecil. Biasanya ia berupaya berjalan sendiri, dengan dibantu tongkat.

Setelah buang air kecil, ia selalu memanggil istrinya, Ketut Suwati, 73, agar dibantu kembali masuk kedalam rumah.

Namun dini hari kemarin, Widana tak kembali ke dalam rumah. Suwati pun merasa curiga, khawatir suaminya terjatuh di halaman rumah.

Baca Juga:  Asap Mengepul, WALHI Bali Tuding Penanganan TPA Temesi Tak Maksimal

Namun begitu keluar, ternyata suaminya tidak ada di halaman. “Saya pikir buang air besar. Saya cari ke kamar mandi, tidak ada orang. Di dapur juga kosong. Langsung saya bangunkan seisi rumah,” kata Suwati.

Saat itu Suwati benar-benar bingung kemana suaminya pergi. Sebab suaminya sudah lama sakit-sakitan. Bahkan 6 tahun terakhir sudah tak bisa berjalan dengan baik. Tiap ingin jalan, harus ditopang sebatang tongkat.

Dini hari itu, pihak keluarga langsung mencari korban di sekitar perkebunan yang ada di dekat rumah korban.

Saat fajar menyingsing, keluarga juga sempat mencari korban di Tukad Tangis, yang berada tak jauh dari rumah korban.

Hingga pagi, korban tak juga ditemukan. Akhirnya ratusan warga di Banjar Kawan ikut membantu mencari korban.

Baca Juga:  Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Jembrana

Seluruh areal perkebunan disisir. Termasuk aliran Tukad Tangis. Beberapa orang mencari korban ke arah Kelurahan Penarukan, Desa Nagasepaha, dan Desa Sari Mekar.

Keluarga pun sempat meminta petunjuk pada balian. Hasilnya, korban disebut masih berada di sekitar rumah.

Keluarga kemudian berinisiatif mencari korban menggunakan gong bonangan. Akhirnya pada pukul 10.30 pagi, korban ditemukan berada pada dasar jurang sedalam 20 meter, tepatnya di wilayah Desa Nagasepaha.

Korban saat itu berada dalam kondisi terlentang di sebuah batu padas, dan terlihat seperti orang linglung.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/