alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Awas! Gempa Masih Terjadi Ratusan Kali, PVMBG: Kawah Kian Panas

RadarBali.com – Gempa vulkanik Gunung Agung hingga kemarin (3/10) malam pukul 18.00,tercatat terjadi 519 kali gempa.

Dengan demikian PVMBG menyatakan Gunung Agung masih pada level IV atau berstatus awas.

‎”Berdasar data kami, intensitas gempa masih tinggi. Jumlahnya masih ratusan. Sekali lagi, gempa ini menunjukkan suplai magma ke permukaa masih terus berlangsung,” terang Devy Kamil Syahbana, Kasubbid Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur. 

Untuk retakan di dalam kawah, Devy menyatakan tidak ada perubahan. Luas retakan masih berkisar 80 meter persegi.

Namun, ‎untuk intensitas asap (uap) dari dalam kawah mengalami sedikit peningkatan. “Meningkatnya asap yang keluar dari kawah ini juga menunjukkan di bawah (kawah) panas. Gas dari bawah terus berusaha naik ke atas,” imbuh pria asal Bandung, Jawa Barat, itu.

Sementara hasil pengamatan visual PVMBG, kemarin di sekitar gunung cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah selatan.

Suhu udara 23-27 derajat celcius dan kelembaban udara 76-85 persen.‎ Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak.

Masyarakat sekitar  dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di dalam area kawah dan di seluruh area di dalam radius 9 km dari kawah puncak ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.



RadarBali.com – Gempa vulkanik Gunung Agung hingga kemarin (3/10) malam pukul 18.00,tercatat terjadi 519 kali gempa.

Dengan demikian PVMBG menyatakan Gunung Agung masih pada level IV atau berstatus awas.

‎”Berdasar data kami, intensitas gempa masih tinggi. Jumlahnya masih ratusan. Sekali lagi, gempa ini menunjukkan suplai magma ke permukaa masih terus berlangsung,” terang Devy Kamil Syahbana, Kasubbid Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur. 

Untuk retakan di dalam kawah, Devy menyatakan tidak ada perubahan. Luas retakan masih berkisar 80 meter persegi.

Namun, ‎untuk intensitas asap (uap) dari dalam kawah mengalami sedikit peningkatan. “Meningkatnya asap yang keluar dari kawah ini juga menunjukkan di bawah (kawah) panas. Gas dari bawah terus berusaha naik ke atas,” imbuh pria asal Bandung, Jawa Barat, itu.

Sementara hasil pengamatan visual PVMBG, kemarin di sekitar gunung cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah selatan.

Suhu udara 23-27 derajat celcius dan kelembaban udara 76-85 persen.‎ Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak.

Masyarakat sekitar  dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di dalam area kawah dan di seluruh area di dalam radius 9 km dari kawah puncak ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/