alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Usulkan Lima WBTB, Satu Usulan Terpaksa Ditangguhkan

 

SINGARAJA– Dinas Kebudayaan Buleleng mengusulkan sejumlah tradisi dan permainan rakyat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Total ada lima usulan yang disampaikan pada tim ahli di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Sayangnya tak semua usulan dapat ditetapkan sebagai WBTB.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, ada lima jenis WBTB yang diusulkan. Yakni Tradisi Mecak-cakan di Desa Adat Sambirenteng, Tradisi Saba Malunin di Desa Pedawa, permainan tradisional megangsing di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, kesenian Gambuh Bungkulan, serta motif ukiran khas Buleleng.

 

“Usulan itu sudah kami sampaikan ke Kemdikbud dari bulan Juli. Rencananya bulan Oktober ini akan ada sidang penetapan dari tim ahli,” kata Dody.

Baca Juga:  Tegas, Sekda Gianyar Minta Dinas Pertanian Proaktif Tangani Babi Mati

 

Menurut Dody seluruh potensi WBTB yang didaftarkan memiliki keunikan tersendiri. Tradisi mecak-cakan contohnya. Tradisi itu dilaksanakan setahun sekali tiap tilem kapitu. Tradisi ini dilakukan untuk menolak bala di desa adat setempat.

 

Sedangkan tradisi Saba Malunin merupakan tradisi tua yang ada di Desa Pedawa. Tradisi ini hanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Selama tradisi, ada sebelas jenis kesenian sakral yang dipentaskan khusus pada momen tersebut. Tradisi ini diyakini mencegah bala sekaligus memberi kemakmuran bagi penduduk desa.

 

Khusus permainan gangsing dan kesenian gambuh, sejatinya telah didaftarkan dan dicatatkan pada tahun 2019 lalu. Namun kajian akademis saat itu masih minim. Sehingga urung ditetapkan sebagai WBTB. Kini setelah kajian dianggap lengkap, maka Disbud Buleleng kembali mengajukan agar dapat ditetapkan pada tahun ini.

Baca Juga:  Dilanda Longsor, 253 KK di Dua Banjar di Busungbiu Terisolir

 

Sementara motif ukiran khas Buleleng didaftarkan sebagai salah satu bentuk peninggalan kerajinan tradisional. Disbud sebenarnya sudah melampirkan kajian akademis terkait usulan tersebut. Hanya saja penetapan untuk usulan tersebut dipastikan ditunda.

 

“Dianggap masih ada yang kurang. Kami akan konsultasi lagi dengan tim provinsi. Bagian mana yang kurang. Apakah kajian akademisnya, atau penjelasan keunikannya kurang spesifik. Kami akan berusaha lengkapi karena ada batas waktu penyempurnaan sampai tahun depan,” kata Dody.

 

SINGARAJA– Dinas Kebudayaan Buleleng mengusulkan sejumlah tradisi dan permainan rakyat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Total ada lima usulan yang disampaikan pada tim ahli di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Sayangnya tak semua usulan dapat ditetapkan sebagai WBTB.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, ada lima jenis WBTB yang diusulkan. Yakni Tradisi Mecak-cakan di Desa Adat Sambirenteng, Tradisi Saba Malunin di Desa Pedawa, permainan tradisional megangsing di Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, kesenian Gambuh Bungkulan, serta motif ukiran khas Buleleng.

 

“Usulan itu sudah kami sampaikan ke Kemdikbud dari bulan Juli. Rencananya bulan Oktober ini akan ada sidang penetapan dari tim ahli,” kata Dody.

Baca Juga:  BPKAD Janjikan Gaji PNS Awal Tahun Segera Cair, Ini Kata Ngakan Jati

 

Menurut Dody seluruh potensi WBTB yang didaftarkan memiliki keunikan tersendiri. Tradisi mecak-cakan contohnya. Tradisi itu dilaksanakan setahun sekali tiap tilem kapitu. Tradisi ini dilakukan untuk menolak bala di desa adat setempat.

 

Sedangkan tradisi Saba Malunin merupakan tradisi tua yang ada di Desa Pedawa. Tradisi ini hanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Selama tradisi, ada sebelas jenis kesenian sakral yang dipentaskan khusus pada momen tersebut. Tradisi ini diyakini mencegah bala sekaligus memberi kemakmuran bagi penduduk desa.

 

Khusus permainan gangsing dan kesenian gambuh, sejatinya telah didaftarkan dan dicatatkan pada tahun 2019 lalu. Namun kajian akademis saat itu masih minim. Sehingga urung ditetapkan sebagai WBTB. Kini setelah kajian dianggap lengkap, maka Disbud Buleleng kembali mengajukan agar dapat ditetapkan pada tahun ini.

Baca Juga:  Oknum Siswa Magang Akhirnya Akui Lakukan Pungli dan Minta Maaf

 

Sementara motif ukiran khas Buleleng didaftarkan sebagai salah satu bentuk peninggalan kerajinan tradisional. Disbud sebenarnya sudah melampirkan kajian akademis terkait usulan tersebut. Hanya saja penetapan untuk usulan tersebut dipastikan ditunda.

 

“Dianggap masih ada yang kurang. Kami akan konsultasi lagi dengan tim provinsi. Bagian mana yang kurang. Apakah kajian akademisnya, atau penjelasan keunikannya kurang spesifik. Kami akan berusaha lengkapi karena ada batas waktu penyempurnaan sampai tahun depan,” kata Dody.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/