alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Siswa dan Guru Terpapar, Kadisdikpora Minta Waspadai Klaster Sekolah

AMLAPURA- Proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung sejak awal Oktober 2021 di Kabupaten Karangasem, Bali sedikit terkendala.

 

Gara-garanya, saat PTM, tim Satgas Penanganan Covid-19 menemukan adanya sejumlah siswa dan guru terpapar Covid-19.

 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna mengungkapkan dari hasil penelusuran Satgas Covid-19 Kabupaten Karangasem, terdapat dua siswa SMP dan satu guru SD serta satu siswa SD yang terkonfirmasi positif covid-19.

 

 “Itu semua terjadi di Kecamatan Karangasem,” ujar Sutrisna dikonfirmasi, Selasa (2/11) kemarin.

 

Dirinci, dua siswa SMP ini kata Sutrisna merupakan kakak beradik yang terpapar dari klaster keluarga.

 

Sedangkan satu orang siswa SD yang terkonfirmasi positif covid-19 terpapar dari salah seorang guru di lingkungan sekolah tersebut.

Baca Juga:  Yess….Preman, Mucikari, dan PSK Digulung Ramai-ramai, Ini Hasilnya...

 

“Dari hasil tracking satu siswa SD yang positif. Itu karena siswa ini sempat kontak dengan gurunya saat PTM. Kalau yang SMP ini kena dari keluarga. Kelas yang ada siswanya positif kami liburkan,” terangnya.

 

Hasil tracking yang dilakukan pada siswa sekolah SMP di kecamatan Karangasem hingga saat ini belum keluar.

 

Mengingat, proses PTM tidak berlangsung penuh. Tetapi, pelaksanaan pembelajaran offline tersebut dilaksanakan hanya tiga hari dalam sepekan, yakni tiga hari daring dan tiga hari PTM.

 

Sehingga untuk melakukan tracking dan tes swab cukup lama.

 

“Kalau yang SD ini sudah keluar semua. Satu itu siswa itu yang positif. Nanti seminggu lagi siswa yang negatif kami lakukan tes lagi untuk memastikan,” tegas mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karangasem ini.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka di saat Covid

 

Pun saat disinggung apakah akan ada evaluasi untuk beralih ke proses belajar online, Sutrisna mengatakan tidak ada.

 

Hanya saja, kata Sutrisna, pihaknya akan lebih gencar dan memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).

 

Selain itu, kelas-kelas yang siswanya terkonfirmasi positif sudah diberlakuka pembelajaran jarak jauh.

 

“Nah kalau untuk kelas yang tidak ada kasus positif, tetap melaksanakan PTM secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi,” tukas Sutrisna.


AMLAPURA- Proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung sejak awal Oktober 2021 di Kabupaten Karangasem, Bali sedikit terkendala.

 

Gara-garanya, saat PTM, tim Satgas Penanganan Covid-19 menemukan adanya sejumlah siswa dan guru terpapar Covid-19.

 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna mengungkapkan dari hasil penelusuran Satgas Covid-19 Kabupaten Karangasem, terdapat dua siswa SMP dan satu guru SD serta satu siswa SD yang terkonfirmasi positif covid-19.

 

 “Itu semua terjadi di Kecamatan Karangasem,” ujar Sutrisna dikonfirmasi, Selasa (2/11) kemarin.

 

Dirinci, dua siswa SMP ini kata Sutrisna merupakan kakak beradik yang terpapar dari klaster keluarga.

 

Sedangkan satu orang siswa SD yang terkonfirmasi positif covid-19 terpapar dari salah seorang guru di lingkungan sekolah tersebut.

Baca Juga:  Instruksi Gubernur Koster Belum Dicabut, PTM Tunggu Keptusuan Pemprov

 

“Dari hasil tracking satu siswa SD yang positif. Itu karena siswa ini sempat kontak dengan gurunya saat PTM. Kalau yang SMP ini kena dari keluarga. Kelas yang ada siswanya positif kami liburkan,” terangnya.

 

Hasil tracking yang dilakukan pada siswa sekolah SMP di kecamatan Karangasem hingga saat ini belum keluar.

 

Mengingat, proses PTM tidak berlangsung penuh. Tetapi, pelaksanaan pembelajaran offline tersebut dilaksanakan hanya tiga hari dalam sepekan, yakni tiga hari daring dan tiga hari PTM.

 

Sehingga untuk melakukan tracking dan tes swab cukup lama.

 

“Kalau yang SD ini sudah keluar semua. Satu itu siswa itu yang positif. Nanti seminggu lagi siswa yang negatif kami lakukan tes lagi untuk memastikan,” tegas mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karangasem ini.

Baca Juga:  [Mistis] 4 Personel BPBD Mendadak Gatal-Gatal Usai Pangkas Pohon Wani

 

Pun saat disinggung apakah akan ada evaluasi untuk beralih ke proses belajar online, Sutrisna mengatakan tidak ada.

 

Hanya saja, kata Sutrisna, pihaknya akan lebih gencar dan memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).

 

Selain itu, kelas-kelas yang siswanya terkonfirmasi positif sudah diberlakuka pembelajaran jarak jauh.

 

“Nah kalau untuk kelas yang tidak ada kasus positif, tetap melaksanakan PTM secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi,” tukas Sutrisna.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/