alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Usai Tujuh Bulan Kekeringan, Warga Abang dan Kubu Mulai Berladang

AMLAPURA—Setelah tujuh bulan lebih mengalami kekeringan, mulai turunnya hujan di wilayah Abang dan Kubu jadi berkah tersendiri bagi masyarakat.

 

Bahkan dengan mulai turunnya hujan, masyarakat di sejumlah desa di dua kecamatan ini mulai bercocok tanah.

 

Seperti warga Desa Datah, Abang dan sebagian Desa di Kecamatan Kubu. Sejumlah masyarakat mulai bercocok tanam.

 

Sayang, meski sudah mulai mendapat air, namun para petani di desa ini juga masih terkendala.

 

Salah satunya yakni dengan keberadaan sapi-sapi mereka yang mengurus akibat minim pakan saat musim kemarau panjang.

 

Seperti diakui salah seorang petani Nyoman Diana dan rekannya Nengah Suweca. Dua warga  asal Datah, Abang ini membenarkan dengan kurusnya hewan ternak mereka.

Baca Juga:  Kampus Poltrada Bali Jadi Klaster Covid, Satgas Gencar Tracking Massal

“Ya sapi kurus kurus karena baru usai kemarau panjang,” ujar Suweca.

 

Akibat banyak sapi milik mereka yang kurus, mereka kesulitan membajak sawah karena sapinya tidak kuat menarik bajak.

“Kami terpaksa harus bertahap dan pelan-pelan.

Tidak bisa cepat karena sapi yang biasa kami pakai untuk membajak sawah memang tidak memungkinkan,”imbuhnya.

 

Sementara itu Kelian Adat Apadsari, Batudawa Kaja, Tulemben, Kubu I Wayan Putra mengakui kalau hujan sudah turun sejak empat hari lalu.

 

Ini mengakibatkan ladang yang tandus sekarang mulai mambaik. Petani pun buru buru membajak lahanya untuk bercocok tanam.

 

“Tanaman yang paling pas adalah Jagung, ketala pohon atau kacang kacangan,”terangnya.

Baca Juga:  Longsor, Senderan di Sanghyangambu Ambles, Lalu Lintas Tersendat!


AMLAPURA—Setelah tujuh bulan lebih mengalami kekeringan, mulai turunnya hujan di wilayah Abang dan Kubu jadi berkah tersendiri bagi masyarakat.

 

Bahkan dengan mulai turunnya hujan, masyarakat di sejumlah desa di dua kecamatan ini mulai bercocok tanah.

 

Seperti warga Desa Datah, Abang dan sebagian Desa di Kecamatan Kubu. Sejumlah masyarakat mulai bercocok tanam.

 

Sayang, meski sudah mulai mendapat air, namun para petani di desa ini juga masih terkendala.

 

Salah satunya yakni dengan keberadaan sapi-sapi mereka yang mengurus akibat minim pakan saat musim kemarau panjang.

 

Seperti diakui salah seorang petani Nyoman Diana dan rekannya Nengah Suweca. Dua warga  asal Datah, Abang ini membenarkan dengan kurusnya hewan ternak mereka.

Baca Juga:  Kampus Poltrada Bali Jadi Klaster Covid, Satgas Gencar Tracking Massal

“Ya sapi kurus kurus karena baru usai kemarau panjang,” ujar Suweca.

 

Akibat banyak sapi milik mereka yang kurus, mereka kesulitan membajak sawah karena sapinya tidak kuat menarik bajak.

“Kami terpaksa harus bertahap dan pelan-pelan.

Tidak bisa cepat karena sapi yang biasa kami pakai untuk membajak sawah memang tidak memungkinkan,”imbuhnya.

 

Sementara itu Kelian Adat Apadsari, Batudawa Kaja, Tulemben, Kubu I Wayan Putra mengakui kalau hujan sudah turun sejak empat hari lalu.

 

Ini mengakibatkan ladang yang tandus sekarang mulai mambaik. Petani pun buru buru membajak lahanya untuk bercocok tanam.

 

“Tanaman yang paling pas adalah Jagung, ketala pohon atau kacang kacangan,”terangnya.

Baca Juga:  Air PDAM Mati, Warga Desa Abang Kesulitan Air Bersih

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/