alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Kampus Poltrada Bali Jadi Klaster Covid, Satgas Gencar Tracking Massal

TABANAN – Munculnya klaster baru di kampus Poltrada (Politeknik Transportasi Darat Bali) yang berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, menjadi perhatian serius Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 kian meluas, Satgas Covid-19 Tabanan telah melakukan langkah tracking massif.

Langkah serupa juga dilakukan Kampus Poltrada. Baik kepada masyarakat setempat sekitar kampus, maupun kepada pegawai pelayanan, dan dosen di kampus tersebut.

Tujuan melakukan tracking secara massif untuk mempercepat memutus mata rantai Covid-19 di kampus tersebut.

Selain itu pihaknya sudah meminta kepada lembaga kampus untuk melaksanakan isolasi secara mandiri. Jika ada taruna yang sakit pihaknya menganjurkan penanganan secara medis di rumah sakit.

“Kami sudah meminta kepada pihak lembaga disana (Poltrada, red) untuk memperketat protokol kesehatan Covid-19,” tegas Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila.

Mengenai penularannya yang terjadi pada kampus tersebut pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena awalnya Satgas Covid-19 Tabanan menerima informasi tersebut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan.

Ada salah siswa yang positif Covid-19 dan lembaga sekolah berkirim surat ke Dinkes dengan tembusan langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah mengalami gejala panas dan flu, hasil itu diketahui dari hasil pemeriksaan poliklinik kampus Poltrada. Kami juga tidak tahu ada siswa disitu, karena tidak ada pemberitahuan,” ujar Sekda Tabanan ini.

Untuk mencegah penularan kian meluas, menurut Susila, taruna Poltrada yang negatif Covid-19 dipulangkan ke daerah asal.

Namun sebelum mereka dipulangkan, pihaknya sudah menegaskan agar benar-benar mereka pulang dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

Tujuannya agar para taruna yang dipulangkan tidak menularkan kepada keluarga mereka dan menjadi klaster keluarga.

Susila juga menyebut meningkatnya kasus Covid-19 di Tabanan pada akhir tahun 2020, rata-rata disumbangkan orang tanpa gejala, tidak alami sakit.

Penularan orang tanpa gejala sangat masif terjadi. Apalagi ditengah kondisi musim hujan sekarang ini.

“Kasus Covid-19 dengan orang tanpa gejala di Tabanan cenderung meningkat, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah,

tetap menjalankan protokol kesehatan. Diupayakan untuk menghindari kerumunan baik dalam acara keluarga maupun adat,” pungkasnya. 



TABANAN – Munculnya klaster baru di kampus Poltrada (Politeknik Transportasi Darat Bali) yang berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, menjadi perhatian serius Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 kian meluas, Satgas Covid-19 Tabanan telah melakukan langkah tracking massif.

Langkah serupa juga dilakukan Kampus Poltrada. Baik kepada masyarakat setempat sekitar kampus, maupun kepada pegawai pelayanan, dan dosen di kampus tersebut.

Tujuan melakukan tracking secara massif untuk mempercepat memutus mata rantai Covid-19 di kampus tersebut.

Selain itu pihaknya sudah meminta kepada lembaga kampus untuk melaksanakan isolasi secara mandiri. Jika ada taruna yang sakit pihaknya menganjurkan penanganan secara medis di rumah sakit.

“Kami sudah meminta kepada pihak lembaga disana (Poltrada, red) untuk memperketat protokol kesehatan Covid-19,” tegas Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila.

Mengenai penularannya yang terjadi pada kampus tersebut pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena awalnya Satgas Covid-19 Tabanan menerima informasi tersebut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan.

Ada salah siswa yang positif Covid-19 dan lembaga sekolah berkirim surat ke Dinkes dengan tembusan langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah mengalami gejala panas dan flu, hasil itu diketahui dari hasil pemeriksaan poliklinik kampus Poltrada. Kami juga tidak tahu ada siswa disitu, karena tidak ada pemberitahuan,” ujar Sekda Tabanan ini.

Untuk mencegah penularan kian meluas, menurut Susila, taruna Poltrada yang negatif Covid-19 dipulangkan ke daerah asal.

Namun sebelum mereka dipulangkan, pihaknya sudah menegaskan agar benar-benar mereka pulang dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

Tujuannya agar para taruna yang dipulangkan tidak menularkan kepada keluarga mereka dan menjadi klaster keluarga.

Susila juga menyebut meningkatnya kasus Covid-19 di Tabanan pada akhir tahun 2020, rata-rata disumbangkan orang tanpa gejala, tidak alami sakit.

Penularan orang tanpa gejala sangat masif terjadi. Apalagi ditengah kondisi musim hujan sekarang ini.

“Kasus Covid-19 dengan orang tanpa gejala di Tabanan cenderung meningkat, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah,

tetap menjalankan protokol kesehatan. Diupayakan untuk menghindari kerumunan baik dalam acara keluarga maupun adat,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/