alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Karantina 3 Hari Tak Ada Wisman Datang, Kini Diperpanjang Jadi 10 Hari

DENPASAR – Pembukaan penerbangan internasional ke Bali sejauh ini tak membuahkan hasil. Dibuka sejak 14 Oktober 2021, tak satu “ekor” pun wisman yang berkunjung ke Bali. Diduga ini karena adanya kebijakan wajib karantina selama tiga hari bagi wisman yang datang.

 

Di tengah tidak adanya wisman yang datang, pemerintah pusat kembali mengambil kebijakan memperketat kedatangan orang dari luar negeri. Ini berlaku menyeluruh baik bagi wisman maupun warga negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri.

 

Kebijakan terbaru yang memperketat kedatangan orang dari perjalanan luar negeri ni terkait upaya mencegah Covid-19 varian baru B.1.1 529 atau omicron. Pemerintah pusat memperketat pintu masuk internasional di Indonesia dengan memperpanjang waktu karantina selama 10 hari.

 

Hal itu dikeluarkan Addendum Surat Edaran  Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

- Advertisement -

 

Diketahui  pada pertimbangan bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Afrika Selatan yang telah meluas sebarannya ke beberapa negara di dunia.

Baca Juga:  Sosialisasi Prokes, Kapolres Klungkung Ingatkan Bahaya Virus Omicron

 

Kemunculan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus khususnya di Benua Afrika bagian Selatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan para pakarnya pun sepakat untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal Bulan November 2021 ini menjadi variant of concern. Yakni varian yang menjadi perhatian atau diwaspadai.

 

Sekretaris Satgas Covid-19, I Made Rentin mengatakan maksud Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mengubah ketentuan lama waktu karantina dan waktu tes RT-PCR kedua bagi pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi COVID-19.

 

“Tujuan Addendum Surat Edaran ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadi peningkatan penularan COVID-19 termasuk varian baru yang telah bermutasi seperti SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 yang ditemukan pada beberapa negara di dunia maupun perkembangan varian virus SARS-CoV-2 yang akan datang.  

 

Dikatakan, dengan demikan, seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut.

Baca Juga:  Koster Di-bully Netizen Soal Video Hotel Penuh, FPDIP DPRD Jadi Bumper

 

Dia menjelaskan, pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam. Sedangkan dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 10 x 24 jam 

 

“Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT-PCR kedua dengan ketentuan sebagai berikut: Pada hari ke-9 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam; atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam,” ucapnya. 

 

Untuk yang dikarantina 14 hari bagi perjalanan dari 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

 

Pengaturan ini dikecualikan kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/ kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arragement, dan delegasi negara anggota G20.

- Advertisement -

DENPASAR – Pembukaan penerbangan internasional ke Bali sejauh ini tak membuahkan hasil. Dibuka sejak 14 Oktober 2021, tak satu “ekor” pun wisman yang berkunjung ke Bali. Diduga ini karena adanya kebijakan wajib karantina selama tiga hari bagi wisman yang datang.

 

Di tengah tidak adanya wisman yang datang, pemerintah pusat kembali mengambil kebijakan memperketat kedatangan orang dari luar negeri. Ini berlaku menyeluruh baik bagi wisman maupun warga negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri.

 

Kebijakan terbaru yang memperketat kedatangan orang dari perjalanan luar negeri ni terkait upaya mencegah Covid-19 varian baru B.1.1 529 atau omicron. Pemerintah pusat memperketat pintu masuk internasional di Indonesia dengan memperpanjang waktu karantina selama 10 hari.

 

Hal itu dikeluarkan Addendum Surat Edaran  Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

 

Diketahui  pada pertimbangan bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Afrika Selatan yang telah meluas sebarannya ke beberapa negara di dunia.

Baca Juga:  3 Orang Ngaku Polisi Nyelonong Minta CCTV, Ini Kata Pejabat Polda Bali

 

Kemunculan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus khususnya di Benua Afrika bagian Selatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan para pakarnya pun sepakat untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal Bulan November 2021 ini menjadi variant of concern. Yakni varian yang menjadi perhatian atau diwaspadai.

 

Sekretaris Satgas Covid-19, I Made Rentin mengatakan maksud Addendum Surat Edaran ini adalah untuk mengubah ketentuan lama waktu karantina dan waktu tes RT-PCR kedua bagi pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi COVID-19.

 

“Tujuan Addendum Surat Edaran ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadi peningkatan penularan COVID-19 termasuk varian baru yang telah bermutasi seperti SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 yang ditemukan pada beberapa negara di dunia maupun perkembangan varian virus SARS-CoV-2 yang akan datang.  

 

Dikatakan, dengan demikan, seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut.

Baca Juga:  Air Sungai Meluap, Mobil Pajero Bawa Rombongan Sembahyang Terbawa Arus

 

Dia menjelaskan, pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam. Sedangkan dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 10 x 24 jam 

 

“Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT-PCR kedua dengan ketentuan sebagai berikut: Pada hari ke-9 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam; atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam,” ucapnya. 

 

Untuk yang dikarantina 14 hari bagi perjalanan dari 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

 

Pengaturan ini dikecualikan kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/ kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arragement, dan delegasi negara anggota G20.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/