alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Terdampak Erupsi, Kera Diseputaran Pura Pasar Agung Tinggal Belasan

AMLAPURA—Keberadaan kera di sekitar Pura Pasar Agung Giri Tolangkir, Sebudi, Selat, Karangasem selama ini cukup banyak.

Namun  belakangan ini sebagian mulai lenyap. Menurut Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gde Pawana, kera yang ada sekarang ini tinggal belasan ekor.

Itu pun dalam kondisi sakit dan badan yang kurus. Padahal sebelumnya kera di sekitar pura cukup banyak dengan jumlah sekitar ratusan ekor.

Pawana sendiri tidak tahu persis kanapa kera tersebut sekarang hanya tinggal belasan ekor saja. Ada kemungkinan kera tersebut mati karena kelaparan.

Karena sejauh ini tidak ada warga yang menemukan kera tersebut melakukan migrasi ke bawah. “Kalau keluar pasti warga ada yang menemukan namun selama ini tidak ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Sel Baru Jaringan Lapas Kerobokan Beranak Pinak, Dua Pengedar Diciduk

Diakui juga kalau ada beberapa ekor kera ditemukan mati. Kuat dugaan kera tersebut mati karena kelaparan.

Sebab habitat mereka di atas pohon sudah mati dan tidak ada lagi buah buahan. Selain itu air yang di minum kera ini juga mengandung belerang sehingga kera jadi sakit.

Mendapati fakta tersebut, tim relawan Jagabaya Gunung Agung naik ke Pura Pasar Agung untuk memberikan makan kera kera tersebut.

Makanan yang dibawakan di antaranya berupa pisang. Pemberian makan kera kera ini juga merupakan salah satu misi Jagabaya.

Sebanyak 14 orang relawan naik ke Pura Pasar agung. Mereka naik pukul 08.00 wita dan turun pukul 12.00 wita. Bahkan saat tim naik sempat terjadi letusan di Gunung Agung sekitar pukul 11.07 wita. “Yang penting aman,” katanya.

Baca Juga:  Diterjang Puting Beliung, Belasan Bangunan di Klungkung Rusak Parah


AMLAPURA—Keberadaan kera di sekitar Pura Pasar Agung Giri Tolangkir, Sebudi, Selat, Karangasem selama ini cukup banyak.

Namun  belakangan ini sebagian mulai lenyap. Menurut Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gde Pawana, kera yang ada sekarang ini tinggal belasan ekor.

Itu pun dalam kondisi sakit dan badan yang kurus. Padahal sebelumnya kera di sekitar pura cukup banyak dengan jumlah sekitar ratusan ekor.

Pawana sendiri tidak tahu persis kanapa kera tersebut sekarang hanya tinggal belasan ekor saja. Ada kemungkinan kera tersebut mati karena kelaparan.

Karena sejauh ini tidak ada warga yang menemukan kera tersebut melakukan migrasi ke bawah. “Kalau keluar pasti warga ada yang menemukan namun selama ini tidak ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Kerap Bengong, Pria Paro Baya Ditemukan Tewas Ulah Pati

Diakui juga kalau ada beberapa ekor kera ditemukan mati. Kuat dugaan kera tersebut mati karena kelaparan.

Sebab habitat mereka di atas pohon sudah mati dan tidak ada lagi buah buahan. Selain itu air yang di minum kera ini juga mengandung belerang sehingga kera jadi sakit.

Mendapati fakta tersebut, tim relawan Jagabaya Gunung Agung naik ke Pura Pasar Agung untuk memberikan makan kera kera tersebut.

Makanan yang dibawakan di antaranya berupa pisang. Pemberian makan kera kera ini juga merupakan salah satu misi Jagabaya.

Sebanyak 14 orang relawan naik ke Pura Pasar agung. Mereka naik pukul 08.00 wita dan turun pukul 12.00 wita. Bahkan saat tim naik sempat terjadi letusan di Gunung Agung sekitar pukul 11.07 wita. “Yang penting aman,” katanya.

Baca Juga:  Sejak 2019, Burung Hantu untuk Pertanian di Klungkung Cuma Sepasang

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/