alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

UPDATE! Gunung Agung Bali Keluarkan Asap, Pendakian Radius 4 Km Distop

AMLAPURA—Hembusan awan kembali muncul dari kawah Gunung Agung di Karangasem, Bali, Jumat (4/1) sore.

  

Bahkan dibandingkan sehari sebelumnya, intensitas hembusan awan kali ini lebih sering.

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat hembusan asap putih teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter, dengan amplitude 2, durasi 6 detik. selaian itu juga terekam adanya tektonik jauh sebanyak 3 kali dengan amplitude 3-22 mm S-P 11-40 detik dengan durasi 105 sampai 115 detik.

.

 

 PVMBG sendiri memprediksi dengan status Gunung Agung yang masih berada level III memiliki potensi dan peluang erupsi yang masih cukup besar.

 

Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung, Rendang, Karangasem I Dewa Made Mertayasa, mengatakan pascaerupsi Desember 2018 lalu, Gunung Agung kerap mengeluarkan hembusan.

Baca Juga:  Pengungsi Masih Tinggi, Warga Daerah Zona Aman Merasa Dipermainkan

 

Selain itu kegempaan Gunung Agung juga makin sering terekam di seismograf. Diantaranya adalah vulkanik dangkal dan dalam.

 

“Ya ada sedikit peningkatan aktivitas belakangan ini,” ujarnya.

 

Bahkan sejak enam hari lalu, lanjutnya tercatat 19 kali terjadi hembusan dengan skala yang lumayan besar.

 

Hembusan terjadi rata rata dengan ketinggian 300 meter dengan asap berwarna putih.

 

Dari GPS terekam juga kalau Gunung Agung mengalami inflasi. Dengan tanda tanda ini manunjukan kalau aktivitas Gunung Agung masih tinggi.

“Aktifitasnya masih cukup tinggi,” ujarnya.

 

 

Untuk itu pihaknya meminta warga masyarakat mematuhi rekomendasi yang di keluarkan BVMBG yakni radius 4 km dari puncak Gunung Agung dilarang ada aktivitas.

Baca Juga:  Gunung Agung Kembali Meletus, Ini yang Dirasakan Warga Lereng Gunung

 



AMLAPURA—Hembusan awan kembali muncul dari kawah Gunung Agung di Karangasem, Bali, Jumat (4/1) sore.

  

Bahkan dibandingkan sehari sebelumnya, intensitas hembusan awan kali ini lebih sering.

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat hembusan asap putih teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter, dengan amplitude 2, durasi 6 detik. selaian itu juga terekam adanya tektonik jauh sebanyak 3 kali dengan amplitude 3-22 mm S-P 11-40 detik dengan durasi 105 sampai 115 detik.

.

 

 PVMBG sendiri memprediksi dengan status Gunung Agung yang masih berada level III memiliki potensi dan peluang erupsi yang masih cukup besar.

 

Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung, Rendang, Karangasem I Dewa Made Mertayasa, mengatakan pascaerupsi Desember 2018 lalu, Gunung Agung kerap mengeluarkan hembusan.

Baca Juga:  Bupati Minta Pengungsi Pulang, Siapkan Menetap di Desa Zona Aman

 

Selain itu kegempaan Gunung Agung juga makin sering terekam di seismograf. Diantaranya adalah vulkanik dangkal dan dalam.

 

“Ya ada sedikit peningkatan aktivitas belakangan ini,” ujarnya.

 

Bahkan sejak enam hari lalu, lanjutnya tercatat 19 kali terjadi hembusan dengan skala yang lumayan besar.

 

Hembusan terjadi rata rata dengan ketinggian 300 meter dengan asap berwarna putih.

 

Dari GPS terekam juga kalau Gunung Agung mengalami inflasi. Dengan tanda tanda ini manunjukan kalau aktivitas Gunung Agung masih tinggi.

“Aktifitasnya masih cukup tinggi,” ujarnya.

 

 

Untuk itu pihaknya meminta warga masyarakat mematuhi rekomendasi yang di keluarkan BVMBG yakni radius 4 km dari puncak Gunung Agung dilarang ada aktivitas.

Baca Juga:  Bangun Pura di Bukit Sanghyang, Pengrajeg Catur Desa Minta Kejelasan

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/