alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Cek Kesiapan Vaksinasi Covid, Kadiskes Tolak Diliput Media. Ada Apa?

SINGARAJA– DPRD Buleleng mengecek kesiapan fasilitas kesehatan di Kabupaten Buleleng dalam rangka program vaksinasi covid-19, Senin (4/1).

Saat pengecekan, dewan mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dan RSUD Buleleng.

Sayang saat dewan mendatangi Dinkes Buleleng, Kepala Dinkes Buleleng dr. IGN Mahapramana menolak kegiatan sidak itu diliput media.

Rombongan dewan dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari serta Anggota Komisi III DPRD Bali Kadek Setiawan juga turut serta.

Saat melakukan sidak ke Dinkes, rombongan dewan langsung diterima di ruang rapat Kadiskes Buleleng. Sejumlah media pun mengikuti rombongan dewan. Namun Kadiskes langsung meminta agar awak media keluar dari ruang kerjanya.

“Saya tidak berwenang memberikan keterangan ke media. Wartawan jangan dikasih masuk,” kata Mahapramana pada salah seorang staf.

Baca Juga:  Formasi CPNS, Pemkab Buleleng Tunggu Keputusan KemenPAN-RB

Selain melakukan sidak ke Dinkes Buleleng, dewan juga sebenarnya melakukan sidak ke RSUD Buleleng. Berbanding terbalik dengan Dinkes Buleleng, manajemen RSUD Buleleng justru meminta agar awak media memantau jalannya sidak.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan pihaknya sengaja melakukan inspeksi. Sebab hingga kini dewan belum mendapat informasi yang jelas terkait rencana vaksinasi covid-19 di Buleleng.

Dewan sendiri berharap program vaksinasi dapat segera dijalankan, sehingga pandemi segera berakhir dan ekonomi pulih.

“Kami belum dapat informasi apa-apa, dapat jatah berapa banyak, kapan sampai di Bali, apakah kita siap dengan gudang obat, dan sebagainya. Kalau memang semua sudah siap, tentu kami harap ini bisa segera dilakukan. Apalagi sudah dana operasionalnya kan sudah disiapkan dalam anggaran bencana,” kata Supriatna.

Baca Juga:  TEGAS! Tanpa Tutup Terpal Dishub Langsung Semprit Truk Galian C

Sementara itu, Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dokter ahli. Nantinya rumah sakit hanya akan menerima warga yang merasakan efek samping dari program vaksinasi. Biasanya efek samping yang timbul, berupa demam.

“Sama seperti balita divaksin, itu bisa jadi ada efek sampingnya. Bisa nyeri, bisa demam. Karena ini suasana pandemi, kalau ada efek samping dan perlu ditangani fasilitas medis, ya harus disiapkan. Kami sudah siapkan dokter ahli untuk penanganan hal ini,” kata Arya.

Konon Buleleng akan mendapat distribusi vaksin dari pemerintah pusat pada bulan ini. Vaksin yang akan didistribusikan adalah Sinovac.

Rencananya vaksin yang sudah datang, akan disimpan di gudang farmasi RSUD Buleleng.



SINGARAJA– DPRD Buleleng mengecek kesiapan fasilitas kesehatan di Kabupaten Buleleng dalam rangka program vaksinasi covid-19, Senin (4/1).

Saat pengecekan, dewan mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dan RSUD Buleleng.

Sayang saat dewan mendatangi Dinkes Buleleng, Kepala Dinkes Buleleng dr. IGN Mahapramana menolak kegiatan sidak itu diliput media.

Rombongan dewan dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari serta Anggota Komisi III DPRD Bali Kadek Setiawan juga turut serta.

Saat melakukan sidak ke Dinkes, rombongan dewan langsung diterima di ruang rapat Kadiskes Buleleng. Sejumlah media pun mengikuti rombongan dewan. Namun Kadiskes langsung meminta agar awak media keluar dari ruang kerjanya.

“Saya tidak berwenang memberikan keterangan ke media. Wartawan jangan dikasih masuk,” kata Mahapramana pada salah seorang staf.

Baca Juga:  Ada Sulinggih Belum Punya Jaminan Kesehatan, Ini Saran Dewan Klungkung

Selain melakukan sidak ke Dinkes Buleleng, dewan juga sebenarnya melakukan sidak ke RSUD Buleleng. Berbanding terbalik dengan Dinkes Buleleng, manajemen RSUD Buleleng justru meminta agar awak media memantau jalannya sidak.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan pihaknya sengaja melakukan inspeksi. Sebab hingga kini dewan belum mendapat informasi yang jelas terkait rencana vaksinasi covid-19 di Buleleng.

Dewan sendiri berharap program vaksinasi dapat segera dijalankan, sehingga pandemi segera berakhir dan ekonomi pulih.

“Kami belum dapat informasi apa-apa, dapat jatah berapa banyak, kapan sampai di Bali, apakah kita siap dengan gudang obat, dan sebagainya. Kalau memang semua sudah siap, tentu kami harap ini bisa segera dilakukan. Apalagi sudah dana operasionalnya kan sudah disiapkan dalam anggaran bencana,” kata Supriatna.

Baca Juga:  Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Ribuan Guru di Badung akan Diswab

Sementara itu, Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dokter ahli. Nantinya rumah sakit hanya akan menerima warga yang merasakan efek samping dari program vaksinasi. Biasanya efek samping yang timbul, berupa demam.

“Sama seperti balita divaksin, itu bisa jadi ada efek sampingnya. Bisa nyeri, bisa demam. Karena ini suasana pandemi, kalau ada efek samping dan perlu ditangani fasilitas medis, ya harus disiapkan. Kami sudah siapkan dokter ahli untuk penanganan hal ini,” kata Arya.

Konon Buleleng akan mendapat distribusi vaksin dari pemerintah pusat pada bulan ini. Vaksin yang akan didistribusikan adalah Sinovac.

Rencananya vaksin yang sudah datang, akan disimpan di gudang farmasi RSUD Buleleng.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/