alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

OTG Kian Dominan, Tiga Hari 86 Warga Tabanan Positif Covid-19

TABANAN – Status zona merah penularan Covid-19 di Tabanan tak kunjung menurun. Bahkan pada tiga hari pertama tahun 2021, 86 orang warga Tabanan terkonfirmasi positif Covid-19.

Secara akumulasi data positif Covid-19 sampai Minggu kemarin (3/1) tercatat 2.130 orang terjangkit Covid-19 di Gumi Lumbung Beras, Tabanan.

86 warga positif Covid-19, 9 di antaranya menjalani perawatan di Hotel POP, 6 isolasi mandiri, dan 1 orang dirawat di BRSU Tabanan. Mereka terkonfirmasi pada Jumat (1/1).

Selanjutnya Sabtu (2/1) sebanyak 46 kasus positif. Dengan pasien tersebar melakukan perawatan, sebanyak 29 orang isolasi di Hotel Pop, 

1 orang dirawat BRSU Tabanan, 1 orang dirawat UPTD RS Nyitdah dan 1 orang RSUD Mangusada dan 14 orang isolasi secara mandiri.

Sedangkan per Minggu (3/1) kemarin sebanyak 24 kasus positif baru. Dengan mereka melakukan perawatan 11 orang

Baca Juga:  Menjelang Perayaan Idul Fitri, Arus Lalu Lintas di Gilimanuk Meningkat

di karantina di Hotel Pop, BRSU Tabanan 2 orang dirawat, UPTD Nyitdah sebanyak 4 orang dan RSUP Sanglah sebanyak 1 orang.   

Selain itu data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tabanan juga menyebut sudah sebanyak 64 orang warga Tabanan meninggal dunia, sembuh sebanyak 1890 kasus Covid-19 dan 176 kasus masih dalam masa perawatan. 

Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila mangatakan belum terkendalinya Covid-19 di Tabanan dengan status zona merah karena kepedulian dan keadaran masyarakat untuk melakukan perlindungan diri sudah menurun.

Masyarakat masih lengah dalam menerapkan protokol kesehatan kala beraktivitas setiap harinya. Karena di lapangan masih banyak masyarakat yang pihaknya temukan masih abai menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap disiplin. Patuhi intruksi pemerintah, tetap tinggal di rumah, tetap jaga jarak aman dari orang sekitar. Harus lakukan cuci tangan dan gunakan masker ketika melakukan aktivitas,” tegasnya.

Baca Juga:  Dua Kali Pungli, Oknum PNS di Klungkung Cuma Disanksi Demosi

Susila mengaku tambahan kasus baru Covid-19 yang mencapai 86 orang dalam waktu tiga hari di tahun 2021 dominan dengan penderita orang tanpa gejala (OTG).

OTG ini sudah tersebar hampir di seluruh kecamatan di Tabanan. Mereka yang OTG tidak merasa terjangkit Covid-19, namun membawa virus dan menularkan kepada orang lainnya saat dilakukan kontak langsung.

Sehingga wajar terjadi transmisi lokal. “Menurunkan Tabanan dari status zona merah kami minta dukungan dan kerjsama semua pihak.

Selain pola 3 M dijalankan (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Juga masyarakat harus mampu mengendalikan diri dari kerumunan dan pola hidup sehat juga harus dijalankan,” pungkasnya. 



TABANAN – Status zona merah penularan Covid-19 di Tabanan tak kunjung menurun. Bahkan pada tiga hari pertama tahun 2021, 86 orang warga Tabanan terkonfirmasi positif Covid-19.

Secara akumulasi data positif Covid-19 sampai Minggu kemarin (3/1) tercatat 2.130 orang terjangkit Covid-19 di Gumi Lumbung Beras, Tabanan.

86 warga positif Covid-19, 9 di antaranya menjalani perawatan di Hotel POP, 6 isolasi mandiri, dan 1 orang dirawat di BRSU Tabanan. Mereka terkonfirmasi pada Jumat (1/1).

Selanjutnya Sabtu (2/1) sebanyak 46 kasus positif. Dengan pasien tersebar melakukan perawatan, sebanyak 29 orang isolasi di Hotel Pop, 

1 orang dirawat BRSU Tabanan, 1 orang dirawat UPTD RS Nyitdah dan 1 orang RSUD Mangusada dan 14 orang isolasi secara mandiri.

Sedangkan per Minggu (3/1) kemarin sebanyak 24 kasus positif baru. Dengan mereka melakukan perawatan 11 orang

Baca Juga:  Meninggal Terpapar Covid-19, Pekerja Migran Badung Dikremasi di AS

di karantina di Hotel Pop, BRSU Tabanan 2 orang dirawat, UPTD Nyitdah sebanyak 4 orang dan RSUP Sanglah sebanyak 1 orang.   

Selain itu data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tabanan juga menyebut sudah sebanyak 64 orang warga Tabanan meninggal dunia, sembuh sebanyak 1890 kasus Covid-19 dan 176 kasus masih dalam masa perawatan. 

Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila mangatakan belum terkendalinya Covid-19 di Tabanan dengan status zona merah karena kepedulian dan keadaran masyarakat untuk melakukan perlindungan diri sudah menurun.

Masyarakat masih lengah dalam menerapkan protokol kesehatan kala beraktivitas setiap harinya. Karena di lapangan masih banyak masyarakat yang pihaknya temukan masih abai menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap disiplin. Patuhi intruksi pemerintah, tetap tinggal di rumah, tetap jaga jarak aman dari orang sekitar. Harus lakukan cuci tangan dan gunakan masker ketika melakukan aktivitas,” tegasnya.

Baca Juga:  Jenazah TKW Buleleng Tiba, Tangis Keluarga Pecah, Si Ayah Bilang...

Susila mengaku tambahan kasus baru Covid-19 yang mencapai 86 orang dalam waktu tiga hari di tahun 2021 dominan dengan penderita orang tanpa gejala (OTG).

OTG ini sudah tersebar hampir di seluruh kecamatan di Tabanan. Mereka yang OTG tidak merasa terjangkit Covid-19, namun membawa virus dan menularkan kepada orang lainnya saat dilakukan kontak langsung.

Sehingga wajar terjadi transmisi lokal. “Menurunkan Tabanan dari status zona merah kami minta dukungan dan kerjsama semua pihak.

Selain pola 3 M dijalankan (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Juga masyarakat harus mampu mengendalikan diri dari kerumunan dan pola hidup sehat juga harus dijalankan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/