alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Pasien Meninggal Terus Bertambah, Satgas Evaluasi Penanganan Covid-19

NEGARA – Dua orang pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia dalam dua hari terakhir. Kasus kematian dua orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan kasus pertama pada tahun 2021.

Bahkan, pada akhir 2020 merupakan kasus kematian terbanyak sejak pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, awal tahun 2021 ini terdapat dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Pertama warga Berangbang usia 57 tahun. Pasien dengan gejala pneumonia tersebut sebelumnya meninggal dunia dengan status masih probable.

Sabtu (2/1) lalu, setelah keluar hasil swab test, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua, pasien asal Kelurahan Gilimanuk, seorang laki-laki berusia 65 tahun.

Baca Juga:  Dimaki Netizen di Media Sosial, Pemred Beritabalionline Lapor Polda

Pasien yang dirawat sejak 28 Desember 2020 itu, mengalami gejala demam sejak tiga hari dan hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pasien meninggal dengan penyakit penyerta. Karena hasil swab positif Covid-19, penanganan jenazah sesuai dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Arisantha menambahkan, karena kasus Covid-19 di Jembrana terus meningkat, penanganan Covid-19 di Jembrana akan dievaluasi.

Terutama mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena dalam mencegah protokol kesehatan yang utama adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Promosi kesehatan mengenai pentingnya protokol kesehatan harus ditingkatkan lagi,” tegas I Gusti Agung Putu Arisantha.

Menurutnya, Satgas Penanganan Covid-19 sudah gencar melakukan promosi kesehatan dan operasi yustisi agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Penerbangan Luar Negeri di Ngurah Rai Dibuka, Ini Katagori & Syaratnya

Namun, dalam mencegah penyebaran Covid-19 memerlukan kesadaran masyarakat dalam menjalakan kesehatan.

Jika masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan, maka penyebaran virus akan sulit dicegah dan diminimalkan. 



NEGARA – Dua orang pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia dalam dua hari terakhir. Kasus kematian dua orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan kasus pertama pada tahun 2021.

Bahkan, pada akhir 2020 merupakan kasus kematian terbanyak sejak pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, awal tahun 2021 ini terdapat dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Pertama warga Berangbang usia 57 tahun. Pasien dengan gejala pneumonia tersebut sebelumnya meninggal dunia dengan status masih probable.

Sabtu (2/1) lalu, setelah keluar hasil swab test, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua, pasien asal Kelurahan Gilimanuk, seorang laki-laki berusia 65 tahun.

Baca Juga:  Tak Disiplin Jalankan Isolasi, Buleleng Buka Wacana Karantina Pasien

Pasien yang dirawat sejak 28 Desember 2020 itu, mengalami gejala demam sejak tiga hari dan hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pasien meninggal dengan penyakit penyerta. Karena hasil swab positif Covid-19, penanganan jenazah sesuai dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Arisantha menambahkan, karena kasus Covid-19 di Jembrana terus meningkat, penanganan Covid-19 di Jembrana akan dievaluasi.

Terutama mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena dalam mencegah protokol kesehatan yang utama adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Promosi kesehatan mengenai pentingnya protokol kesehatan harus ditingkatkan lagi,” tegas I Gusti Agung Putu Arisantha.

Menurutnya, Satgas Penanganan Covid-19 sudah gencar melakukan promosi kesehatan dan operasi yustisi agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Gerakkan Ekonomi Bali, Buka Restoran Sushi di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, dalam mencegah penyebaran Covid-19 memerlukan kesadaran masyarakat dalam menjalakan kesehatan.

Jika masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan, maka penyebaran virus akan sulit dicegah dan diminimalkan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/