alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tingkatkan Literasi, BPJS Kesehatan Berikan Sosialisasi ke Kader JKN

SINGARAJA – Upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Singaraja dalam hal sosialisasi program JKN kepada masyarakat agar informasi tersampaikan dengan benar. 

Salah satu strategi yang dilakukan dengan meningkatkan kolektabilitas iuran dan melakukan sosialisasi program 

Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara masif kepada masyarakat, yakni dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan dalam program Kader JKN. 

Kader JKN adalah orang atau warga masyarakat yang bekerjasama sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan berdasarkan hubungan kemitraan yang menjalankan 

sebagian tugas dan fungsi dari BPJS Kesehatan dalam suatu wilayah tertentu yang memiliki kewenangan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan direkrut langsung oleh pihak BPJS Kesehatan. 

Kader JKN ini memiliki fungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi kepesertaan, fungsi pemberi informasi dan penerima keluhan peserta JKN-KIS. 

Untuk meningkatkan pemahaman dan kinerja Kader JKN, perlu dilakukan sosialisasi dan evaluasi kepada Kader JKN. 

Baca Juga:  KABAR BAIK! Tiga Belas Pasien di Jembrana Sembuh dari Covid-19

Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Singaraja memberikan pemahaman dan evaluasi melalui pembekalan kepada Kader JKN di wilayah Kabupaten Buleleng pada Rabu (22/1). 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Elly Widiani yang didampingi oleh Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, I Gede Nyoman Widiasmara beserta staf. 

Elly begitu sapaannya menjelaskan tujuan dari diadakannya kegiatan evaluasi ini. “Kegiatan ini kami adakan  bertujuan untuk semakin meningkatkan pemahaman 

para Kader JKN mengenai program JKN-KIS khususnya dalam fungsinya sebagai pengingat dan pengumpul iuran, fungsi pemasaran sosial, 

fungsi kepesertaan, fungsi pemberi informasi dan penerima keluhan dari masyarakat yang menjadi binaannya. 

Kader JKN juga memiliki peran yang sangat penting dalam hal mendorong masyarakat mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dan membayar iuran secara tepat waktu. 

Kader JKN harus membekali diri dengan berbagai informasi terkini tentang program JKN-KIS sehingga para Kader JKN dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada warga binaannya,” jelas Elly.

Baca Juga:  Mobile JKN, Akses Informasi BPJS Kesehatan Dalam Satu Genggaman

Menurut Ketut Bujaman, salah satu kader JKN yang hadir dalam acara tersebut mengemukakan pendapatnya. 

“Dengan kegiatan evaluasi Kader JKN yang diadakan BPJS Kesehatan ini, menambah semangat saya untuk bisa lebih baik lagi menjadi Kader JKN yang bekerjasama 

dengan BPJS Kesehatan. Saya semakin bersemangat untuk menjalankan tugas saya sebagai seorang Kader JKN, di antaranya dalam hal kolekting iuran, 

mengedukasi peserta binaan untuk rutin dalam membayar iuran setiap bulan, mengedukasi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera 

mendaftarkan diri beserta keluarga. Ada kelegaan tersendiri dalam diri saya apabila warga binaan saya menjadi paham 

bahwa menjadi peserta JKN-KIS adalah kewajiban dan sadar akan membayar iuran tepat waktu,” tuturnya pada Jamkesnews. (rba) 



SINGARAJA – Upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Singaraja dalam hal sosialisasi program JKN kepada masyarakat agar informasi tersampaikan dengan benar. 

Salah satu strategi yang dilakukan dengan meningkatkan kolektabilitas iuran dan melakukan sosialisasi program 

Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara masif kepada masyarakat, yakni dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan dalam program Kader JKN. 

Kader JKN adalah orang atau warga masyarakat yang bekerjasama sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan berdasarkan hubungan kemitraan yang menjalankan 

sebagian tugas dan fungsi dari BPJS Kesehatan dalam suatu wilayah tertentu yang memiliki kewenangan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan direkrut langsung oleh pihak BPJS Kesehatan. 

Kader JKN ini memiliki fungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi kepesertaan, fungsi pemberi informasi dan penerima keluhan peserta JKN-KIS. 

Untuk meningkatkan pemahaman dan kinerja Kader JKN, perlu dilakukan sosialisasi dan evaluasi kepada Kader JKN. 

Baca Juga:  Dua Kali Pungli, Oknum PNS di Klungkung Cuma Disanksi Demosi

Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Singaraja memberikan pemahaman dan evaluasi melalui pembekalan kepada Kader JKN di wilayah Kabupaten Buleleng pada Rabu (22/1). 

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Elly Widiani yang didampingi oleh Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, I Gede Nyoman Widiasmara beserta staf. 

Elly begitu sapaannya menjelaskan tujuan dari diadakannya kegiatan evaluasi ini. “Kegiatan ini kami adakan  bertujuan untuk semakin meningkatkan pemahaman 

para Kader JKN mengenai program JKN-KIS khususnya dalam fungsinya sebagai pengingat dan pengumpul iuran, fungsi pemasaran sosial, 

fungsi kepesertaan, fungsi pemberi informasi dan penerima keluhan dari masyarakat yang menjadi binaannya. 

Kader JKN juga memiliki peran yang sangat penting dalam hal mendorong masyarakat mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dan membayar iuran secara tepat waktu. 

Kader JKN harus membekali diri dengan berbagai informasi terkini tentang program JKN-KIS sehingga para Kader JKN dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada warga binaannya,” jelas Elly.

Baca Juga:  Parah! Air PDAM Macet Tiga Hari, Warga Gianyar Angkut Air Sungai

Menurut Ketut Bujaman, salah satu kader JKN yang hadir dalam acara tersebut mengemukakan pendapatnya. 

“Dengan kegiatan evaluasi Kader JKN yang diadakan BPJS Kesehatan ini, menambah semangat saya untuk bisa lebih baik lagi menjadi Kader JKN yang bekerjasama 

dengan BPJS Kesehatan. Saya semakin bersemangat untuk menjalankan tugas saya sebagai seorang Kader JKN, di antaranya dalam hal kolekting iuran, 

mengedukasi peserta binaan untuk rutin dalam membayar iuran setiap bulan, mengedukasi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera 

mendaftarkan diri beserta keluarga. Ada kelegaan tersendiri dalam diri saya apabila warga binaan saya menjadi paham 

bahwa menjadi peserta JKN-KIS adalah kewajiban dan sadar akan membayar iuran tepat waktu,” tuturnya pada Jamkesnews. (rba) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/