alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Waspada, Demam Berdarah di Buleleng Mulai Telan Korban Jiwa

SINGARAJA – Penyebaran penyakit demam berdarah di Kabupaten Buleleng, menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Ambengan, meninggal dunia setelah terjangkit penyakit mematikan ini.

Warga itu diketahui bernama Ketut Supartini, 53, warga Banjar Dinas Ambengan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.

Supartini sempat menjalani perawatan di RSU KDH Bros Buleleng, sejak Sabtu (1/2) lalu. Sayang nyawanya tak berhasil ditolong.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kondisi korban saat dilarikan ke rumah sakit, sudah terbilang kritis.

Korban disebut sudah masuk dalam fase kritis. Korban sempat dirawat selama satu malam. Sayang korban harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (2/2) malam.

Perbekel Ambengan Gede Suberata yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali, membenarkan bahwa warganya meninggal karena demam berdarah.

Baca Juga:  Sepakat Apraisal Ulang, Kejari Ingatkan Warga Patuhi SK Bupati

Suberata menyebut, mendiang Supartini sudah dua kali masuk rumah sakit karena demam berdarah.

“Korban ini sudah pernah kena demam berdarah. Kemudian kena lagi. Hari Sabtu itu baru diajak ke rumah sakit,” kata Suberata.

Menurutnya, mendiang sudah menunjukkan gejala kambuh, sejak Jumat (31/1) lalu. Saat itu mendiang sudah mengalami demam dan sempat muntah-muntah.

Namun saat itu mendiang berkeras diobati di rumah. Karena pada Sabtu demamnya tak kunjung turun, keluarga melarikan mendiang ke rumah sakit.

Hasil cek laboratorium menunjukkan korban diduga menderita demam berdarah. Lebih lanjut Suberata mengatakan, penyebaran penyakit demam berdarah di Banjar Dinas Ambengan cukup masif.

Dalam sebulan terakhir, ia menyebut ada empat orang lain yang juga harus dirawat karena mengalami demam berdarah.

Baca Juga:  Penyakit Demam Berdarah di Buleleng Meluas, Dinkes Catat 700 Kasus

Terhadap peristiwa demam berdarah itu, Suberata mengaku telah melakukan koordinasi dengan Puskesmas Sukasada I.

“Selama ini begitu ada laporan penyakit DB, selalu kami sampaikan ke puskesmas. Termasuk kejadian yang kemarin ini, juga sudah kami teruskan,” tegasnya. 



SINGARAJA – Penyebaran penyakit demam berdarah di Kabupaten Buleleng, menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Ambengan, meninggal dunia setelah terjangkit penyakit mematikan ini.

Warga itu diketahui bernama Ketut Supartini, 53, warga Banjar Dinas Ambengan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.

Supartini sempat menjalani perawatan di RSU KDH Bros Buleleng, sejak Sabtu (1/2) lalu. Sayang nyawanya tak berhasil ditolong.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kondisi korban saat dilarikan ke rumah sakit, sudah terbilang kritis.

Korban disebut sudah masuk dalam fase kritis. Korban sempat dirawat selama satu malam. Sayang korban harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (2/2) malam.

Perbekel Ambengan Gede Suberata yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali, membenarkan bahwa warganya meninggal karena demam berdarah.

Baca Juga:  Terumbu Karang Pemuteran Rusak Parah

Suberata menyebut, mendiang Supartini sudah dua kali masuk rumah sakit karena demam berdarah.

“Korban ini sudah pernah kena demam berdarah. Kemudian kena lagi. Hari Sabtu itu baru diajak ke rumah sakit,” kata Suberata.

Menurutnya, mendiang sudah menunjukkan gejala kambuh, sejak Jumat (31/1) lalu. Saat itu mendiang sudah mengalami demam dan sempat muntah-muntah.

Namun saat itu mendiang berkeras diobati di rumah. Karena pada Sabtu demamnya tak kunjung turun, keluarga melarikan mendiang ke rumah sakit.

Hasil cek laboratorium menunjukkan korban diduga menderita demam berdarah. Lebih lanjut Suberata mengatakan, penyebaran penyakit demam berdarah di Banjar Dinas Ambengan cukup masif.

Dalam sebulan terakhir, ia menyebut ada empat orang lain yang juga harus dirawat karena mengalami demam berdarah.

Baca Juga:  Delapan Kamar Kos di Kedonganan Terbakar, Belasan Penghuni Semburat

Terhadap peristiwa demam berdarah itu, Suberata mengaku telah melakukan koordinasi dengan Puskesmas Sukasada I.

“Selama ini begitu ada laporan penyakit DB, selalu kami sampaikan ke puskesmas. Termasuk kejadian yang kemarin ini, juga sudah kami teruskan,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/