alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Inspiratif! Mahasiswa Undiksha Lolos Pameran Bertaraf Internasional

SINGARAJA–Prestasi Yohanes Soubirius de Santo bisa menjadi inspirasi.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali berhasil menembus pameran bertaraf internasional.

Bahkan, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, ia sudah terlibat dalam dua pameran berskala internasional.

Masing-masing pameran Art Initiatives yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) yang notabane sebuah lembaga bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pameran bertajuk ‘UNDP From The Desk of The Executive Secretary’ itu, Yohanes berhasil merebut predikat pemenang. Pameran itu telah dilangsungkan pada bulan Januari lalu di London, Inggris.

Yohanes menyebut pameran yang diselenggarakan UNDP itu sangat bergengsi. Puluhan ribu orang yang berasal dari kelas pekerja, asosiasi, perusahaan, seniman, pekerja seni, serta perajin seni, berusaha mendaftarkan karya mereka dalam pameran tersebut. Hanya karya terpilih yang dipamerkan. Lebih lagi proses kurasi dalam pameran itu sangat ketat.

Baca Juga:  ODGJ Bugil Berkeliaran Ditengah Kota, Warga Amlapura Resah

Pada pameran itu, Yohanes menghadirkan seni prasi. Seni itu ia geluti sejak beberapa tahun terakhir.

Termasuk pada pameran tugas akhir di kampus, ia juga menghadirkan seni tersebut. Bedanya dalam pameran UNDP itu, Yohanes menghadirkan kolaborasi seni prasi dengan cerita tradisi di tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur.

Berbagai hal ia hadirkan, diantaranya keberadaan komodo yang dihadirkan lewat karya berjudul Pulau Rugu Ora.

Ada pula karya berjudul Sasando dan Sae Caci yang ditampilkan. “

Saya berusaha mengangkat tema tentang kebudayaan dari daerah asal saya yaitu NTT. Saya mencoba menghadirkan visualisasi tentang beberapa kebudayaan yang ada di sana,” katanya.

Selain itu Yohanes juga berhasil menembus pameran bertajuk Art And Artisans. Pameran diselenggarakan oleh lembaga Integrated Learning Institute for Sustainable Development and Forum Global Challenges.

Pameran itu dilangsungkan di Kanada pada Januari hingga Februari 2021.

Baca Juga:  Rawat Ribuan Pengungsi, RS Klungkung Bingung Biaya Pasien

Pada ajang itu, ia memilih menghadirkan karya drawing. Karya itu bercerita tentang perebutan peran pada masa pandemi.

“Karena saya merasa masa pandemi ini bukan dijadikan sebagai masa peralihan dalam perbaikan diri. Melainkan digunakan sebagai ajang berebut peran dalam mengambil materi, kekuasaan, jabatan, dan yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku tak memakan waktu lama untuk mengikuti pameran tersebut. Sebab karya-karya itu sudah ia siapkan sejak lama.

Karya kemudian didaftarkan untuk kepentingan pameran. Dengan harapan karya itu bisa dinikmati oleh publik yang lebih luas lagi. 



SINGARAJA–Prestasi Yohanes Soubirius de Santo bisa menjadi inspirasi.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali berhasil menembus pameran bertaraf internasional.

Bahkan, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, ia sudah terlibat dalam dua pameran berskala internasional.

Masing-masing pameran Art Initiatives yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) yang notabane sebuah lembaga bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pameran bertajuk ‘UNDP From The Desk of The Executive Secretary’ itu, Yohanes berhasil merebut predikat pemenang. Pameran itu telah dilangsungkan pada bulan Januari lalu di London, Inggris.

Yohanes menyebut pameran yang diselenggarakan UNDP itu sangat bergengsi. Puluhan ribu orang yang berasal dari kelas pekerja, asosiasi, perusahaan, seniman, pekerja seni, serta perajin seni, berusaha mendaftarkan karya mereka dalam pameran tersebut. Hanya karya terpilih yang dipamerkan. Lebih lagi proses kurasi dalam pameran itu sangat ketat.

Baca Juga:  SADIS! Pelaku Pencabulan Siswi SMP Bertambah, Terdeteksi 6 Orang

Pada pameran itu, Yohanes menghadirkan seni prasi. Seni itu ia geluti sejak beberapa tahun terakhir.

Termasuk pada pameran tugas akhir di kampus, ia juga menghadirkan seni tersebut. Bedanya dalam pameran UNDP itu, Yohanes menghadirkan kolaborasi seni prasi dengan cerita tradisi di tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur.

Berbagai hal ia hadirkan, diantaranya keberadaan komodo yang dihadirkan lewat karya berjudul Pulau Rugu Ora.

Ada pula karya berjudul Sasando dan Sae Caci yang ditampilkan. “

Saya berusaha mengangkat tema tentang kebudayaan dari daerah asal saya yaitu NTT. Saya mencoba menghadirkan visualisasi tentang beberapa kebudayaan yang ada di sana,” katanya.

Selain itu Yohanes juga berhasil menembus pameran bertajuk Art And Artisans. Pameran diselenggarakan oleh lembaga Integrated Learning Institute for Sustainable Development and Forum Global Challenges.

Pameran itu dilangsungkan di Kanada pada Januari hingga Februari 2021.

Baca Juga:  Kekeringan Makin Meluas, DPRD Jembrana Usulkan Pembuatan Bendungan

Pada ajang itu, ia memilih menghadirkan karya drawing. Karya itu bercerita tentang perebutan peran pada masa pandemi.

“Karena saya merasa masa pandemi ini bukan dijadikan sebagai masa peralihan dalam perbaikan diri. Melainkan digunakan sebagai ajang berebut peran dalam mengambil materi, kekuasaan, jabatan, dan yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku tak memakan waktu lama untuk mengikuti pameran tersebut. Sebab karya-karya itu sudah ia siapkan sejak lama.

Karya kemudian didaftarkan untuk kepentingan pameran. Dengan harapan karya itu bisa dinikmati oleh publik yang lebih luas lagi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/