alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Disdikpora Buleleng Musnahkan Ratusan Lembar Blanko Ijazah SD dan SMP

SINGARAJA– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng memusnahkan ratusan lembar ijazah.

Ijazah yang dimusnahkan merupkan blangko-blangko yang tidak terpakai. Utamanya saat proses kelulusan pada tahun ajaran 2020/2021 silam.

Pemusnahan dilakukan di TPA Bengkala. Blangko ijazah yang dimusnahkan berbeda-beda. Baik itu untuk jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Khusus di jenjang SD, ada 660 lembar ijazah yang dimusnahkan. Terdiri dari 84 lembar ijazah yang salah tulis, serta 576 lembar ijazah yang tak digunakan. Sementara pada jenjang SMP, ada 526 lembar ijazah yang dimusnahkan. Yakni 24 lembar ijazah yang salah tulis, sedangkan 502 lembar sisanya tidak terpakai.

Sebelum dimusnahkan, Disdikpora Buleleng harus melaporkan jumlah ijazah yang akan dimusnahkan pada Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga:  UPDATE! Tingkat Kesembuhan dan Kasus Baru Covid-19 Masih Tinggi

Setelah itu dilakukan penandatanganan berita acara. Baru kemudian ijazah dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengungkapkan, sesuai regulasi, blangko ijazah yang tak terpakai memang harus dimusnahkan. Hal itu tercantum dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021.

Menurutnya blangko ijazah yang tidak digunakan, dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tak berkepentingan. “Kami sengaja bakar. Supaya tidak berbentuk dan tidak digunakan lagi. Kalau dicacah, masih ada peluang bisa disusun kembali,” ujar Astika saat ditemui Kamis (3/2).

Menurutnya setiap tahun Kemendikbud selalu mengirimkan blangko ijazah lebih banyak dari jumlah siswa. Ijazah yang tersisa disiapkan sebagai cadangan. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan nama maupun penulisan nilai.

Baca Juga:  Berdalih Molor karena Listrik Meledak, Tegaskan Ujian Tak Bisa Diulang

“Ijazah yang kami kirim ke satuan pendidikan, jumlahnya sesuai dengan jumlah siswa. Kalau ada kekurangan atau salah tulis, lapor ke dinas. Nanti kami beri blangko ijazah pengganti. Sisanya baru kami musnahkan. Paling tidak 6 bulan setelah tahun ajaran berakhir,” tukas Astika. 



SINGARAJA– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng memusnahkan ratusan lembar ijazah.

Ijazah yang dimusnahkan merupkan blangko-blangko yang tidak terpakai. Utamanya saat proses kelulusan pada tahun ajaran 2020/2021 silam.

Pemusnahan dilakukan di TPA Bengkala. Blangko ijazah yang dimusnahkan berbeda-beda. Baik itu untuk jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Khusus di jenjang SD, ada 660 lembar ijazah yang dimusnahkan. Terdiri dari 84 lembar ijazah yang salah tulis, serta 576 lembar ijazah yang tak digunakan. Sementara pada jenjang SMP, ada 526 lembar ijazah yang dimusnahkan. Yakni 24 lembar ijazah yang salah tulis, sedangkan 502 lembar sisanya tidak terpakai.

Sebelum dimusnahkan, Disdikpora Buleleng harus melaporkan jumlah ijazah yang akan dimusnahkan pada Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga:  Jumlah Pelamar Membludak, Disdik Buleleng Duga Banyak Data Ganda

Setelah itu dilakukan penandatanganan berita acara. Baru kemudian ijazah dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengungkapkan, sesuai regulasi, blangko ijazah yang tak terpakai memang harus dimusnahkan. Hal itu tercantum dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021.

Menurutnya blangko ijazah yang tidak digunakan, dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tak berkepentingan. “Kami sengaja bakar. Supaya tidak berbentuk dan tidak digunakan lagi. Kalau dicacah, masih ada peluang bisa disusun kembali,” ujar Astika saat ditemui Kamis (3/2).

Menurutnya setiap tahun Kemendikbud selalu mengirimkan blangko ijazah lebih banyak dari jumlah siswa. Ijazah yang tersisa disiapkan sebagai cadangan. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan nama maupun penulisan nilai.

Baca Juga:  Dituntut 7 Tahun, Kakek Umur Seabad Kumat Pikunnya, Begini Dia Bilang…

“Ijazah yang kami kirim ke satuan pendidikan, jumlahnya sesuai dengan jumlah siswa. Kalau ada kekurangan atau salah tulis, lapor ke dinas. Nanti kami beri blangko ijazah pengganti. Sisanya baru kami musnahkan. Paling tidak 6 bulan setelah tahun ajaran berakhir,” tukas Astika. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/