alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Kasus Covid-19 di Bali Meledak Lagi, Virolog Sebut Ini Khas Omicron

DENPASAR – Lonjakan kasus di Bali membuat heran semua pihak. Setelah merasa landai pada bulan-bulan akhir 2021 ditambah capaian vaksinasi yang amat tinggi, kasus Covid-19 di Bali meledak lagi. Dalam sepekan ini terjadi lonjakan yang sangat signifikan. Rabu, 3 Februari 2022 kasus terkonfirmasi mencapai 1.501 orang.

 

Dalam tujuh hari terakhir, lonjakannya begitu terasa.  Pada 28 Januari 2022 sudah melonjak ke angka 311 kasus, kemudian pada 29 Oktober sebanyak 325 kasus, 30 Januari sebanyak 359 kasus, dan 31 Januari 2022 sebanyak 294 kasus. Namun, sejak 1 Februari 2022 langsung melompat menjadi 715, diikuti lompatan lagi pada 2 Februari 2021 mencapai 771 orang.

 

Baca Juga:  Stress Kumat, Acungkan Sabit, ODGJ Bikin Takut Warga Ditangkap

Kali ini, atau Kamis (4/2/2022) justru bertambah dua kali lipatnya lagi. Yakni yang positif tercatat sebanyak 1.501 orang.

 

Penyebaran kasus positif Covid-19 terjadi relatif merata di semua daerah di Bali. Peningkatan signifikan terlihat dari data masing-masing kabupaten/ kota di Bali.

 

Kota Denpasar dan Kabupaten Badung memang masih memimpin. Kemudian KTP Non-Bali yang terkonfirmasi positif di Bali juga menyumbangkan cukup tinggi.

 

Hal ini tak lepas dari Bali yang mulai adanya kelonggaran berbagai aktivitas atau kegiatan setelah masuk PPKM level 2. Di antaranya pembelajaran tatap muka (PTM) sudah diberlakukan, bahkan 100 persen. Juga sejumlah tempat usaha seperti pusat perbelanjaan, dan lainnya sudah boleh buka.  

Baca Juga:  Jadi Pengedar Sabu, Dibekuk Polisi, Ini Pengakuan Gafur…

 

Meski terjadi lonjakan signifikan, Pemerintah Provinsi Bali tampaknya masih malu-malu mengakui bahwa di Bali sudah ada Omicron yang menyebabkan kasus positif melonjak tajam.

 

“Ini khas pola Omicron. Tak perlu statemen gubernur, Menkes sudah bilang Omicron ada di Bali,” ujar Virolog dari FKH Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika pada Kamis (3/2/2022).

 

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, Denpasar memang paling tertinggi angka positif Covid 19.

 

“Iya, ini karena Satgas gencar melakukan tracing dan testing,” ujarnya ketika dimintai keterangan pada Kamis (3/2/2022).



DENPASAR – Lonjakan kasus di Bali membuat heran semua pihak. Setelah merasa landai pada bulan-bulan akhir 2021 ditambah capaian vaksinasi yang amat tinggi, kasus Covid-19 di Bali meledak lagi. Dalam sepekan ini terjadi lonjakan yang sangat signifikan. Rabu, 3 Februari 2022 kasus terkonfirmasi mencapai 1.501 orang.

 

Dalam tujuh hari terakhir, lonjakannya begitu terasa.  Pada 28 Januari 2022 sudah melonjak ke angka 311 kasus, kemudian pada 29 Oktober sebanyak 325 kasus, 30 Januari sebanyak 359 kasus, dan 31 Januari 2022 sebanyak 294 kasus. Namun, sejak 1 Februari 2022 langsung melompat menjadi 715, diikuti lompatan lagi pada 2 Februari 2021 mencapai 771 orang.

 

Baca Juga:  OMG! Tabrak Truk di Jalur Tengkorak, Bus Pariwisata Masuk Selokan

Kali ini, atau Kamis (4/2/2022) justru bertambah dua kali lipatnya lagi. Yakni yang positif tercatat sebanyak 1.501 orang.

 

Penyebaran kasus positif Covid-19 terjadi relatif merata di semua daerah di Bali. Peningkatan signifikan terlihat dari data masing-masing kabupaten/ kota di Bali.

 

Kota Denpasar dan Kabupaten Badung memang masih memimpin. Kemudian KTP Non-Bali yang terkonfirmasi positif di Bali juga menyumbangkan cukup tinggi.

 

Hal ini tak lepas dari Bali yang mulai adanya kelonggaran berbagai aktivitas atau kegiatan setelah masuk PPKM level 2. Di antaranya pembelajaran tatap muka (PTM) sudah diberlakukan, bahkan 100 persen. Juga sejumlah tempat usaha seperti pusat perbelanjaan, dan lainnya sudah boleh buka.  

Baca Juga:  Stress Kumat, Acungkan Sabit, ODGJ Bikin Takut Warga Ditangkap

 

Meski terjadi lonjakan signifikan, Pemerintah Provinsi Bali tampaknya masih malu-malu mengakui bahwa di Bali sudah ada Omicron yang menyebabkan kasus positif melonjak tajam.

 

“Ini khas pola Omicron. Tak perlu statemen gubernur, Menkes sudah bilang Omicron ada di Bali,” ujar Virolog dari FKH Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika pada Kamis (3/2/2022).

 

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, Denpasar memang paling tertinggi angka positif Covid 19.

 

“Iya, ini karena Satgas gencar melakukan tracing dan testing,” ujarnya ketika dimintai keterangan pada Kamis (3/2/2022).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/