alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Saluran Irigasi Jebol, 15 Ha Sawah di Alasangker Terancam Kekeringan

SINGARAJA– Saluran irigasi di Subak Diwang, Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali jebol.

Dampaknya belasan hektare sawah di subak tersebut kesulitan mendapat air irigasi dan terancam mengalami kekeringan.

Para petani pun kelimpungan, karena sawah itu baru saja ditanami benih padi.

Perbekel Alasangker Wayan Sitama mengungkapkan, saluran subak jebol pada Senin (24/1) pekan lalu. Saat itu hujan lebat langsung merusak saluran subak. Kebetulan saluran itu posisinya lebih tinggi dari jalan raya.

Akibat hujan tersebut, saluran subak sepanjang kurang lebih 30 meter jebol.

Sekitar 15 hektare sawah terancam kesulitan mendapat akses air bersih. “Petani itu khawatir tidak dapat air. Karena mereka baru menanam padi di sana. Kalau tidak dapat air, otomatis tidak bisa panen,” kata Sitama saat dikonfirmasi kemarin (3/2).

Baca Juga:  Pertanyakan Keberadaan Ashram, Ormas Hindu Geruduk Kantor Lurah

Menurutnya pihak desa telah melaporkan hal tersebut pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng serta Dinas Pekerjaan  Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng. Kedua instansi itu juga sudah sempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Lantaran bersifat darurat, ia sempat meminta agar dilakukan upaya perbaikan secara darurat. Setelah dikaji, dilakukan upaya penanganan darurat dengan pemasangan pipa. Upaya itu juga telah disepakati krama subak.

“Untuk langkah darurat, subak diberi pinjaman pipa ukiran 2 dim. Kalau tidak salah pipanya dari Dinas PU. Intinya biar airnya bisa mengalir ke sawah. Supaya petani kami bisa dapat hasil panen,” ujarnya.

Sementara untuk upaya penanganan secara permanen, akan dilakukan BPBD Buleleng lewat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga:  Dewan Desak Pemkab Kurangi Pegawai Kontrak

“Mudah-mudahan bisa dilakukan tahun ini. Karena sawah itu sumber pendapatan warga kami,” tukas Sitama berharap.



SINGARAJA– Saluran irigasi di Subak Diwang, Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali jebol.

Dampaknya belasan hektare sawah di subak tersebut kesulitan mendapat air irigasi dan terancam mengalami kekeringan.

Para petani pun kelimpungan, karena sawah itu baru saja ditanami benih padi.

Perbekel Alasangker Wayan Sitama mengungkapkan, saluran subak jebol pada Senin (24/1) pekan lalu. Saat itu hujan lebat langsung merusak saluran subak. Kebetulan saluran itu posisinya lebih tinggi dari jalan raya.

Akibat hujan tersebut, saluran subak sepanjang kurang lebih 30 meter jebol.

Sekitar 15 hektare sawah terancam kesulitan mendapat akses air bersih. “Petani itu khawatir tidak dapat air. Karena mereka baru menanam padi di sana. Kalau tidak dapat air, otomatis tidak bisa panen,” kata Sitama saat dikonfirmasi kemarin (3/2).

Baca Juga:  Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker Gratis

Menurutnya pihak desa telah melaporkan hal tersebut pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng serta Dinas Pekerjaan  Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng. Kedua instansi itu juga sudah sempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Lantaran bersifat darurat, ia sempat meminta agar dilakukan upaya perbaikan secara darurat. Setelah dikaji, dilakukan upaya penanganan darurat dengan pemasangan pipa. Upaya itu juga telah disepakati krama subak.

“Untuk langkah darurat, subak diberi pinjaman pipa ukiran 2 dim. Kalau tidak salah pipanya dari Dinas PU. Intinya biar airnya bisa mengalir ke sawah. Supaya petani kami bisa dapat hasil panen,” ujarnya.

Sementara untuk upaya penanganan secara permanen, akan dilakukan BPBD Buleleng lewat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga:  Rawat Sopir Positif Corona,Perawat di RS di Singaraja Positif Covid-19

“Mudah-mudahan bisa dilakukan tahun ini. Karena sawah itu sumber pendapatan warga kami,” tukas Sitama berharap.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/