alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Setelah Pekutatan, Giliran Kecamatan Negara Tiadakan Pawai Ogoh-ogoh

NEGARA – Usai Kecamatan Pekutatan memutuskan tidak membuat dan menggelar pawai ogoh- ogoh pada Hari Raya Nyepi awal Maret 2022 mendatang. Keputusan yang sama juga diambil Kecamatan Negara.

Bahkan, meski sekaa taruna sudah membuat ogoh-ogoh untuk diikutkan lomba yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana,.pihak Kecamatan Negara memastikan tidak akan menggelar pawai ogoh-ogoh saat malam perayaan Nyepi.

Seperti disampaikan Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara, usai rapat bersama seluruh perbekel dan lurah, serta majelis alit Kecamatan Negara, Kamis (3/2).

Saat rapat itu, semua desa sepakat untuk tidak membuat dan  menggelar pawai ogoh-ogoh.

“Hampir semua banjar dan desa ada di Kecamatan Negara tidak ada yang membuat ogoh-ogoh untuk diarak,” jelasnya, usai rapat.

Baca Juga:  Jabatan Perbekel Baluk Definitif Diisi Tanpa Prosesi Pelantikan

Meski pembuatan dan pawai ogoh-ogoh ditiadakan, namun pihaknya tak menampik dengan beberapa desa adat yang sudah terlanjur membuat ogoh-ogoh untuk dilombakan.

Menurut Camat Negara, meski  diadakan lomba oleh pemerintah kabupaten, namun penilaian di lokasi pembuatan ogoh-ogoh berada di lokasi dan tidak ada pengarakan seperti sebelum Pandemi Covid-19.

“Ogoh-ogoh yang dibuat hanya yang ikut lomba, kalau pengarakan tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Negara Kompol I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, berdasarkan laporan dari bhabinkamtibmas masing-masing desa, memang tidak ada desa yang membuat ogoh-ogoh untuk pengarakan pada hari pengerupukan.

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka mengatakan, mengenai lomba ogoh-ogoh tetap dilaksanakan.

Baca Juga:  Kapolda Janjikan Hadiah Bagi Ogoh-Ogoh Terbaik di Denpasar, Asalkan..

Hanya saja, peserta lomba tidak sesuai dengan estimasi yang direncanakan. Semestinya satu kecamatan lima ogoh-ogoh untuk dinilai dan disaring menjadi tiga besar dari masing-masing kecamatan.

“Dari lima kecamatan di Jembrana hanya dari Kecamatan Pekutatan yang tidak ikut lomba,” ungkapnya.

Jumlah peserta dari kecamatan yang mengikuti lomba, juga tidak sebanyak yang ditargetkan. Dari total 13 peserta, tiga kecamatan masing-masing tiga peserta, hanya Kecamatan Jembrana ada empat peserta lomba yang ikut.

“Penilaian lomba langsung ke lokasi. Hanya ada tim juri, bendesa ketua STT dan perwakilan pembuat ogoh-ogoh. Lomba yang digelar, dipastikan tidak ada pengarakan seperti sebelum Pandemi Covid-19,” tukasnya. 



NEGARA – Usai Kecamatan Pekutatan memutuskan tidak membuat dan menggelar pawai ogoh- ogoh pada Hari Raya Nyepi awal Maret 2022 mendatang. Keputusan yang sama juga diambil Kecamatan Negara.

Bahkan, meski sekaa taruna sudah membuat ogoh-ogoh untuk diikutkan lomba yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana,.pihak Kecamatan Negara memastikan tidak akan menggelar pawai ogoh-ogoh saat malam perayaan Nyepi.

Seperti disampaikan Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara, usai rapat bersama seluruh perbekel dan lurah, serta majelis alit Kecamatan Negara, Kamis (3/2).

Saat rapat itu, semua desa sepakat untuk tidak membuat dan  menggelar pawai ogoh-ogoh.

“Hampir semua banjar dan desa ada di Kecamatan Negara tidak ada yang membuat ogoh-ogoh untuk diarak,” jelasnya, usai rapat.

Baca Juga:  Puluhan Sekolah di Buleleng Jadi Sekolah Penggerak, Ini Keuntungannya

Meski pembuatan dan pawai ogoh-ogoh ditiadakan, namun pihaknya tak menampik dengan beberapa desa adat yang sudah terlanjur membuat ogoh-ogoh untuk dilombakan.

Menurut Camat Negara, meski  diadakan lomba oleh pemerintah kabupaten, namun penilaian di lokasi pembuatan ogoh-ogoh berada di lokasi dan tidak ada pengarakan seperti sebelum Pandemi Covid-19.

“Ogoh-ogoh yang dibuat hanya yang ikut lomba, kalau pengarakan tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Negara Kompol I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, berdasarkan laporan dari bhabinkamtibmas masing-masing desa, memang tidak ada desa yang membuat ogoh-ogoh untuk pengarakan pada hari pengerupukan.

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka mengatakan, mengenai lomba ogoh-ogoh tetap dilaksanakan.

Baca Juga:  Nekat Beraksi di Objek Wisata Lovina, 4 Gepeng Anak-anak Diciduk

Hanya saja, peserta lomba tidak sesuai dengan estimasi yang direncanakan. Semestinya satu kecamatan lima ogoh-ogoh untuk dinilai dan disaring menjadi tiga besar dari masing-masing kecamatan.

“Dari lima kecamatan di Jembrana hanya dari Kecamatan Pekutatan yang tidak ikut lomba,” ungkapnya.

Jumlah peserta dari kecamatan yang mengikuti lomba, juga tidak sebanyak yang ditargetkan. Dari total 13 peserta, tiga kecamatan masing-masing tiga peserta, hanya Kecamatan Jembrana ada empat peserta lomba yang ikut.

“Penilaian lomba langsung ke lokasi. Hanya ada tim juri, bendesa ketua STT dan perwakilan pembuat ogoh-ogoh. Lomba yang digelar, dipastikan tidak ada pengarakan seperti sebelum Pandemi Covid-19,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/