alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Putus Asa Sakit Tak Kunjung Sembuh, Duh Pria Ini Nekat…

TABANAN – Sakit bertahun-tahun yang diderita I Ketut Suartawan, 40, asal Banjar Dinas Paka, Desa, Pupuan Tabanan, melumpuhkan semangatnya untuk sembuh.

Dia justru nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di garase rumahnya. Kejadian ini diketahui pertama kali oleh I Ketut Krama.

Saat itu pukul 09.00 pagi di rumahnya, Krama tidak melihat Suartawan. Krama lalu melakukan pencarian di halaman rumah.

Namun, tidak ditemukan. Krama menduga Suartawan pulang kampung. Hampir putus asa, dia kembali melakukan pencarian.

Saat melintas di garase rumah korban, betapa terkejutnya Krama ketika mendapati temannya itu gantung diri di pojok garase rumah.

Krama spontan berteriak minta tolong. Kejadian itu langsung dilaporkan kea Kelian Adat dan Perbekel Desa Sanda yang kemudian diteruskan Bhabinkamtibmas desa.

Baca Juga:  Harga Material Melonjak, Ajukan Perubahan Perbup ke Pemprov

Menurut Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka di tubuh korban akibat kekerasan. Hanya ditemukan luka di leher bekas jeratan tali.

“Kami juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga korban dan keterangan beberapa saksi. Untuk sementara dapat disimpulkan motif korban mengakhiri hidupnya karena sakit menahun yang dideritanya,” tandasnya. 



TABANAN – Sakit bertahun-tahun yang diderita I Ketut Suartawan, 40, asal Banjar Dinas Paka, Desa, Pupuan Tabanan, melumpuhkan semangatnya untuk sembuh.

Dia justru nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di garase rumahnya. Kejadian ini diketahui pertama kali oleh I Ketut Krama.

Saat itu pukul 09.00 pagi di rumahnya, Krama tidak melihat Suartawan. Krama lalu melakukan pencarian di halaman rumah.

Namun, tidak ditemukan. Krama menduga Suartawan pulang kampung. Hampir putus asa, dia kembali melakukan pencarian.

Saat melintas di garase rumah korban, betapa terkejutnya Krama ketika mendapati temannya itu gantung diri di pojok garase rumah.

Krama spontan berteriak minta tolong. Kejadian itu langsung dilaporkan kea Kelian Adat dan Perbekel Desa Sanda yang kemudian diteruskan Bhabinkamtibmas desa.

Baca Juga:  53 Anak di Gianyar jadi Yatim akibat Covid-19

Menurut Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka di tubuh korban akibat kekerasan. Hanya ditemukan luka di leher bekas jeratan tali.

“Kami juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga korban dan keterangan beberapa saksi. Untuk sementara dapat disimpulkan motif korban mengakhiri hidupnya karena sakit menahun yang dideritanya,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/