alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

TERUNGKAP! Pelaku Tikam Korban Hingga Tewas Dipicu Aksi Saling Salip

SINGARAJA – Aksi pembunuhan yang menimpa Ikram Tauhid, 37, satpam yang juga warga Lingkungan Pesalakan, Desa Tuban (sebelumnya ditulis Kelurahan Banyuasri), ternyata dipicu masalah sepele.

Ikram Tauhid dibunuh pelaku lantaran aksi saling salip saat melintas di Jalan Raya Singaraja – Denpasar. Duh Gusti!

Persoalan bermula saat korban Ikram Tauhid dan rekannya Welky Lens Ussa, melintas di Jalan raya Singaraja-Denpasar. Korban dan rekannya mengemudikan sepeda motor berbeda.

Kemudian melintas pelaku Nyoman Antika Subandi Awantara. Saat itu ia berada dalam satu mobil dengan kakaknya Gede Sueca Mustika. Mobil dikemudikan oleh kakak pelaku.

Mereka kemudian berpapasan dengan korban dan rekannya. Tiba-tiba korban dan rekannya kembali menyalip mobil yang dikendarai pelaku.

Baca Juga:  Seorang Pasien Sudah Sebulan Huni RS, Empat Pasien Covid-19 Sembuh

Saat itu korban dan rekannya malah mengemudi zig-zag di depan mobil yang dikemudikan pelaku. Tahu ada yang tidak beres, pelaku sempat menggertak korban dan rekannya.

Mereka kemudian melaju mendahului korban. Kemudian di KM 17 mereka sengaja berhenti. Ternyata saat itu korban dan rekannya juga ikut berhenti.

Mereka kemudian terlibat adu mulut dan berujung baku hantam. “Korban dan pelaku sempat bertengkar. Saat itu pelaku langsung menusukkan

pisau ke dada kanan korban. Itu pisau belati yang disimpan dalam tas pelaku,” kata Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung.

Kompol Landung mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi motif pembunuhan hanya dipicu salah paham saat aksi salip-menyalip itu.

Baca Juga:  Blangko e-KTP Kosong, 600 Warga Klungkung Terpaksa Pegang Suket

“Pelaku dan korban tidak saling kenal. Mobil juga tidak ada bekas serempetan. Dugaan kami ini dipicu salah paham saja,” ucapnya.

Kini tersangka telah diamankan di Mapolres Buleleng. Tersangka dijerat pasal 353 ayat 3 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 



SINGARAJA – Aksi pembunuhan yang menimpa Ikram Tauhid, 37, satpam yang juga warga Lingkungan Pesalakan, Desa Tuban (sebelumnya ditulis Kelurahan Banyuasri), ternyata dipicu masalah sepele.

Ikram Tauhid dibunuh pelaku lantaran aksi saling salip saat melintas di Jalan Raya Singaraja – Denpasar. Duh Gusti!

Persoalan bermula saat korban Ikram Tauhid dan rekannya Welky Lens Ussa, melintas di Jalan raya Singaraja-Denpasar. Korban dan rekannya mengemudikan sepeda motor berbeda.

Kemudian melintas pelaku Nyoman Antika Subandi Awantara. Saat itu ia berada dalam satu mobil dengan kakaknya Gede Sueca Mustika. Mobil dikemudikan oleh kakak pelaku.

Mereka kemudian berpapasan dengan korban dan rekannya. Tiba-tiba korban dan rekannya kembali menyalip mobil yang dikendarai pelaku.

Baca Juga:  Jelang Dilantik, Ini 8 Poin Sikap Koster Soal Tolak Reklamsi Benoa

Saat itu korban dan rekannya malah mengemudi zig-zag di depan mobil yang dikemudikan pelaku. Tahu ada yang tidak beres, pelaku sempat menggertak korban dan rekannya.

Mereka kemudian melaju mendahului korban. Kemudian di KM 17 mereka sengaja berhenti. Ternyata saat itu korban dan rekannya juga ikut berhenti.

Mereka kemudian terlibat adu mulut dan berujung baku hantam. “Korban dan pelaku sempat bertengkar. Saat itu pelaku langsung menusukkan

pisau ke dada kanan korban. Itu pisau belati yang disimpan dalam tas pelaku,” kata Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung.

Kompol Landung mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi motif pembunuhan hanya dipicu salah paham saat aksi salip-menyalip itu.

Baca Juga:  VIRAL! Bule Denmark Rusak Pelinggih di Kawasan Wisata Lovina

“Pelaku dan korban tidak saling kenal. Mobil juga tidak ada bekas serempetan. Dugaan kami ini dipicu salah paham saja,” ucapnya.

Kini tersangka telah diamankan di Mapolres Buleleng. Tersangka dijerat pasal 353 ayat 3 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/